BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIV DAN AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2010

Selasa, 01 Maret 2011 · 0 komentar

Epidemi HIV dan AIDS telah cepat menyebar di kalangan pekerja seks dengan prevalensi HIV telah mencapai 70% dalam beberapa populasi pekerja seks (Malta dkk, 2008). Kota Makassar merupakan daerah dengan jumlah penderita tertinggi. Dengan jumlah kasus hingga juni 2009 mencapai 2736 penderita sedangkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah kasus pada PSK yang umumnya wanita mencapai 343 penderita pada kasus HIV 261 penderita dan kasus AIDS 82 penderita (Dinkes kota Makassar, 2009).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kejadian HIV dan AIDS pada wanita PSK yang meliputi risiko tindakan ganti-ganti pasangan seksual, oral seks, anal seks, dan penggunaan kondom.

Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan rancangan studi kasus kontrol (Case Control Study). Populasi penelitian ini adalah semua wanita PSK yang ada di Makassar tahun 2010. Besar sampel untuk kasus sebesar 68 dengan perbandingan kasus dan kontrol sebesar 1 : 1. Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 136 orang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tindakan ganti-ganti pasangan seksual adalah faktor protektif bermakna maka wanita PSK yang melakukan hubungan seks ≤ 2 kali dalam sehari dengan pasangan yang berbeda lebih rendah menderita HIV dan AIDS. Penggunaan kondom merupakan faktor protektif bermakna maka wanita PSK yang menggunakan kondom secara konsisten lebih rendah menderita HIV dan AIDS sedangkan variabel oral seks pada wanita PSK mempunyai risiko 9,130 kali lebih besar menderita HIV dan AIDS. Anal seks pada wanita PSK mempunyai risiko 4,487 kali lebih besar menderita HIV dan AIDS.

Disarankan kepada dinkes perlunya pemberian informasi seks yang aman kepada wanita PSK tentang tindakan ganti-ganti pasangan seks, oral seks, anal seks dan Penggunaan kondom yang tidak konsisten pada wanita PSK dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kejadian HIV dan AIDS, maka dari itu wanita PSK dapat diberikan kemudahan dalam memperoleh kondom oleh mucikari/mami dan petugas kesehatan.

Daftar Pustaka : 41 (1997-2010)
Kata Kunci : Risiko HIV dan AIDS, Wanita PSK
(Xii + 79 Halaman + 16 Tabel + 11 Lampiran)
Nirzah Fitriani, Arsunan Arsin, Ida Leida

Post By: DK

Read More......

Epidemiologi Bahas Kurikulum

Senin, 25 Oktober 2010 · 0 komentar

Jurusan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat mengadakan Lokakarya selama dua hari, yakni dari tanggal 7 hingga 8 Oktober 2010. Lokakarya ini dihadiri oleh beberapa dosen dari jurusan tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Clarion ini, membahas tentang kurikulum di Jurusan Epidemiologi yang perlu diperbaharui. Wahiduddin Kamaruddin SKM, M.Kes, selaku Ketua Jurusan mengatakan, masih banyak kurikulum yang perlu di perbaharui karena beberapa diantaranya ada yang tumpang tindih. “Masih ada Mata kuliah (MK ) yang tak jelas posisinya, antara MK tuk program S1 atau S2,” tambahnya.

Read More......

Orientasi kesehatan, bukan kesakitan

· 0 komentar

Kiblat di Indonesia seharusnya sudah mengalami perubahan. Orientasi kesakitan yang masih berlangsung membuat derajat kesehatan bangsa masih jauh dari harapan. Tak sadar, orientasi kesakitan hanya berupaya menyembuhkan penyakit seseorang. Bila penyakit itu kembali datang, negara kembali berupaya mengobatinya. Tentunya dengan menghabiskan budget negara yang tak sedikit.
Bayangkan jika penduduk Indonesia yang ketiga terbanyak di dunia ini, masing- masing mengalami penyakit dan setelah disembuhkan, penyakit itu datang lagi tuk kedua atau ketiga kalinya. Secara sadar, indonesia harus menyiapkan anggaran tiga kali dari jumlah penduduknya. Dan ironinya, penyakit itu ternyata dapat dicegah.
Orientasi yang perlu dipikirkan adalah kesehatan. Bagaimana orang-orang mau memilih dirinya dengan kondisi yang sehat. Merasa sehat dan tak mau merasakan penderitaan terkena penyakit. Indonesia perlu melakukan revolusi ini. Sulit, namun orientasi negara kita tak lagi tepat sasaran. Perlu perubahan untuk meminimalisir biaya yang tak perlu ada.

Read More......

Skripsi, oh skripsi

· 0 komentar

Belakangan ini, mahasiswa epidemiologi sedang disibukkan dengan skripsi. Walaupun mata kuliah ini tak terjadwal, namun skripsi malah menjadi mata kuliah yang membuat mahasiswa pusing tujuh keliling. Berbagai masalah mulai bermunculan dan menghantui. Ketakutan-ketakutan kecilpun mulai mendatangi pikiran mahasiswa tingkat akhir di jurusan. Bagaiman hidup bisa nyaman, jika satu per satu teman yang lain, mulai menancapkan gas tuk mengejar gelar sarjana . Belum lagi, judul yang belum jelas mau di arahkan kemana. Izin penelitian sana sini yang belum selesai. Mata kuliah empat SKS ini sungguh membuat mahasiswa tampak seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Lalu, bagaimana kiat-kiat agar tugas akhir ini lancar dan tak ada hambatan?? Berikut beberapa tipsnya

1. Tentukan judul yang menarik dan tidak menyusahkan dirimu. Tentunya, sebelum menemui pembimbing, kenalilah pembimbingmu. Karena boleh jadi, pembimbing menjadi penentu judul skripsimu kelak.

2. Sediakan cadangan judul yang mirip dengan judul yang lain. Semakin banyak dan semakin mirip alat analisisnya semakin baik.

3. Jangan meniru latar belakang skripsi dan penulis yang lain. Wajib orisinil hasil pemikiran dan buah karyamu.

4. Perbanyak referensi. Semakin getol membaca buku tuk memperkuat teori yang nantinya akan digunakan. Dengan banyak membaca pasti menghasilkan skripsi yang berbobot.

5. Perhatikan aturan penulisan yang sudah dipatenkan oleh pihak jurusan. Dari margin, font, spasi, dan lain-lain.

6. Penulis yang baik, menguasai dengan baik tulisannya. Bila ada hal yang tidak dikuasai dan tidak terlalu mempengaruhi isi tulisan, ya, di hilangkan saja. Daripada mempersulit dirimu ketika diuji??.

7. Acuan pustakanya seharusnya yang terbaru. Jangan asal memakai acuan tapi, ternyata tulisannya tidak berbobot dan sumbernya tak apat dipertanggung jawabkan.

Semangat dan kerja keras. Yakin, sarjana siap disandang....(diolah dari berbagai sumber)

Read More......

HIMAPID in Action

Distribusi Tempat

Distribusi Waktu

Feedjit

Hamster Epid

Jumlah Pengunjung