<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366</id><updated>2011-12-01T10:53:32.835+08:00</updated><title type='text'>HIMAPID FKM UNHAS</title><subtitle type='html'>Himpunan MahasiswaEpidemiologi
Fak.Kesehatan Masyarakat Unhas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1263146737719688209</id><published>2011-03-06T09:05:00.002+08:00</published><updated>2011-03-06T09:12:49.783+08:00</updated><title type='text'>FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEKAMBUHAN GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) DADI SULAWESI SELATAN TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Skizofrenia merupakan psikosis fungsional paling berat, dan  menimbulkan disorganisasi personalitas terbesar, pasien tidak mempunyai  realitas, sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal. Di Indonesia,  sekitar 1% – 2% dari total jumlah penduduk mengalami skizofrenia yaitu  mencapai 3 per 1000 penduduk, prevalensi 1,44 per 1000 penduduk  diperkotaan dan 4,6 per 1000 penduduk dipedesaan berarti jumlah  penyandang skizofrenia 600.000 orang produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penelitian bertujuan mengetahui risiko kejadian kekambuhan meliputi  umur, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, keturunan, dan  keteraturan minum obat. Jenis penelitian observasional analitik  rancangan studi kasus kontrol. Populasi adalah penderita gangguan jiwa  skizofrenia yang kambuh dan tidak kambuh yang dirawat. Kasus adalah  penderita skizofrenia yang mengalami kekambuhan (rehospitalisasi) atau  rawat inap sedangkan kontrol adalah penderita skizofrenia yang tidak  mengalami kekambuhan atau dirawat jalan sehingga sampel sebanyak 150  orang, informasi diperoleh dari keluarga penderita. Kontrol dipilih  dengan metode simple random sampling.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hasil penelitian adalah umur sebagai faktor protektif bermakna, maka  semakin tua umur kemungkinan untuk mengalami kekambuhan semakin rendah.  Jenis kelamin dan keturunan tidak memiliki risiko bermakna terhadap  kejadian kekambuhan gangguan jiwa skizofrenia. Pekerjaan sebagai faktor  protektif bermakna, maka penderita memiliki pekerjaan sebagai aktifitas  rutin mencegah kekambuhan akan lebih rendah daripada penderita tidak  memiliki pekerjaan. Status perkawinan merupakan faktor risiko  kekambuhan, maka penderita belum menikah atau cerai mempunyai risiko  2,074 kali lebih besar menderita kambuh daripada responden telah  menikah. Keteraturan minum obat merupakan faktor risiko kekambuhan, maka  penderita tidak teratur minum obat mempunyai risiko 3,419 kali lebih  besar menderita kambuh daripada teratur minum obat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Disarankan perlunya keluarga memberikan perhatian kepada penderita  skizofrenia untuk memberikan dorongan semangat agar dapat normal tetapi  tidak sembuh sepenuhnya, pemberian pengetahuan mengenai public health  nursing yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga, pemberian obat  antipsikotik sebaiknya tidak terputus ataupun terhambat hingga masa  rehabilitasi penyembuhan dapat berjalan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daftar Pustaka : 40 (1989-2008)&lt;br /&gt;Kata Kunci : Skizofrenia, Kekambuhan, Faktor Risiko&lt;br /&gt;(xiii + 85 Halaman + 16 Tabel + 8 Lampiran)&lt;br /&gt;Muliani Ratnaningsih, Rismayanti, Dian Sidik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Post By: DK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1263146737719688209?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1263146737719688209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1263146737719688209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1263146737719688209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1263146737719688209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2011/03/faktor-risiko-kejadian-kekambuhan.html' title='FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEKAMBUHAN GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) DADI SULAWESI SELATAN TAHUN 2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6959265443588927137</id><published>2011-03-04T20:25:00.002+08:00</published><updated>2011-03-04T20:29:35.646+08:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN INTERNET DENGAN AKSES SITUS PORNO PADA REMAJA PENGUNJUNG WARNET DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2010</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli mengungkapkan  bahwa meningkatnya minat seksual remaja mendorong bagi remaja itu  sendiri untuk selalu berusaha mencari informasi dalam berbagai bentuk.  Sumber informasi itu dapat diperoleh dengan bebas mulai dari teman  sebaya, buku-buku, film, video, bahkan dengan mudah membuka situs-situs  lewat internet. Dampak negatif dari media terutama pornografi merupakan  hal yang serius untuk ditangani. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Makin meningkatnya jumlah remaja yang terpapar pornografi merupakan  suatu masalah besar yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya  jumlah remaja yang berperilaku seksual aktif yang berpengaruh  meningkatanya permasalahan pada kesehatan reproduksi remaja. Masalah  terpaparnya pornografi dari internet pada remaja umumnya mereka  mendapatkan dengan mudah di warnet-warnet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan  sikap tentang penggunaan internet dengan akses situs porno pada remaja  pengunjung warnet di Kota Makassar dengan menggunakan Cross Sectional  Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja pengunjung  warnet di Kota Makassar dan sample sebanyak 413 responden yang diambil  secara Accidental Sampling yang dilakukan selama dua minggu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara  pengetahuan tentang internet dengan sikap tentang internet (p=0,081),  ada hubungan antara pengetahuan tentang penggunaan internet dengan akses  situs porno pada remaja pengunjung warnet (p=0,000) dan ada pula  hubungan antara sikap tentang penggunaan internet dengan akses situs  porno pada remaja pengunjung warnet (p=0,04).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada penelitian ini disarankan perlunya program pendidikan seks di  kalangan remaja, perlunya orang tua menciptakan komunikasi yang sehat  dengan anak, dan perlunya adanya peraturan ketat dari pemerintah yang  khusus ditujukan kepada warung-warung internet untuk memblokir  situs-situs porno yang selama ini dapat diakses dengan mudah oleh  remaja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daftar Pustaka : 24 (2000-2010)&lt;br /&gt;Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, akses situs porno, dan remaja&lt;br /&gt;(xiv + 91 Halaman + 37 Tabel + 9 Lampiran)&lt;br /&gt;St. Nuraliya, Ida Leida M.Thaha, SKM, M.KM, M.ScPH, Wahiduddin SKM, M.Kes&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6959265443588927137?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6959265443588927137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6959265443588927137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6959265443588927137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6959265443588927137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2011/03/hubungan-pengetahuan-dan-sikap-tentang.html' title='HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN INTERNET DENGAN AKSES SITUS PORNO PADA REMAJA PENGUNJUNG WARNET DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2010'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2610831671783669377</id><published>2011-03-01T13:17:00.005+08:00</published><updated>2011-03-01T13:38:37.639+08:00</updated><title type='text'>BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIV DAN AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2010</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Epidemi HIV dan AIDS telah cepat menyebar di kalangan pekerja seks  dengan prevalensi HIV telah mencapai 70% dalam beberapa populasi pekerja  seks (Malta dkk, 2008). Kota Makassar merupakan daerah dengan jumlah  penderita tertinggi. Dengan jumlah kasus hingga juni 2009 mencapai 2736  penderita sedangkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah kasus  pada PSK yang umumnya wanita   mencapai 343 penderita pada kasus HIV 261  penderita dan kasus AIDS 82 penderita (Dinkes kota Makassar, 2009). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kejadian HIV dan  AIDS pada wanita PSK yang meliputi risiko tindakan ganti-ganti pasangan  seksual, oral seks, anal seks, dan penggunaan kondom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik  menggunakan rancangan studi kasus kontrol (Case Control Study). Populasi  penelitian ini adalah semua wanita PSK yang ada di Makassar tahun 2010.  Besar sampel untuk kasus sebesar 68 dengan perbandingan kasus dan  kontrol sebesar 1 : 1. Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini  sebanyak 136 orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tindakan ganti-ganti  pasangan seksual adalah faktor protektif bermakna maka wanita PSK yang  melakukan hubungan seks ≤ 2 kali dalam sehari dengan pasangan yang  berbeda lebih rendah menderita  HIV dan AIDS. Penggunaan kondom  merupakan faktor protektif bermakna maka wanita PSK yang menggunakan  kondom secara konsisten lebih rendah menderita  HIV dan AIDS sedangkan  variabel oral seks pada wanita PSK mempunyai risiko 9,130 kali lebih  besar menderita HIV dan AIDS. Anal seks pada wanita PSK mempunyai risiko  4,487 kali lebih besar menderita HIV dan AIDS. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Disarankan kepada dinkes perlunya pemberian informasi seks yang aman  kepada wanita PSK tentang tindakan ganti-ganti pasangan seks, oral seks,  anal seks dan Penggunaan kondom yang tidak konsisten pada wanita PSK  dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kejadian HIV dan  AIDS, maka dari itu wanita PSK dapat diberikan kemudahan dalam  memperoleh kondom oleh mucikari/mami dan petugas kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daftar Pustaka : 41 (1997-2010)&lt;br /&gt;Kata Kunci     : Risiko HIV dan AIDS, Wanita PSK&lt;br /&gt;(Xii + 79 Halaman + 16 Tabel + 11 Lampiran)&lt;br /&gt;Nirzah Fitriani, Arsunan Arsin,  Ida Leida&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Post By: DK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2610831671783669377?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2610831671783669377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2610831671783669377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2610831671783669377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2610831671783669377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2011/03/beberapa-faktor-risiko-kejadian-hiv-dan.html' title='BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIV DAN AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2010'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-3558143210034165359</id><published>2010-10-25T14:09:00.000+08:00</published><updated>2010-10-25T14:10:50.366+08:00</updated><title type='text'>Epidemiologi Bahas Kurikulum</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Jurusan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat mengadakan Lokakarya selama dua hari, yakni  dari tanggal 7 hingga 8 Oktober 2010. Lokakarya ini dihadiri oleh beberapa dosen dari jurusan tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Clarion ini, membahas tentang kurikulum di Jurusan Epidemiologi yang perlu diperbaharui. Wahiduddin Kamaruddin SKM, M.Kes, selaku Ketua Jurusan mengatakan, masih banyak kurikulum yang perlu di perbaharui karena beberapa diantaranya ada yang tumpang tindih. “Masih ada Mata kuliah (MK ) yang tak jelas posisinya, antara MK tuk program S1 atau S2,” tambahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-3558143210034165359?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/3558143210034165359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=3558143210034165359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3558143210034165359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3558143210034165359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/10/epidemiologi-bahas-kurikulum.html' title='Epidemiologi Bahas Kurikulum'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6837922098898884659</id><published>2010-10-25T14:05:00.001+08:00</published><updated>2010-10-25T14:07:03.009+08:00</updated><title type='text'>Orientasi kesehatan, bukan kesakitan</title><content type='html'>Kiblat di Indonesia seharusnya sudah mengalami perubahan. Orientasi kesakitan yang masih berlangsung membuat derajat kesehatan bangsa masih jauh dari harapan. Tak sadar, orientasi kesakitan hanya berupaya menyembuhkan penyakit seseorang. Bila penyakit itu kembali datang, negara kembali berupaya mengobatinya. Tentunya dengan menghabiskan budget negara yang tak sedikit.&lt;br /&gt; Bayangkan jika penduduk Indonesia yang ketiga terbanyak di dunia ini, masing- masing mengalami penyakit dan setelah disembuhkan,  penyakit itu datang lagi tuk kedua atau ketiga kalinya. Secara sadar, indonesia harus menyiapkan anggaran tiga kali dari jumlah penduduknya. Dan ironinya, penyakit itu ternyata dapat dicegah.&lt;br /&gt;Orientasi yang perlu dipikirkan adalah kesehatan. Bagaimana orang-orang mau memilih dirinya dengan kondisi yang sehat. Merasa sehat dan tak mau merasakan penderitaan terkena penyakit. Indonesia perlu melakukan revolusi ini. Sulit, namun orientasi negara kita tak lagi tepat sasaran. Perlu perubahan untuk meminimalisir biaya yang tak perlu ada. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6837922098898884659?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6837922098898884659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6837922098898884659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6837922098898884659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6837922098898884659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/10/orientasi-kesehatan-bukan-kesakitan.html' title='Orientasi kesehatan, bukan kesakitan'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8227840464022003754</id><published>2010-10-25T14:00:00.001+08:00</published><updated>2010-10-25T14:04:35.505+08:00</updated><title type='text'>Skripsi, oh skripsi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 14"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 14"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHADRIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHADRIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHADRIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:enableopentypekerning/&gt;    &lt;w:dontflipmirrorindents/&gt;    &lt;w:overridetablestylehps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1136415954; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:925153804 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Belakangan ini, mahasiswa epidemiologi sedang disibukkan dengan skripsi. Walaupun mata kuliah ini tak terjadwal, namun skripsi malah menjadi mata kuliah yang membuat mahasiswa pusing tujuh keliling. Berbagai masalah mulai bermunculan dan menghantui. Ketakutan-ketakutan kecilpun mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendatangi pikiran mahasiswa tingkat akhir di jurusan. Bagaiman hidup bisa nyaman, jika satu per satu teman yang lain, mulai menancapkan gas tuk mengejar gelar sarjana . Belum lagi, judul yang belum jelas mau di arahkan kemana. Izin penelitian sana sini yang belum selesai. Mata kuliah empat SKS ini sungguh membuat mahasiswa tampak seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Lalu, bagaimana kiat-kiat agar tugas akhir ini lancar dan tak ada hambatan?? Berikut beberapa tipsnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Tentukan judul yang menarik dan tidak menyusahkan dirimu. Tentunya, sebelum menemui pembimbing, kenalilah pembimbingmu. Karena boleh jadi, pembimbing menjadi penentu judul skripsimu kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Sediakan cadangan judul yang mirip dengan judul yang lain. Semakin banyak dan semakin mirip alat analisisnya semakin baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Jangan meniru latar belakang skripsi dan penulis yang lain. Wajib orisinil hasil pemikiran dan buah karyamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Perbanyak referensi. Semakin &lt;i style=""&gt;getol &lt;/i&gt;membaca buku tuk memperkuat teori yang nantinya akan digunakan. Dengan banyak membaca pasti menghasilkan skripsi yang berbobot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Perhatikan aturan penulisan yang sudah dipatenkan oleh pihak jurusan. Dari margin, font, spasi, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Penulis yang baik, menguasai dengan baik tulisannya. Bila ada hal yang tidak dikuasai dan tidak terlalu mempengaruhi isi tulisan, &lt;i style=""&gt;ya, &lt;/i&gt;di hilangkan saja. Daripada mempersulit dirimu ketika diuji??.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14pt;" lang="IN" &gt;Acuan pustakanya seharusnya yang terbaru. Jangan asal memakai acuan tapi, ternyata tulisannya tidak berbobot dan sumbernya tak apat dipertanggung jawabkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:14pt;"  lang="IN" &gt;Semangat dan kerja keras. Yakin, sarjana siap disandang....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(diolah dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8227840464022003754?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8227840464022003754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8227840464022003754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8227840464022003754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8227840464022003754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/10/skripsi-oh-skripsi.html' title='Skripsi, oh skripsi'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2187915423183554757</id><published>2010-09-17T06:56:00.005+08:00</published><updated>2010-09-17T07:12:01.758+08:00</updated><title type='text'>GAMBARAN SPASIAL KASUS DEMAM TIFOID DENGAN METODE GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM)  DI KECAMATAN PANAKKUKANG  KOTA MAKASSAR TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Andika,Dian Sidik Arsyad,Rismayanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kasus demam tifoid di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran spasial kasus demam tifoid di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode GIS (Geographic Information System). Populasi sebanyak 254 kasus dan sampel sebanyak 96 kasus klinis dan hasil tes widal positif yang diambil secara total sampling/exhautive sampling dengan kriteria inklusi berdomisili di Kecamatan Panakkuakng dan terdaftar di puskesmas yang wilayah kerjanya di Kecamatan Panakkukang yaitu Puskesmas Tamamaung, Karuwisi, Batua, dan Pampang. Hasil penelitian ini menunjukkan kasus demam tifoid tertinggi di Kelurahan Pampang yaitu 24 kasus (25%), terbanyak pada perempuan yaitu 62 kasus (64,6%), terbanyak pada kelompok umur 5-14 tahun yaitu sebanyak 30 kasus (31,2%), serta tertinggi pada Bulan Februari yaitu sebanyak 19 kasus (19,8%). Kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 0-250 m dari sarana pelayanan kesehatan sebanyak 28 kasus (29,2%). Berdasarkan daerah aliran sungai, kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 250-500 m sebanyak 23 kasus (24,0%). Kasus terbanyak berada pada zona buffer 250-500 m dan 500-750 m masing-masing 23 kasus (24,0%) dari aliran kanal. Berdasarkan daerah pasar tradisional, kasus terbanyak berada pada zona buffer 250-500 m dan 500-750 m masing-masing 16 kasus (16,7%), dan berdasarkan tempat pembuangan sampah sementara, kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 250-500 m yaitu sebanyak 48 kasus (50%). Berdasarkan cakupan air bersih, kasus tertinggi terdapat pada daerah yang cakupan air bersihnya antara 70-80% sebanyak 62 kasus (62,5%) dan berdasarkan cakupan jamban keluarga, kasus tertinggi terjadi pada daerah yang cakupan jamban keluarganya antara 65-77% sebanyak 34 kasus (35,4%). Disarankan untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, meningkatkan dan menjaga sanitasi lingkungan di daerah aliran sungai dan kanal, menjaga dan meningkatkan kebersihan pasar tradisional, membuang sampah pada tempat sampah kontainer yang tersedia, menjaga air bersih agar tidak tercemar oleh bakteri Salmonella typhi, menjaga kebersihan jamban keluarga agar tidak menjadi media penularan bakteri Salmonella typhi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Kata Kunci: Gambaran Spasial, Demam Tifoid , Geographic Information System&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2187915423183554757?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2187915423183554757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2187915423183554757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2187915423183554757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2187915423183554757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/09/gambaran-spasial-kasus-demam-tifoid.html' title='GAMBARAN SPASIAL KASUS DEMAM TIFOID DENGAN METODE GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM)  DI KECAMATAN PANAKKUKANG  KOTA MAKASSAR TAHUN 2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4211020302737073244</id><published>2010-09-05T18:38:00.001+08:00</published><updated>2010-09-05T18:40:12.442+08:00</updated><title type='text'>Download Daftar alamat web Journal Kesehatan Internasional</title><content type='html'>Yang mau penelitian kesehatan khususnya ana' EPID pasti bingung cari jurnal khan...berikut ada beberapa alamat jurnal iNTERNASIONAL,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik yang gratisan maupun berbayar..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa terbuka semua coz belum coba semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.4shared.com/document/eeedaZOQ/DAFTAR_LINK_ALAMAT_WEB_JOURNAL.html"&gt;-DOWNLOAD DAFTAR JOURNAL-&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rumahmaya-idn.blogspot.com"&gt;-idn-&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4211020302737073244?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4211020302737073244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4211020302737073244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4211020302737073244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4211020302737073244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/09/download-daftar-alamat-web-journal.html' title='Download Daftar alamat web Journal Kesehatan Internasional'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4549557237894917358</id><published>2010-09-05T18:01:00.001+08:00</published><updated>2010-09-05T18:06:15.871+08:00</updated><title type='text'>Just Share (Tutorial pencarian Jurnal Kesehatan)</title><content type='html'>Ini ada link Tutorial bagaimana mengoptimalkan Pencarian Journal Internasional&lt;br /&gt;American Journal of Public Health (&lt;a href="http://ajph.org"&gt;AJPH)&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu situs yang menyediakan artikel Public Health dan bisa diakses dengan bebas(Free)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kmpk.ugm.ac.id/data/tutorial/Pencarian_Jurnal_AJPH.pdf"&gt;Download Tutorial&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : KMPK IKM UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rumahmaya-idn.blogspot.com"&gt;-IDN-&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4549557237894917358?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4549557237894917358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4549557237894917358' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4549557237894917358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4549557237894917358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/09/just-share-tutorial-pencarian-jurnal.html' title='Just Share (Tutorial pencarian Jurnal Kesehatan)'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-7093776533493164567</id><published>2010-09-03T10:02:00.000+08:00</published><updated>2010-09-03T10:04:11.869+08:00</updated><title type='text'>Mencoba Memahamimu  "Epid"</title><content type='html'>Sebagai kausal yang senantiasa berinferensi, pun tak ku tau bagaimana lg kan mengujinya..&lt;br /&gt;Dengan analitik untuk mencarimu atau pun dengan deskriptif untuk menggambarkanmu....&lt;br /&gt;Apakah kau hanya menjadi faktor risiko yang senantiasa diuji untuk membuktikan keberadaanmu??&lt;br /&gt;Sebagai virus yang menginfeksi...terus menjangkiti, hingga akhirnya menjadi sebuah kasus...&lt;br /&gt;"Natural History"....tapi kali ni bukan "of Dissease"...yah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya menguji kekuatan hubungan "Strength of Assosiation"..&lt;br /&gt;Menentukan nilai prevalensi mu..tidaklah mudah...&lt;br /&gt;Hanya bisa melihatmu secara retrospektif dengan cross sectional, namun tak juga kutemukan nilai mu..&lt;br /&gt;Entah dengan matriks ordo apalagai kan ku uji....dengan matriks ordo 2x2 pun blm ku temui...&lt;br /&gt;Karenahal ini bukan menyangkut keterpaparan maupun ketidakterpaparan...tapi lebih dari itu...&lt;br /&gt;Haha...mungkin dengn mix metodologi...yah.. butuh penjelasan kualitatif untuk semua ini...butuh "indepth interview" dengan mu...&lt;br /&gt;Tapi....bilamanakah semua itu terjadi?????sedangkan untuk menentukan dimensi-dimensi dari variable mu saja belum dapat kulakukan....&lt;br /&gt;Seperti halnya host yang dipengaruhi oleh agent dan lingkungannya....selalumerangkai Tanya "Siapa", "Kapan". Dan "Dimana"???&lt;br /&gt;Dapat kah saya menemukan determinan mu yang sesungguhnya?? Frekuensitasmu tak terukur lagi...pun telah terdistribusi.&lt;br /&gt;Butuh Vailiditas yang tinngi dan realibilitas untuk menemukan semuanya................(idn).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Diah DP 05&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-7093776533493164567?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/7093776533493164567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=7093776533493164567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7093776533493164567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7093776533493164567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/09/mencoba-memahamimu-epid.html' title='Mencoba Memahamimu  &quot;Epid&quot;'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-299351010656353905</id><published>2010-06-03T00:20:00.002+08:00</published><updated>2010-06-03T00:24:56.308+08:00</updated><title type='text'>Kualitas Pelayanan di RSPWS yang Masih Perlu di Benahi</title><content type='html'>Bulan April lalu di tahun ini, sejumlah Mahasiswa yang meyebut dirinya dalam Front Pemuda Bersatu (FPB) Korps Mahasiswa Kota Makassar Melakukan aksi protes terhadap layanan kesehatan di Cardiac Center di Rumah Sakit Pendidikan Wahidin Sudirohusodo. Hal ini terkait adanya ketidakpuasaan terhadap pelayanan yang diberikan di bagian tersebut. (http://metronews.fajar.co.id/read/90429/61/unjuk-rasa-protes-pelayanan-cardiac-centre)&lt;br /&gt; Dari data yang diperoleh, beberapa indikator pelayanan kesehatan yang dinilai tidak sesuai dengan hak pasien adalah&lt;br /&gt;1. Praktik tidak menyenangkan Pasien, dimana pasien tidak diberi kewenangan untuk  memilih dan menentukan dokter spesialis jantung. Yang ada Pasien mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan, yakni dokter malah bersikap emosi kepada pasien.&lt;br /&gt;2. Jika pasien tidak memenuhi ketentuan yang telah digariskan, Pasien dipersilahkan pindah ke rumah sakit lain.&lt;br /&gt;3.   Hanya dokter tertentu yang boleh memasukkan dan menangani pasien di Cardio Vaskuler Care Unit (CVCU). Dokter non Dosen tidak boleh menangani jika hendak menangani sendiri di CVCU.&lt;br /&gt;Sejauh ini, sejumlah pasien telah mengeluh (yang terdeteksi 6 orang) dengan pelayanan yang kurang simapatik, etis dan profesional tersebut. Namun, hingga saat ini belum ditemukan data yang jelas mengenai data pasti jumlah pasien, masalah ini tentunya fenomena gunung es. Dimana, telah banyak yang menjadi korban ketakadilan tersebut. Hingga saat ini, setelah melakukan penelusuran, pasien yang pernah mendapatkan layanan medis tersier di cardiac dan menilai pelayanan yang didapatkannya sangat bertolak belakang dengan hak-hak pasien, yakni dua dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. &lt;br /&gt;Salah satunya adalah Dr. Ir. Djoni Prawira, M.S yang pernah melakukan operasi pemasangan cincin di jantungnya. Karena setelah melakukan tindakan dilakukan kateter dan diberi resep obat oleh seorang oknum dokter di cardiac center, ia merasa tubuhnya mengalami pusing dan pada saat dikateter, ia merasa mual. Akhirnya iapun, berinisiatif untuk mengganti dokter dinilainya lebih pantas atau yang dinilainya telah sejak lama mengetahui rekam jejak penyakitnya. Namun, dosen ini mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Dosen yang  menanganinya saat itu, malah bersikap emosional (Marah) terhadap pasien. Dan buruknya itu termasuk aturan yang harus dipatuhi, jika tak mau mengikuti aturan silahkan pindah ke rumah sakit lain.&lt;br /&gt;Dekan fakultas Peternakan yang saat itu mendampingi Djoni, Prof. Dr. Ir. Syamsuddin Hasan, M. Sc, yang menyaksikan perdarahan pasca kateter, ia pun merasa ada tindakan yang ganjal dari dokter yang dimaksud, rabu (7/04). Merasa harus berkonsultasi kepada orang yang lebih tahu dengan kondisi seperti itu. Akhirnya ia pun meminta tanggapan kepada Prof Idrus A. Paturusi SP.B, SP.BO mengenai tindakan yang harus diambilnya saat itu. Alhasil, syamsuddin pun disarankan untuk mengganti dokter yang menanganinya. Dan dokter yang dimaksud masih dalam wilayak kerja RSPWS. Namun, hal itu tidak dibenarkan oleh pihak cardiac center dengan alasan dokter pengganti tersebut bukanlah seorang dosen.&lt;br /&gt;  Kini, seorang dosen fakultas Peternakan juga mengalami hal yang sama, namun sayang, tak ada keberanian pasien untuk memperjuangkan hak pasiennya yang telah tertuang dalam undang-undang. Adanya perasaan tidak enak kepada dokter terkait jika harus mengganti pasien akhirnya membuatnya surut untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konflik Internal Dokter Di balik Rendahnya kualitas pelayanan di Bagian Cardiac Center Rumah Sakit Pendidikan Wahidin Sudirohusodo Makassar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketakpuasaan pasien akibat rendahnya kualitas pelayanan kesehatan tentunya disebabkan oleh berbagai faktor. Dari penelusuran di lapangan, hal yang mencuat adalah adanya aturan internal rumah sakit yang lebih dijunjung tinggi dari peraturan perundang-undangan itu sendiri.&lt;br /&gt;Hubungan senioritas yang kuat antara sesama profesi dokter membuat, tak ada yang berani menlakukan tindakan cepat jika seorang dokter apalagi senior melakukan ketidaktelitian atau kesalahan. Hal ini tentunya mempengaruhi sistem yang ada. alhasil yang menjadi korban adalah pasien yang tak tahu menahu dengan sistem yang ada dalam rumah sakit tersebut.&lt;br /&gt;Tak hanya itu, adanya persaingan dan unsur kapitalisme yang terpatron dalam kepala dokter menjadi biang masalah buruknya kualitas pelayanan kesehatan. Persaingan untuk mendapatkan pasien dan adanya persaingan kubu dalam rumah sakit mengorbankan pasien yang seharusnya mendapat pelayanana yang baik. &lt;br /&gt;Unsur kapitalisme, ingin mengeruk keuntungan yang berlebihan melalui proses medis juga menjadi penyebab. Misalnya yang dialami oleh Djoni, oleh dokter yang pertama menanganinya, ia diberitahukan bahwa untuk pemasangan  satu cincing jantung ditanggung oleh asuransi kesehatan. Selebihnya menjadi tanggungan pasien dengan biaya RP 30 juta.&lt;br /&gt;seharusnya pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bidang kesehatan yang kelak akan memberikan jasa pelayanan yang sesungguhnua di masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-299351010656353905?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/299351010656353905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=299351010656353905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/299351010656353905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/299351010656353905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/06/kualitas-pelayanan-di-rspws-yang-masih.html' title='Kualitas Pelayanan di RSPWS yang Masih Perlu di Benahi'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2883792664080448669</id><published>2010-06-02T18:27:00.002+08:00</published><updated>2010-06-02T18:37:12.130+08:00</updated><title type='text'>Masihkah Kita Bergantung pada Pihak Asing ?</title><content type='html'>Masih ingatkah anda dengan kejadian pada tahun 2009?, dimana setiap Negara was-was dengan  berbagai macam virus flu. Diantaranya flu burung dan flu babi yang  menggemparkan dunia karena banyaknya korban akibat penyakit ini. Tak hanya korban, tapi vaksin yang dibutuhkan oleh Negara membutuhkan dana tak sedikit. &lt;br /&gt;Harga satu dosis vaksin influenza sekitar 1 dollar amerika (sekira Rp 100.000). jika vaksin harus disediakan dalam skala 10 % dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekira 20 jutaan kepala, maka untuk vaksin saja, negara kita menghabiskan uang 2 triliun. &lt;br /&gt;Tentunya jika kita lihat kondisi Indonesia yang berprilaku komsumtif, hanya dapat memasok dari pihak asing, uang Negara yang dihabiskan tak sedikit.&lt;br /&gt;Memang menurut data, di tahun 2009 kemarin, hanya 1000-an penduduk yang positif terkena virus flu H1N1, tapi, masa mendatang  sedang menunggu, dan tak dapat dipungkiri kejadian yang sama akan terulang. Tentunya serangan yang akan datang perlu diantisipasi.&lt;br /&gt;Namun, Indonesia perlu sedikit merasa lega karena Unair telah berhasil menghasilkan bibit vaksin H1N1 dan H5N1 di laboratorium Avian Influenza ITD Unair.  Mereka menargetkan vaksin H5N1 siap diproduksi dalam skala industri pada tahun 2011. Sedangkan H1N1 pada tahun 2010 ini. lalu, bagaimana dengan universitas kita? atau kita sebagai orang yang bergelut di bidang kesehatan, sumbangsih apa yang telah kita berikan kepada bangsa kita? tentunya hal itu menjadi tantangan kita kini dan di masa mendatang.&lt;br /&gt;Diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2883792664080448669?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2883792664080448669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2883792664080448669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2883792664080448669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2883792664080448669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/06/masihkah-kita-bergantung-pada-pihak.html' title='Masihkah Kita Bergantung pada Pihak Asing ?'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2188485197693987913</id><published>2010-06-02T18:05:00.004+08:00</published><updated>2010-06-02T18:16:59.238+08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Jurnalistik Ala Epidemiologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/TAYvZPF2s2I/AAAAAAAAAK4/vErKNDDRCyc/s1600/Foto+00880.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/TAYvZPF2s2I/AAAAAAAAAK4/vErKNDDRCyc/s320/Foto+00880.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478118107337110370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan tema "Teknik Melempar isu Kesehatan di Media," akhirnya himpunan Mahasiswa epidemiologi melaksanakan pelatihan berbasis Jurnalistik, sabtu (22/05). Kegiatan yang minim peserta yakni dihadiri oleh 13 mahasiswa ini, berjalan dengan lancar. Kegiatan yang berlangsung di lantai 1, ruangan K 112 ini, dibuka oleh Ketua Jurusan epidemiologi, Wahiduddin Kamaruddin SKM, M.Kes. Dalam acara pembukaan tersebut, Wahid mengatakan, walaupun secara kuantitas, peserta sangat minim tapi tidak menjadikan kualitas acara ini ikut minim. "Dari kegiatan tersebut ada output yang dihasilkan," tambahnya di sela-sela acara pembukaan.&lt;br /&gt;Output acara tersebut nampaknya mulai terpikirkan oleh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Semua peserta berkomitmen untuk melakukan pertemuan rutin untuk mengasah keterampilan desain grafis. Direncanakan kegiatan terebut akan berlangsung sekali seminggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2188485197693987913?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2188485197693987913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2188485197693987913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2188485197693987913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2188485197693987913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/06/pelatihan-jurnalistik-ala-epidemiologi.html' title='Pelatihan Jurnalistik Ala Epidemiologi'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/TAYvZPF2s2I/AAAAAAAAAK4/vErKNDDRCyc/s72-c/Foto+00880.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1491878822984621469</id><published>2010-03-03T10:07:00.003+08:00</published><updated>2010-03-03T10:13:02.394+08:00</updated><title type='text'>SURVEI  TINDAKAN  BERISIKO TERHADAP  KESEHATAN  PADA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR  TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S43FlN8efsI/AAAAAAAAAKw/Rv2dzFEtJbQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S43FlN8efsI/AAAAAAAAAKw/Rv2dzFEtJbQ/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444224767749947074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mughnizah, Dian Sidik, Rismayanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;Anak jalanan adalah  sebutan bagi anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan  namun biasanya masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Jumlah anak jalanan dengan perilaku berisiko di Indonesia, yaitu  mencapai 144.889 orang dan sebagian diantaranya pengguna  NAPZA (Depkes,2007). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran tindakan berisiko terhadap kesehatan (merokok, mengkonsumsi alkohol, menggunakan NAPZA, menggunakan  tato dan  tindik, serta melakukan aktivitas seks)  yang dilakukan oleh anak jalanan di Kota Makassar Tahun 2009. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi anak jalanan tahun 2008 yaitu 774 orang . Sampel  merupakan  sebagian dari anak jalanan yang diperoleh selama penelitian berlangsung menggunakan  metode accidental sampling. Jumlah sampel pada peneletian itu yaitu 125 sampel. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan bahwa tindakan berisiko terhadap kesehatan yang dilakukan oleh anak jalanan meliputi merokok (55,2 %), minum minuman beralkohol (32%), Mengkonsumsi NAPZA sebanyak 24 %, memakai tato dan tindik sebanyak 15,2 %, serta aktivitas seks diantaranya 28 %  pernah berpegangan tangan, 10,4% pernah ciuman pipi, 8,8% , pernah ciuman bibir,   3,2% pernah meraba, 11,2% pernah berpelukan, 3,2% pernah masturbasi/onani, 2,4%  pernah melakukan seks oral, 2,4% , pernah  melakukan petting, dan 1,6% pernah melakukan hubungan kelamin (intercourse). Penelitian ini menyarankan agar perlunya diadakan kerjasama lintas sektor dalam hal pendampingan dan  sosialisasi yang lebih efektif  tentang bahaya tindakan berisiko terhadap kesehatan yang dilakukan  pada anak jalanan dan keluarga mereka,  dan  perlunya diadakan  razia kepemilikan  NAPZA utamanya  jenis  lem  untuk  mencegahnya makin banyaknya anak-anak yang melakukan tindakan berisiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci    : Tindakan Berisiko, Anak Jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1491878822984621469?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1491878822984621469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1491878822984621469' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1491878822984621469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1491878822984621469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/03/survei-tindakan-berisiko-terhadap.html' title='SURVEI  TINDAKAN  BERISIKO TERHADAP  KESEHATAN  PADA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR  TAHUN 2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S43FlN8efsI/AAAAAAAAAKw/Rv2dzFEtJbQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1108726843239374307</id><published>2010-02-25T06:56:00.006+08:00</published><updated>2010-02-26T06:12:27.941+08:00</updated><title type='text'>“FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASAMBA, KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2009“</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S4XSWRmog4I/AAAAAAAAAKo/0Gf16ErUzd4/s1600-h/imageBlog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S4XSWRmog4I/AAAAAAAAAKo/0Gf16ErUzd4/s320/imageBlog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441987004871508866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Purbaya,Ridwan Amiruddin,Wahiduddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian ibu karena kehamilan dan persalinan sangat erat kaitannya dengan penolong persalinan. Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup melalui pelaksanaan MPS (Making Pregnancy Safer) dengan salah satu pesan kunci yaitu setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Masamba, Kabupaten Luwu Utara tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study, sebanyak 209 responden dipilih dengan metode proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Uji analisis yang digunakan yaitu uji Chi Square dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05. Hasil analisis bivariat didiperoleh, hubungan antara tidak memanfaatkan penolong persalinan dengan pendidikan tinggi sebanyak 30,7% dengan nilai p=1,000 (p&gt;0,05), kurangnya pengetahuan sebanyak 65,7% dengan nilai p=0,000 (p&lt;0,05), kebiasaan keluarga yang tidak baik dalam pertolongan persalinan sebanyak 71,0% dengan nilai p=0,000 (p&lt;0,05), tidak terjangkaunya sarana pelayanan kesehatan sebanyak 33,3% dengan nilai p=1,000 (p&gt;0,05), dan mampu dalam membayar pembiayaan pra dan pasca persalinan sebanyak 30,7% dengan nilai p=1,000 (p&gt;0,05). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pendidikan, keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan, dan kemampuan membayar tidak mempunyai hubungan dengan pemanfaatan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Masamba. Sedangkan pengetahuan dan kebiasaan keluarga mempunyai hubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Disarankan kepada Dinas Kesehatan untuk lebih menggalakkan program-program yang dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan wanita hamil tentang persalinan terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah terpencil.&lt;br /&gt;Kata Kunci  : Penolong persalinan, ibu hamil&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Download Jurnalnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/229164283/b48474b6/Jurnal_Penolong_Persalinan.html" target=_blank&gt;Klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1108726843239374307?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1108726843239374307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1108726843239374307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1108726843239374307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1108726843239374307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/02/faktor-yang-berhubungan-dengan.html' title='“FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASAMBA, KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2009“'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S4XSWRmog4I/AAAAAAAAAKo/0Gf16ErUzd4/s72-c/imageBlog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-3213807713787700810</id><published>2010-02-20T16:29:00.001+08:00</published><updated>2010-02-20T16:30:21.890+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3-dkWBU1fI/AAAAAAAAAKQ/SNTFUHmKViU/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3-dkWBU1fI/AAAAAAAAAKQ/SNTFUHmKViU/s400/untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440240122598839794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-3213807713787700810?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/3213807713787700810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=3213807713787700810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3213807713787700810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3213807713787700810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/02/blog-post_20.html' title=''/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3-dkWBU1fI/AAAAAAAAAKQ/SNTFUHmKViU/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2392052220753809070</id><published>2010-02-19T12:54:00.000+08:00</published><updated>2010-02-19T12:55:41.787+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S34ZoALVp8I/AAAAAAAAAJo/zzYd2ks2ESA/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S34ZoALVp8I/AAAAAAAAAJo/zzYd2ks2ESA/s400/untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439813574943156162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2392052220753809070?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2392052220753809070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2392052220753809070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2392052220753809070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2392052220753809070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/02/blog-post_19.html' title=''/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S34ZoALVp8I/AAAAAAAAAJo/zzYd2ks2ESA/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1303346381457141964</id><published>2010-02-17T21:44:00.000+08:00</published><updated>2010-02-17T21:45:39.007+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3vy1g9cMuI/AAAAAAAAAJY/QPuiA96lX0Q/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3vy1g9cMuI/AAAAAAAAAJY/QPuiA96lX0Q/s400/untitled.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439207976174629602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1303346381457141964?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1303346381457141964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1303346381457141964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1303346381457141964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1303346381457141964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/02/blog-post.html' title=''/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3vy1g9cMuI/AAAAAAAAAJY/QPuiA96lX0Q/s72-c/untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2967093753215716326</id><published>2010-02-10T21:14:00.004+08:00</published><updated>2010-02-19T01:48:18.738+08:00</updated><title type='text'>FUNGSI DAN UNSUR-UNSUR SURVAILLANS DI MASYARAKAT DAN RUMAH SAKIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3KyD8e9biI/AAAAAAAAAJQ/H3urRAY_2Po/s1600-h/dokumentasi_kit_petugas_kesehatan_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3KyD8e9biI/AAAAAAAAAJQ/H3urRAY_2Po/s200/dokumentasi_kit_petugas_kesehatan_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436603481034944034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Surveillance is the ongoing and systematic collection, analysis, interpretation, and dissemination of health data in the process of describing and monitoring disease trends. This information can assist programs to better plan, implement, and evaluate efforts to control STDs. For this reason, surveillance is a core public health function and must be considered one of the most essential and of the highest priority in any STD prevention program. This chapter examines the objectives of a STD surveillance system, describes the components and operation of such a system, and provides case definitions for selected STDs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setiap organisasi pelayanan Kesehatan masyarakat butuh data dan informasi mengenai status kesehatan dalam ruang lingkup wilayahnya, oleh karena itu Rumah Sakit, Puskesmas Dan Dinas Kesehatan memerlukan suatu sistem dan program yang akurat, sistematis, berkesinambungan  dan dapat dipercaya dalam hal pengumpulan data tersebut.&lt;br /&gt; Salah satu program yang terpenting dalam hal penanganan kesehatan secara terencana dan terprogram yaitu dengan mengadakan Surveillans. Survaillans ini merupakan suatu proses pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangannya.&lt;br /&gt; Informasi dan data yang di dapat dari hasil survaillans digunakan untuk perencanaan, penerapan (implementasi) serta evaluasi tindakan (intervensi) dari program kesehatan masyarakat. Dengan demikian kita dapat melihat mana kasus kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas penangan dan dapat menentukan arah kebijakan selanjutnya. Data Survaillans ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kegiatan dan menilai efektifitas kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Unsur-unsur yang terkait dengan Survaillans&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; Dalam pelaksanaannya program survaillans diperlukan berbagai unsur yang saling terkait untuk menghasilkan data-data yang akurat, sederhana, teratur dan terencana. Unsur-unsus utama tersebut meliputi :&lt;br /&gt;a. Collection, atau yang disebut dengan pengumpulan data dan mencatat kejadian-kejadian secara jelas, tepat, terpercaya, validitas dan sesuai dengan tujuan survaillans yang direncanakan&lt;br /&gt;b. Tabulasi/Pengelolaan data, data yang telah masuk tadi kemudian disusun sedemikian rupa dan sesederhana mungkin sehingga data-data tersebut dapat dianalisis dengan mudah, data tersebut dapat berbentuk grafik, tabel ataupun peta yang dapat memberikan penjelasan yang berarti&lt;br /&gt;c. Analysis, data yang sudah diolah kemudian dianalisis sehingga menimbulkan interpretasi agar dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat dan dapat disebarluaskan agar informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;d. Plaining, atau perencanaan,  setelah data diinformasikan kepada pihak yang membutuhkan, hasil informasi itu kemudian dibuat suatu perencanaan program kesehatan untuk diemplementasikan ke masyarakat&lt;br /&gt;e. Evaluasi, merupakan tahapan penilaian hasil survaillans untuk mengetahui sampai sejauh mana fungsi dan keefektifitasannya di lapangan dan untuk menentukan kebijakan dan program yang baik selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Survaillans di Masyarakat&lt;br /&gt; Banyaknya masalah kesehatan di masyarakat sekarang ini, membutuhkan analis data secara teratur dan berkesinambungan untuk mengetahui kecendrungan munculnya penyakit pada masa-masa tertentu dan mengetahui daerah geografis dimana jumlah kasus/penularan meninggi atau menurun. Serta berbagai kelompok umur, jenis kelamin, ras dan status sosial ekonomi serta pekerjaannya yang rentan terhadap penyakit.&lt;br /&gt; Pelaksanaan survaillans di masyarakat dilakukan dengan dua cara yaitu Survaillans pasif dan survaillans aktif. Pada pelaksanaan survaillans pasif masyaraktlah yang kemudian melaporkan sejumlah penyakit yang dideritanya pada Instansi-Instansi  Pelayanan Kesehatan, mulai dari tingkat Puskesmas, rumah sakit sampai Dinas Kesehatan Pusat. Data yang kemudian masuk diolah dan dianalis untuk disebarluaskan apabila kejadian tersebut bersifat luar biasa (KLB).&lt;br /&gt; Bentuk survaillans aktif biasanya dilakukan bila ada penyakit baru yang ditemukan, atau bila ada perkiraan peningkatan resiko penduduk karena perubahan musim, begitupula ketika muncul penyakit bau di suatu daerah yang virgin. Pelaksanaan survaillans aktif ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang telah tunjuk  dalam masa interval tertentu untuk mengumpulkan keterangan tentang ada atau tidak kasus baru penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survaillans di Rumah Sakit&lt;br /&gt; Dalam decade terakhir terjadi peningkatan fungsi Rumah sakit, selain untuk perawatan penyakit menular, rumah sakit juga berfungsi untuk menangani kasus penyakit tidak menular seperti kecelakaan. Berbeda dengan Puskesmas acupan wilayah Rumah sakit sangat luas, seperti Rumah Sakit Propinsi dan Rumah sakit regional yang merupakan tempat-tempat rujukan dari berbagai puskesmas. &lt;br /&gt; Tingginya penyakit menular di Ruang Lingkup Rumah sakit membuat orang-orang yang berada didalamnya harus memiliki skill dan kemampuan yang baik untuk menghadapi semua persoalan. Termasuk juga dalam hal pengumpulan dan pengelolaan data. &lt;br /&gt; Untuk megatasi masalah penularan penyakit maka perlu dibuat suatu sistem epidemiologi survaillans yang efektif, akurat, sederhana dan terpercaya. Hal ini bertujuan agar nantinya tidak terjadi penularan infeksi nosokomial di dalam ruang lingkup rumah sakit. Hal ini akan menghindari terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat dari suatu sistem Survaillans&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hal penilaian dari suatu sistem survaillans, maka dapat dinilai berdasarkan sifat-sifatnya, Sifat-sifat Survaillans meliputi :&lt;br /&gt;1. Kesederhanaan, Suatu data atau informasi harus diolah sesederhana mungkin tapi tetap dapat dilihat secara jelas tujuan-tujuannya, ksederhanaan inierat kaitannya dengan ketepatan waktu dan hal ini mempengaruhi besarnya biaya operasional yang dibutuhkan untuk melaksanakan sistem terebut.&lt;br /&gt;2. Fleksibilitas, yang dimaksud dengan fleksibilitas bahwa survaillans harus mampu menyusaikan diri terhadap perubahan informasi yang dibutuhkan maupun terhadap keadaan lapangan dengan keterbatasan waktu, personil dan anggaran.&lt;br /&gt;3. Kemampuan untuk dapatmenerima (Accptability), hal ini dapat dilihat dari partisipasi subjek dan pelaksana survaillans, kelengkapan bentuk laporan, ketepatan waktu pelaporan dll.&lt;br /&gt;4. sensitivitas, merupakan kemampuan sistem tersebut untuk mendapatkan dan menjaring data dan informasi yang akurat. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, Pertama Tingkat Validitas informasi yang dikumpulkan oleh sistem, Kedua, pengumplan informasi diluar sistem untuk menentukan frekuensi keadaan/peristiwa dalam komunitas&lt;br /&gt;5. Nilai Ramal Possitif, merupakan proporsi orang-orang yang diidentifikasi sebagai kasus yang sesungguhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manfaat Survaillans dalam lingkup Masyarakat&lt;br /&gt;Sistem survaillans mempunyai beberapa manfaat utama baik itu bagi masyarakat, maupun Instnsi-Instansi pelayanan kesehatan, kegunaan utama yaitu :&lt;br /&gt;1. Dengan survaillans identifikasi terjadi wabah dapat dilaksanakan dengan cepat dan efektif&lt;br /&gt;2. Survaillans digunakan untuk mengukur tingkat keefektifitasan suatu program penanggulangan penyakit dengan membandingkan besaran masalah antara sebelum dan sesudah pelaksanaan program&lt;br /&gt;3. Data dari hasil survaillans baik di puskemas maupun di RS ini dapat memberi gambaran perencanaan program kesehatan selanjutnya.&lt;br /&gt;4. mengenali kelompok-kelompok yang beresiko tinggi dan wilayah geografisnya dan perkembangan penyakit tersebut dari waktu ke waktu&lt;br /&gt;5. Mengetahui lebih banyak lagi tentang jenis-jenis vector,agent dan lingkungan yang berpotensi dalam penularan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh komplomen dari sistem survailans&lt;br /&gt;Survei Kesehatan Nasional (SURKESNAS), sebagai komplemen dari sistem surveilens, pencatatan/pelaporan dan registrasi yang ada, dikembangkan untuk mendukung kebutuhan data kesehatan untuk Pembangunan Nasional Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010. Surkesnas sebagai bentuk integrasi berbagai survei nasional, mengumpulkan data kesehatan yang lebih ‘cost-effective’ dan menghindari duplikasi yang tidak diperlukan. Surkesnas menekankan prinsip ‘Client Oriented Research Activity (CORA)’ atau ‘Health System Research (HSR)’. &lt;br /&gt;SURKESNAS terdiri dari Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2001, dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002, menghasilkan data berbasis populasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan, penilaian, dan perencanaan program di tingkat nasional dan regional. Dukungan data SURKESNAS diharapkan lebih memantapkan perencanaan program kesehatan berdasar fakta (evidence-based programming). &lt;br /&gt;SURKESNAS 2001 menemukan isu-isu kesehatan antara lain masih belum meratanya pelayanan kesehatan, adanya keragaman status kesehatan menurut daerah dan kawasan, masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang cenderung stagnan, serta dihadapkan pada transisi epidemiologi yang berkepanjangan yang menambah banyak beban kesehatan. &lt;br /&gt;Analisis kebijakan berdasar data SURKESNAS 2001, yang dilengkapi dengan temuan-temuan lainnya, dimaksudkan untuk menggali lebih lanjut isu-isu penting kesehatan agar dapat diformulasikan alternatif kebijakan guna mengefisiensikan sumber daya yang terbatas.(idn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download Modul Epidemiological Studies&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/224679240/32e0ca15/Epidemiological_Studies_-_A_Pr.html"&gt; Download Modul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2967093753215716326?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2967093753215716326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2967093753215716326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2967093753215716326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2967093753215716326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2010/02/fungsi-dan-unsur-unsur-survaillans-di.html' title='FUNGSI DAN UNSUR-UNSUR SURVAILLANS DI MASYARAKAT DAN RUMAH SAKIT'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/S3KyD8e9biI/AAAAAAAAAJQ/H3urRAY_2Po/s72-c/dokumentasi_kit_petugas_kesehatan_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-7708699427828374449</id><published>2009-12-22T09:41:00.002+08:00</published><updated>2009-12-22T09:46:26.853+08:00</updated><title type='text'>Refleksi Hari Ibu : Di Balik Angka Kematian ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SzAk4ylhT7I/AAAAAAAAAJI/Zd5JIHN1wus/s1600-h/300808ib.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SzAk4ylhT7I/AAAAAAAAAJI/Zd5JIHN1wus/s200/300808ib.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417870909797126066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wajah-wajah siapakah yang terbias di balik angka-angka tersebut, bagaimana kisah mereka? Apakah mimpi mereka? Mereka telah meninggalkan keluarga dan anak-anak mereka. Mereka juga meninggalkan sesuatu dibalik kisah dan kesimpulan tentang mengapa hidup mereka telah berakhir dengan begitu cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petikan beberapa kisah dibalik angka keatian ibu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;….Waktu itu bagus (lancar) keluar, itumi kenapa tidak panggil bidan karena lancarji persalinannya, akhirnya satu jam kapan setelah melahirkan, darah keluar mengalir, nanti meninggal baru diliat pendarahan, baru pergi cari bidan…. (Kasus A, SHR 27 tahun, 2 April 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;…itu hari dokter di puskesmas yang periksa, tinggi tekanan darahnya langsung dikasi rujukan ke RS Bulukumba, tapi ini ibu tidak langsung kesana karena belum siap belum ada sakit-sakit katanya, besok siang tiba-tiba kejang baru dibawa ke RS, menurut keluarganya “beberapa menit anaknya lahir meninggalki, kemungkinan eklamsia itu… (Kasus B, Bidan ML 28 tahun, 3 April 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suami itu berkeras tidak mau membawa istirinya ke rumah sakit kepada bidan dia menyatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mati atau hidup istri saya melahirkan disini, karena mati atau hidup itu khan takdir” &lt;/span&gt; BIdan lalu berupaya sekut tenaga untuk menolong persalinan tersebut, namun saying maut lebih cepat mencemput sang ibu dan bayinya (Kasus C).&lt;br /&gt;Itu hanya sekelumit cerita tentang kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan, masih banyak kisah-kisah lain yang lebih teragis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran buruk tentang peningkatan global kematian maternal seperti sudah terpatri dibenak setiap orang. Siapapun dapat mengulangi cerita tersebut, seakan melafalkan mantera dan tanpa pernah mencoba untuk berpikir apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah besar dan berat tersebut. Mungkin akan menimbulkan masalah yang rumit apabila kita dihadapkan dengan tujuan dan target yang cukup menantang (dibuat oleh setiap Negara) untuk menurunkan jumlah kematian maternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, simak masalah dibalik angka-angka di dalam kalimat ini : Setiap tahun, sekitar 8 juta perempuan menderita komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan lebih dari setengah juta telah meninggal. Di banyak Negara berkembang 1 diantara 16 wanita akan meninggal akibat komplikasi kehamilan.Bandingkan dengan 1 diantara 5000 di Negara maju. Setiap kematian atau komplikasi berkepanjangan dari seorang perempuan adalah tragedikhusus bagi dirinya,suaminya anaknya dan keluarganya. Lebih tragis lagi setiap tahun diperkirakan 1 juta anak meninggal menyusul kematian ibu mereka. Anak-anak yang ibunya meninggal kurang mendapat perhatian dan perawatan dibandingkan dengan yang memiliki ibu yang masih hidup (WHO,2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu Negara yang masih belum bisa lepas dari belitan angka kematian Ibu yang tinggi, Bahkan tertinggi di Asia menurut SDKI, 2007 Angka kematian Ibu masih mencapai 248/100.000 Kelahiran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka-angka diatas memang cukup mengejutkan, tetapi hal ini hanya sebagian dari masalah yang sesungguhnya. Secara khusus tidak dapat diungkapkan tentang wajah-wajah dibelakang angka-angka tersebut, kisah tersendiri tentang derita, cemas dan alasan dasar yang sebenarnya sehingga menyebabkan perempuan tertentu meninggal dunia. Yang paling penting, semua itu tidak mampu menceritakan mengapa masih saja terjadi kematian, padahal ilmu pengetahuan dan sumberdaya untuk mencegah kematian tersebut telah tersedia atau dapat diperoleh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;by : Indra Dn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-7708699427828374449?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/7708699427828374449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=7708699427828374449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7708699427828374449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7708699427828374449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/12/refleksi-hari-ibu-di-balik-angka.html' title='Refleksi Hari Ibu : Di Balik Angka Kematian ibu'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SzAk4ylhT7I/AAAAAAAAAJI/Zd5JIHN1wus/s72-c/300808ib.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2631261929523880933</id><published>2009-12-19T11:18:00.001+08:00</published><updated>2009-12-19T11:20:18.648+08:00</updated><title type='text'>Malaria dan Penanganannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SyxGWJzSy_I/AAAAAAAAAJA/Cs129Vj6nBc/s1600-h/malaria-lifecycle.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SyxGWJzSy_I/AAAAAAAAAJA/Cs129Vj6nBc/s200/malaria-lifecycle.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416781798221990898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : infeksi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan. Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.&lt;br /&gt;Dengan munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan residu insektisida, penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat. Sejak tahun 1950, malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua Eropa dan di daerah seperti Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun penyakit ini masih menjadi masalah besar di beberapa bagian Benua Afrika dan Asia Tenggara. Sekitar 100 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar 1 persen diantaranya fatal. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya, malaria merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang.&lt;br /&gt;Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi, sanitasi yang buruk, serta daerah yang terlalu padat, membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut. Pembukaan lahan-lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang bermukim didaerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Malaria yang terjadi pada manusia&lt;br /&gt;Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Gejala tiap-tiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik. Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi).&lt;br /&gt;Demam rimba (jungle fever ), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Malaria kuartana yang disebabkan oleh Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Jenis ke empat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.&lt;br /&gt;Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penanganan&lt;br /&gt;Sejak tahun 1638 malaria telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona, yang lebih dikenal dengan nama kina, yang sebenarnya beracun dan menekan pertumbuhan protozoa dalam jaringan darah. Pada tahun 1930, ahli obat-obatan Jerman berhasil menemukan Atabrine ( quinacrine hydrocloride ) yang pada saat itu lebih efektif daripada quinine dan kadar racunnya lebih rendah. Sejak akhir perang dunia kedua, klorokuin dianggap lebih mampu menangkal dan menyembuhkan demam rimba secara total, juga lebih efektif dalam menekan jenis-jenis malaria dibandingkan dengan Atabrine atau quinine. Obat tersebut juga mengandung kadar racun paling rendah daripada obat-obatan lain yang terdahulu dan terbukti efektif tanpa perlu digunakan secara terus menerus.&lt;br /&gt;Namun baru-baru ini strain Plasmodium falciparum, organisme yang menyebabkan malaria tropika memperlihatkan adanya daya tahan terhadap klorokuin serta obat anti malaria sintetik lain. Strain jenis ini ditemukan terutama di Vietnam, dan juga di semenanjung Malaysia, Afrika dan Amerika Selatan. Kina juga semakin kurang efektif terhadap strain plasmodium falciparum. Seiring dengan munculnya strain parasit yang kebal terhadap obat-obatan tersebut, fakta bahwa beberapa jenis nyamuk pembawa (anopheles) telah memiliki daya tahan terhadap insektisida seperti DDT telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit malaria di beberapa negara tropis. Sebagai akibatnya, kasus penyakit malaria juga mengalami peningkatan pada para turis dari Amerika dan Eropa Barat yang datang ke Asia dan Amerika Tengah dan juga diantara pengungsi-pengungsi dari daerah tersebut. Para turis yang datang ke tempat yang dijangkiti oleh penyakit malaria yang tengah menyebar, dapat diberikan obat anti malaria seperti profilaksis (obat pencegah).&lt;br /&gt;Obat-obat pencegah malaria seringkali tetap digunakan hingga beberapa minggu setelah kembali dari bepergian. Mefloquine telah dibuktikan efektif terhadap strain malaria yang kebal terhadap klorokuin, baik sebagai pengobatan ataupun sebagai pencegahan. Namun obat tersebut saat ini tengah diselidiki apakah dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Suatu kombinasi dari sulfadoxine dan pyrimethamine digunakan untuk pencegahan di daerah-daerah yang terjangkit malaria yang telah kebal terhadap klorokuin. Sementara Proguanil digunakan hanya sebagai pencegahan.&lt;br /&gt;Saat ini para ahli masih tengah berusaha untuk menemukan vaksin untuk malaria. Beberapa vaksin yang dinilai memenuhi syarat kini tengah diuji coba klinis guna keamanan dan keefektifan dengan menggunakan sukarelawan, sementara ahli lainnya tengah berupaya untuk menemukan vaksin untuk penggunaan umum. Penyelidikan tengah dilakukan untuk menemukan sejumlah obat dengan bahan dasar artemisin, yang digunakan oleh ahli obat-obatan Cina untuk menyembuhkan demam. Bahan tersebut terbukti efektif terhadap Plasmodium falciparum namun masih sangat sulit untuk diperbanyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / Protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria ( anopeles ) betina ( WHO 1981 ) ditandai dengan deman, muka nampak pucat dan pembesaran organ tubuh manusia. Parasit malaria pada manusia yang menyebabkan Malaria adalah Plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium ovale dan plasmodium malariae.Parasit malaria yang terbanyak di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau campuran keduanya, sedangkan palsmodium ovale dan malariae pernah ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya dan negara Timor Leste. Proses penyebarannya adalah dimulai nyamuk malaria yang mengandung parasit malaria, menggigit manusia sampai pecahnya sizon darah atau timbulnya gejala demam. Proses penyebaran ini akan berbeda dari setiap jenis parasit malaria yaitu antara 9 ? 40 hari ( WHO 1997 )&lt;br /&gt;Siklus parasit malaria adalah setelah nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria menggigit manusia, maka keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk kedalam darah dan jaringan hati. Parasit malaria pada siklus hidupnya, membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati ( ekso-eritrositer ). Setelah sel hati pecah akan keluar merozoit / kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit ( stadium eritrositer ), mulai bentuk tropozoit muda sampai sison tua / matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merosoit. Merosoit sebagian besar masuk kembali ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidup di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Pada lambung nyamuk terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Zigot akan berubah menjadi ookinet, kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah, maka keluar sporozoit dan masuk ke kelenjar liur nyamuk yang siap untuk ditularkan ke dalam tubuh manusia. Khusus P. Vivax dan P. Ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan), sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit tetapi tertanam di jaringan hati disebut Hipnosoit (lihat bagan siklus), bentuk hipnosoit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada penderita yang mengandung hipnosoit, apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah/sibuk/stres atau perobahan iklim (musim hujan), maka hipnosoit akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari dalam sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul gejala penyakitnya kembali. Misalnya 1 ? 2 tahun yang sebelumnya pernah menderita P. Vivax/Ovale dan sembuh setelah diobati, suatu saat dia pindah ke daerah bebas malaria dan tidak ada nyamuk malaria, dia mengalami kelelahan/stres, maka gejala malaria muncul kembali dan bila diperiksa SD-nya akan positif P. Vivax/Ovale.&lt;br /&gt;Pada P. Falciparum dapat menyerang ke organ tubuh dan menimbulkan kerusakan seperti pada otak, ginjal, paru, hati dan jantung, yang mengakibatkan terjadinya malaria berat/komplikasi, sedangkan P. Vivax, P. Ovale dan P. Malariae tidak merusak organ tersebut. P. falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua di dalam otak, peristiwa ini yang disebut sekuestrasi. Pada penderita malaria berat, sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20 ? 50 %, hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. Malaria pada anak sebagian kecil dapat terjadi sekuele. Pada daerah hiperendemis atau immunitas tinggi apabila dilakukan pemeriksaan SD sering dijumpai SD positif tanpa gejala klinis pada lebih dari 60 % jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN MALARIA BERAT&lt;br /&gt;Selalu lakukan pemeriksaan secara legaartis, yang tdd :&lt;br /&gt;Anamnesis secara lengkap (allo dan/ auto anamnesis bila memungkinkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;Pemeriksaan laboratorium : parasitologi, darah tepi lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal dan lain-lain untuk mendukung/menyingkirkan diagnosis/komplikasi lain, misal :: punksi lumbal, foto thoraks, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan malaria berat secara garis besar mempunyai 3 komponen penting yaitu :&lt;br /&gt;Terapi spesifik dengan kemoterapi anti malaria.&lt;br /&gt;Terapi supportif (termasuk perawatan umum dan pengobatan simptomatik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan terhadap komplikasi&lt;br /&gt;Pada setiap penderita malaria berat, maka tindakan yang dilakukan di puskesmas sebelum dirujuk adalah :&lt;br /&gt;A. Tindakan umum&lt;br /&gt;B. Pengobatan simptomatik&lt;br /&gt;C. Pemberian anti malaria pra rujukan : dosis I Kinin antipirin 10 mg/KgBB IM (dosis tunggal)&lt;br /&gt;A. Tindakan umum ( di tingkat Puskesmas ) :&lt;br /&gt;Persiapkan penderita malaria berat untuk dirujuk ke rumah sakit/fasilitas pelayanan yang lebih tinggi, dengan cara :&lt;br /&gt;Jaga jalan nafas dan mulut untuk menghindari terjadinya asfiksia, bila diperlukan beri oksigen (O2)&lt;br /&gt;Perbaiki keadaan umum penderita (beri cairan dan perawatan umum)&lt;br /&gt;Monitoring tanda-tanda vital antara lain : keadaan umum, kesadaran, pernafasan, tekanan darah, suhu, dan nadi setiap 30 menit (selalu dicatat untuk mengetahui perkembangannya)&lt;br /&gt;Untuk konfirmasi diagnosis, lakukan pemeriksaan SD tebal. Penilaian sesuai kriteria diagnostik mikroskopik.&lt;br /&gt;Bila hipotensi, tidurkan dalam posisi Trendenlenburg dan diawasi terus tensi, warna kulit dan suhu, laporkan ke dokter segera.&lt;br /&gt;Kasus dirujuk ke rumah sakit bila kondisi memburuk&lt;br /&gt;Buat / isi status penderita yang berisi catatan mengenai : identitas penderita, riwayat perjalanan penyakit, riwayat penyakit dahulu, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium (bila tersedia), diagnosis kerja, diagnosis banding, tindakan &amp; pengobatan yang telah diberikan, rencana tindakan/pengobatan, dan lain-lain yang dianggap perlu (misal : bila keluarga penderita menolak untuk dirujuk maka harus menandatangani surat pernyataan yang disediakan untuk itu). Catatan vital sign disatukan kedalam status penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengobatan simptomatik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian antipiretik untuk mencegah hipertermia : parasetamol 15 mg/KgBB/x, beri setiap 4 jam dan lakukan juga kompres hangat.&lt;br /&gt;Bila kejang, beri antikonvulsan : Dewasa : Diazepam 5-10 mg IV (secara perlahan jangan lebih dari 5 mg/menit) ulang 15 menit kemudian bila masih kejang. Jangan diberikan lebih dari 100 mg/24 jam.&lt;br /&gt;Bila tidak tersedia Diazepam, sebagai alternatif dapat dipakai Phenobarbital 100 mg IM/x&lt;br /&gt;(dewasa) diberikan 2 x sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pemberian obat anti malaria spesifik :&lt;br /&gt;Kina intra vena (injeksi) masih merupakan obat pilihan (drug of choice) untuk malaria berat. Kemasan garam Kina HCL 25 % injeksi, 1 ampul berisi 500 mg / 2 ml.&lt;br /&gt;Pemberian anti malaria pra rujukan (di puskesmas) : apabila tidak memungkinkan pemberian kina perdrip maka dapat diberikan dosis I Kinin antipirin 10 mg/KgBB IM (dosis tunggal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kina HCL 25 % (perdrip), dosis 10mg/Kg BB atau 1 ampul (isi 2 ml = 500 mg) dilarutkan dalam 500 ml dextrose 5 % atau dextrose in saline diberikan selama 8 jam dengan kecepatan konstan 2 ml/menit, diulang dengan cairan yang sama setiap 8 jam sampai penderita dapat minum obat.&lt;br /&gt;Bila penderita sudah dapat minum, Kina IV diganti dengan Kina tablet / per oral dengan dosis 10 mg/Kg BB/ x dosis, pemberian 3 x sehari (dengan total dosis 7 hari dihitung sejak pemberian infus perdrip yang pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kina tidak boleh diberikan secara bolus intra vena, karena dapat menyebabkan kadar dalam plasma sangat tinggi dengan akibat toksisitas pada jantung dan kematian.&lt;br /&gt;Bila karena berbagai alasan Kina tidak dapat diberikan melalui infus, maka dapat diberikan IM dengan dosis yang sama pada paha bagian depan masing-masing 1/2 dosis pada setiap paha (jangan diberikan pada bokong). Bila memungkinkan untuk pemakaian IM, kina diencerkan dengan normal saline untuk mendapatkan konsentrasi 60-100 mg/ml&lt;br /&gt;Apabila tidak ada perbaikan klinis setelah pemberian 48 jam kina parenteral, maka dosis maintenans kina diturunkan 1/3 - 1/2 nya dan lakukan pemeriksaan parasitologi serta evaluasi klinik harus dilakukan.&lt;br /&gt;Total dosis kina yang diperlukan :&lt;br /&gt;Hari 0 : 30 mg/Kg BB&lt;br /&gt;Hari I : 30 mg/Kg BB&lt;br /&gt;Hari II dan berikutnya : 15-20 mg/Kg BB.&lt;br /&gt;Dosis maksimum dewasa : 2.000 mg/hari.&lt;br /&gt;Hindari sikap badan tegak pada pasien akut selama terapi kina untuk menghindari hipotensi postural berat.&lt;br /&gt;Bila tidak memungkinkan dirujuk, maka penanganannya : lanjutkan penatalaksanaan sesuai protap umum Rumah Sakit (seperti telah diuraikan diatas), yaitu :&lt;br /&gt;Pengobatan spesifik dengan obat anti malaria.&lt;br /&gt;Pengobatan supportif/penunjang (termasuk perawatan umum dan pengobatan simptomatik)&lt;br /&gt;Ditambah pengobatan terhadap komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN KOMPLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Malaria cerebral&lt;br /&gt;Didefinisikan sebagai unrousable coma pada malaria falsiparum, suatu perubahan sensorium yaitu manifestasi abnormal behaviour/kelakuan abnormal pada seorang penderita dari mulai yang paling ringan sampai koma yang dalam. Terbanyak bentuk yang berat.&lt;br /&gt;Diantaranya berbagai tingkatan penurunan kesadaran berupa delirium, mengantuk, stupor, dan ketidak sadaran dengan respon motorik terhadap rangsang sakit yang dapat diobservasi/dinilai. Onset koma dapat bertahap setelah stadium inisial konfusi atau mendadak setelah serangan pertama. Tetapi ketidak sadaran post iktal jarang menetap setelah lebih dari 30-60 menit. Bila penyebab ketidaksadaran masih ragu-ragu, maka penyebab ensefalopahty lain yang lazim ditempat itu, seperti meningoensefalitis viral atau bakterial harus disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi neurologis ( 1 atau beberapa manifestasi ) berikut ini bisa ada :&lt;br /&gt;Ensefalopathy difus simetris.&lt;br /&gt;Kejang umum atau fokal.&lt;br /&gt;Tonus otot dapat meningkat atau turun.&lt;br /&gt;Refleks tendon bervariasi.&lt;br /&gt;Terdapat plantar fleksi atau plantar ekstensi.&lt;br /&gt;Rahang mengatup rapat dan gigi kretekan (seperti mengasah).&lt;br /&gt;Mulut mencebil (pouting) atau timbul refleks mencebil bila sisi mulut dipukul.&lt;br /&gt;Motorik abnormal seperti deserebrasi rigidity dan dekortikasi rigidity.&lt;br /&gt;Tanda-tanda neurologis fokal kadang-kadang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi okular : pandangan divergen (dysconjugate gaze) dan konvergensi spasme sering terjadi. Perdarahan sub konjunctive dan retina serta papil udem kadang terlihat.&lt;br /&gt;Kekakuan leher ringan kadang ada. Tetapi tanda Frank (Frank sign) meningitis, Kernigs (+) dan photofobia jarang ada. Untuk itu adanya meningitis harus disingkirkan dengan pemeriksaan punksi lumbal (LP).&lt;br /&gt;Cairan serebrospinal (LCS) jernih, dengan &lt; 10 lekosit/ml, protein sering naik ringan.&lt;br /&gt;Di derah endemik malaria, semua kasus demam dengan perubahan sensorium harus diobati sebagai serebral malaria, sementara menyingkirkan meningoensefalitis yang biasa terjadi di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip penatalaksanaan :&lt;br /&gt;Penatalaksanaan malaria serebral pada umumnya sama seperti pada malaria berat. Disamping pemberian obat anti malaria spesifik, beberapa hal penting perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;Perawatan pasien tidak sadar.&lt;br /&gt;Pengobatan simptomatik : pengobatan hiperpireksia dan pengobatan yang cepat bila ada kejang. Cara pemberian anti piretik dan antikonvulsan seperti sudah dijelaskan diatas.&lt;br /&gt;Deteksi dini &amp; pengobatan komplikasi berat lainnya.&lt;br /&gt;Hati-hati terhadap terjadinya infeksi bakteri terutama pada pasien-pasien dengan pemasangan IV-line, intubasi endotracheal atau kateter saluran kemih. Hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya aspirasi pneumonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan pasien tidak sadar meliputi :&lt;br /&gt;Buat grafik suhu, nadi dan pernafasan secara akurat.&lt;br /&gt;Pasang IVFD. Untuk mencegah terjadinya trombophlebitis dan infeksi yang sering terjadi melalui IV-line maka IV-line sebaiknya diganti setiap 2-3 hari.&lt;br /&gt;Pasang kateter urethra dengan drainase/ kantong tertutup. Pemasangan kateter dengan memperhatikan kaidah a/antisepsis.&lt;br /&gt;Pasang nasogastric tube (maag slang) dan sedot isi lambung untuk mencegah aspirasi pneumonia.&lt;br /&gt;Mata dilindungi dengan pelindung mata untuk menghindari ulkus kornea yang dapat terjadi karena tidak adanya refleks mengedip pada pasien tidak sadar.&lt;br /&gt;Menjaga kebersihan mulut untuk mencegah infeksi kelenjar parotis karena kebersihan rongga mulut yang rendah pada pasien tidak sadar.&lt;br /&gt;Ubah/balik posisi lateral secara teratur untuk mencegah luka dekubitus dan hypostatic pneumonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu dimonitor :&lt;br /&gt;Tensi, nadi, suhu dan pernafasan setiap 30 menit.&lt;br /&gt;Pemeriksaan derajat kesadaran dengan modifikasi Glasgow coma scale (GCS) setiap 6 jam.&lt;br /&gt;Hitung parasit setiap 12-24 jam.&lt;br /&gt;Hb &amp; Ht setiap hari.&lt;br /&gt;Gula darah setiap 4 jam.&lt;br /&gt;Parameter lain sesuai indikasi ( misal : ureum, creatinin &amp; kalium darah pada komplikasi gagal ginjal ).&lt;br /&gt;Pemeriksaan derajat kesadaran (modifikasi Glasgow coma score)&lt;br /&gt;Obat-obat berikut dahulu pernah dipakai untuk pengobatan malaria serebral tetapi menurut WHO sekarang tidak boleh dipakai karena berbahaya, yaitu :&lt;br /&gt;? Dexamethason dan Kotikosteroid lainnya&lt;br /&gt;? Obat anti inflamasi yang lain&lt;br /&gt;? Anti udem serebral (urea, manitol)&lt;br /&gt;? Dextran berat molekul rendah&lt;br /&gt;? Epinephrine (adrenalin)&lt;br /&gt;? Heparin.&lt;br /&gt;Penatalaksanaan pasien koma&lt;br /&gt;Selalu memakai prinsip ABC ( A=Airway, B=Breathing, C=Circulation) + D=Drug [defibrilasi].&lt;br /&gt;Airway ( jalan nafas ) :&lt;br /&gt;Jaga jalan nafas agar selalu bersih/tanpa hambatan, dengan cara :&lt;br /&gt;Bersihkan jalan nafas dari saliva, muntahan, dll&lt;br /&gt;Pasien posisi lateral&lt;br /&gt;Tempat tidur datar/tanpa bantal.&lt;br /&gt;Mencegah aspirasi cairan lambung masuk ke saluran pernafasan, dengan jalan : posisi lateral dan pemasangan NGT untuk menyedot isi lambung.&lt;br /&gt;Breathing (pernafasan) :&lt;br /&gt;Bila takipnoe, pernafasan asidosis : berikan penunjang ventilasi , misal : O2, dan rujuk ke ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Circulation (kardiovaskular) :&lt;br /&gt;Periksa dan catat : Nadi, tensi, JVP, CVP (bila memungkinkan), turgor kulit, dll.&lt;br /&gt;Jaga keseimbangan cairan : lakukan monitoring balans cairan dengan mencatat intake dan output cairan secara akurat.&lt;br /&gt;Pemasangan kateter urethra dengan drainage/bag tertutup untuk mengukur volume urin. Bila fungsi ginjal baik, adanya dehidrasi atau overhidrasi dapat juga diketahui dari volume urin. Normal volume urin : 1 ml/menit [1 ml/kg BB/jam]. Bila volume urin &lt; 30 ml/jam, mungkin terjadi dehidrasi (periksa juga tanda-tanda lain dehirasi), maka tambahkan intake cairan melalui IV-line. Bila volume urin &gt; 90 ml/jam, kurangi intake cairan untuk mencegah overload yang mengakibatkan udem paru.&lt;br /&gt;2. Anemia berat ( Hb &lt; 5 gr % )&lt;br /&gt;Bila Ht &lt; 15 % atau Hb &lt; 5 g %, tindakan :&lt;br /&gt;Berikan transfusi darah 10 ? 20 ml/kgBB [rumus: tiap 4 ml/kg BB darah akan menaikkan Hb 1 g%] paling baik darah segar atau PRC, dengan memonitor kemungkinan terjadinya overload karena pemberian transfusi darah dapat memperberat kerja jantung. Untuk mencegah overload, dapat diberikan furosemide 20 mg IV. Pasien dengan gagal ginjal hanya diberikan PRC. Volume transfusi dimasukkan sebagai input dalam catatan balans cairan.&lt;br /&gt;3. Hypoglikemia (Gula darah &lt; 40 mg %)&lt;br /&gt;Sering terjadi pada penderita malaria berat terutama anak usia &lt; 3 tahun, ibu hamil sebelum atau sesudah pemberian terapi kina (kina menyebabkan hiperinsulinemia), maupun penderita malaria berat lain dengan terapi kina. Penyebab lain diduga karena terjadi peningkatan uptake glukosa oleh parasit malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;a. Berikan 10 ? 100 ml Glukosa 40 % IV secara injeksi bolus (anak-anak : 1 ml/Kg BB)&lt;br /&gt;b. Infus glukosa 5 % atau 10 % perlahan-lahan untuk mencegah hipoglikemia berulang.&lt;br /&gt;c. Monitoring teratur kadar gula darah setiap 4-6 jam.&lt;br /&gt;Bila sarana pemeriksaan gula darah tidak tersedia, pengobatan sebaiknya diberikan berdasarkan kecurigaan klinis adanya hipoglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kolaps sirkulasi, syok hipovolume, hipotensi, ?Algid malaria? dan septikaemia&lt;br /&gt;Sering terlihat pada pasien-pasien dengan :&lt;br /&gt;Dehidrasi dengan hipovolemia (akibat muntah-muntah dan intake cairan kurang)&lt;br /&gt;Pasien dengan diare dan peripheral circulatory failure (algid malaria)&lt;br /&gt;Perdarahan masif GI tract&lt;br /&gt;Mengikuti ruptur limpa&lt;br /&gt;Dengan komplikasi septikaemia gram negative&lt;br /&gt;Kolaps sirkulasi lebih lanjut berakibat komplikasi asidosis metabolik, respiratory distress dan gangguan fungsi / kerusakan jaringan.&lt;br /&gt;Gejala : hipotensi dengan tekanan sistolik &lt; 70 mm Hg pada orang dewasa dan &lt; 50 mm Hg pada anak-anak, konstriksi vena perifer.&lt;br /&gt;Gejala khas : kulit dingin, suhu 38-40 oC, mata cekung, cianosis pada bibir dan kuku, nafas cepat, nadi cepat dan dangkal, nyeri ulu hati, dapat disertai mual/muntah, diare berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Koreksi hipovolemia dengan pemberian cairan yang tepat (NaCL 0,9 %, ringer laktat, dextrose 5 % in saline), plasma expander (darah segar, plasma, haemacell atau bila tidak tersedia dengan dextran 70) dalam waktu 1/2 - 1 jam pertama 500 ml, bila tidak ada perbaikan tensi dan tidak ada overhidrasi, beri 1000 ml, tetes diperlambat dan diulang bila dianggap perlu.&lt;br /&gt;Bila memungkinkan, monitor dengan CVP ( tekanan dipelihara antara 0 s/d +5 cm)&lt;br /&gt;Bila terjadi hipovolemia menetap, diberikan Dopamin dengan dosis inisial 2 ug/Kg/menit yang dilarutkan dalam dextrose 5 %. [pada hipovolemia kontra indikasi untuk pemberian inotropik karena tidak akan menaikkan TD malah menimbulkan takikardi yang justru akan merugikan. Bila hipovolemia sudah teratasi tapi TD belum naik, kemungkinan kontraktilitas miokard yang jelek ? diperbaiki dengan pemberian Dobutamin, bukan Dopamin, dengan dosis sampai 20 µg/kg BB/m] dosis dinaikkan secara hati-hati sampai tekanan sistolik mencapai 80-90 mm Hg.&lt;br /&gt;Periksa kadar gula darah untuk menyingkirkan kemungkinan hipoglokemia.&lt;br /&gt;Buat kultur darah dan resistensi test. Mulai segera pemberian antibiotik broad spektrum, misal : generasi ketiga sefalosporin bila tersedia, yang dapat dikombinasi dengan aminoglikosida bila fungsi renal sudah dipastikan baik (periksa juga ureum &amp; kreatinin darah)&lt;br /&gt;Apabila CVP tidak mungkin dilakukan, monitoring dan pencatatan balas cairan secara akurat sangat membantu agar tidak terjadi overhidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Anak-anak :&lt;br /&gt;Lakukan Rehidrasi (Pemberian cairan infus), larutan dektrosa 5 % atau 10 % atau NaCL 0,9 %, Dosis 1 jam pertama, 30 ml/kgBB atau 10 x kgBB per tetes/menit. Misalnya : anak dengan BB 10 kg = 10 x 10 tetes/menit, dilanjutkan 20 ml/kgBB (23Jam sisa), atau 7 tetes x kgBB/menit, dilanjutkan pemberian maintenace 10 ml/kgBB/hari atau 3 tetes/kgBB/menit&lt;br /&gt;Awasi nadi, tensi dan pernafasan setiap 30 menit.&lt;br /&gt;5. Gagal ginjal akut (acute renal failure / ARF )&lt;br /&gt;Terjadi sebagai akibat hipovolemia atau ischemik sehingga terjadi gangguan mikrosirkulasi ginjal yang menurunkan filtrasi glomerulus. Paling sering terjadi gagal ginjal pre-renal akibat dehidrasi diatas (&gt;50 %), sedangkan gagal ginjal renal akibat tubuler nekrosis akut hanya terjadi pada 5-10 % penderita. Namun ARF sering terdeteksi terlambat setelah pasien sudah mengalami overload (dekompensasi kordis) akibat rehidrasi yang berlebihan (overhidrasi) pada penderita dengan oliguria/anuria, dan karena tidak tercatatnya balans cairan secara akurat.&lt;br /&gt;Pada pasien severe falciparum malaria, bila memungkinkan sebaiknya kadar serum kreatinin diperiksa 2-3 x/minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi oliguria (volume urin &lt; 400 ml/24 jam atau &lt; 20 ml/jam pada dewasa atau &lt; 0,5 ml/Kg BB/jam pada anak-anak setelah diobservasi/diukur selama 4-6 jam) disertai tanda klinik dehidrasi maka berikan cairan untuk rehidrasi dengan terus berhati-hati/ mengawasi apakah ada tanda-tanda overload.&lt;br /&gt;Untuk itu awasi semua tanda-tanda vital, monitoring balans cairan, pemeriksaan auskultasi paru, jugular venous pressure (JVP) dan central venous pressure (CVP) bila tersedia dan observasi volume urin.&lt;br /&gt;Bila terjadi anuria. Berikan diuretik : Furosemid inisial 40 mg IV, observasi urin output. Bila tidak ada respon, dosis furosemid ditingkatkan progresif sampai maksimum 200 mg [dosis furosemid: 10-30 mg/jam] dengan interval 30 menit. Bila masih tidak respon (urin output ( - ) atau &lt; 120 ml/2jam) periksa kadar ureum &amp; kreatinin serum karena mungkin telah terjadi ARF.&lt;br /&gt;Persiapkan penderita untuk dialisis atau rujuk ke RS dengan fasilitas dialisis bila terjadi ARF. ARF biasanya reversibel apabila ditanggulangi secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;ARF yang disertai tanda-tanda overload (dekompensasi jantung) sangat berbahaya bila tidak ditanggulangi secara cepat.&lt;br /&gt;Tanda-tanda overload dari ringan sampai berat berupa : batuk-batuk, tensi meningkat/sedikit meningkat, nadi cepat, auskultasi paru ada ronki basah di basal bilateral paru, auskultasi jantung mungkin terdengar bunyi jantung tambahan (bunyi ke 3) dan JVP meningkat, serta pasien terlihat agak sesak sampai sesak nafas berat.&lt;br /&gt;Bila ada tanda-tanda overload, segera hentikan pemberian cairan.&lt;br /&gt;Rencanakan dialisis dengan ultrafiltrasi atau peritoneal dialisis, atau rujuk ke RS dengan fasilitas dialisis.&lt;br /&gt;Periksa juga kadar elektrolit darah dan EKG bila tersedia untuk mencari terjadinya hiperkalemia, asidosis metabolik serta gangguan keseimbangan asam-basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Normal kadar ureum darah : 20 - 40 mg/dl, kreatinin N : 0,8 ? 1,1 mg/dl.&lt;br /&gt;Indikasi dialisis :&lt;br /&gt;Klinik :&lt;br /&gt;Tanda-tanda uremik&lt;br /&gt;Tanda-tanda volume overload&lt;br /&gt;Pericardial friction rub&lt;br /&gt;Pernafasan asidosis setelah rehidrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi laboratorium :&lt;br /&gt;Hiperkalemia (K &gt; 6,5 mEq/L, hiperkalemia dapat juga didiagnosis melalui EKG)&lt;br /&gt;Peningkatan ureum dengan uremic syndrome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perdarahan &amp; gangguan pembekuan darah (coagulopathy)&lt;br /&gt;Perdarahan dan koagulopathi jarang ditemukan di daerah endemis pada negara-negara tropis. Sering terjadi pada penderita yang non-imun terhadap malaria. Biasanya terjadi akibat trombositopenia berat ditandai manifestasi perdarahan pada kulit berupa petekie, purpura, hematom atau perdarahan pada hidung, gusi dan saluran pencernaan.&lt;br /&gt;Gangguan koagulasi intra vaskuler jarang terjadi.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Beri vitamin K injeksi dengan dosis 10 mg intravena bila protrombin time atau partial tromboplastin time memanjang.&lt;br /&gt;Periksa Hb : bila &lt; 5 gr% direncanakan transfusi darah, 10 ? 20 ml /kgBB&lt;br /&gt;Hindarkan pemberian korttikosteroid untuk trombositopenia.&lt;br /&gt;Perbaiki keadaan gizi penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Edema paru&lt;br /&gt;Edem paru sering timbul belakangan dibanding komplikasi akut lainnya.&lt;br /&gt;Edema paru terjadi akibat :&lt;br /&gt;ARDS (Adult respiratory distress syndrome) [tanda-tanda ARDS: timbul akut, ada gambaran bercak putih pada foto toraks di kedua paru, rasio PaO2:FiO2 &lt; 200, tidak ada gejala gagal jantung kiri]&lt;br /&gt;Over hidrasi akibat pemberian cairan.&lt;br /&gt;ARDS terjadi secara tidak langsung karena peningkatan permeabilitas kapiler di paru.&lt;br /&gt;ARDS dan overload cairan, keduanya dapat terjadi sendiri-sendiri atau bersamaan.&lt;br /&gt;Bentuk klinik ARDS : - Takipnoe (nafas cepat) pada fase awal&lt;br /&gt;- Pernafasan dalam&lt;br /&gt;- Sputum : ada darah dan berbusa.&lt;br /&gt;- X-ray : ada bayangan pada kedua sisi paru dan hipoksaemia.&lt;br /&gt;Perbedaan ARDS dengan fluid overload :&lt;br /&gt;ARDS Fluid overload&lt;br /&gt;Balans cairan Normal Input &gt; output&lt;br /&gt;CVP Normal Meninggi&lt;br /&gt;Tekanan A. Pulmonal Normal Meninggi&lt;br /&gt;JVP Normal Meninggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;Bila ada tanda udema paru akut penderita segera dirujuk, dan sebelumnya dilakukan tindakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Akibat ARDS&lt;br /&gt;a. Pemberian oksigen&lt;br /&gt;b. PEEP (positive end-respiratory pressure) bila tersedia.&lt;br /&gt;2. Akibat over hidrasi :&lt;br /&gt;- Pembatasan pemberian cairan&lt;br /&gt;- Pemberian furosemid 40 mg i.v bila perlu diulang 1 jam kemudian atau dosis ditingkatkan sampai 200 mg (maksimum) sambil memonitor urin output dan tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;- Rujuk segera bila overload tidak dapat diatasi.&lt;br /&gt;- Untuk kondisi mendesak (pasien kritis) dimana pernafasan sangat sesak, dan tidak cukup waktu untuk merujuk pasien, lakukan :&lt;br /&gt;? Posisi pasien ½ duduk.&lt;br /&gt;? Venaseksi, keluarkan darah pasien kedalam kantong transfusi/donor sebanyak 250-500 ml akan sangat membantu mengurangi sesaknya. Apabila kondisi pasien sudah normal, darah tersebut dapat dikembalikan ketubuh pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jaundice ( bilirubin &gt; 3 mg%)&lt;br /&gt;Manifestasi ikterus pada malaria berat sering dijumpai di Asia dan Indonesia yang mempunyai prognosis jelek.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;1. Tidak ada terapi khusus untuk jaundice. Bila ditemukan hemolisis berat dan Hb sangat menurun maka beri transfusi darah.&lt;br /&gt;2. Bila fasilitas tidak memadai penderita sebaiknya segera di rujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Asidosis metabolik&lt;br /&gt;Asidosis dalam malaria dihasilkan dari banyak proses yang berbeda, termasuk diantaranya : obstruksi mikrosirkulasi, disfungsi renal, peningkatan glikolisis, anemia, hipoksia, dan lain-lain. Oleh karena itu asidosis metabolik sering ditemukan bersamaan dengan komplikasi lain seperti : anemia berat, ARF, hipovolemia, udem paru dan hiperparasitemia yang ditandai dengan peningkatan respirasi (cepat dan dalam), penurunan PH dan bikarbonat darah. Penyebabnya karena hipoksia jaringan dan glikolisis anaerobik. Diagnosis dan manajemen yang terlambat akan mengakibatkan kematian.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;a. Lakukan pemeriksaan kadar Hb. Bila penyebabnya karena anemia berat (Hb &lt; 5 g%), maka beri transfusi darah segar atau PRC.&lt;br /&gt;b. Lakukan pemeriksaan analisa gas darah, bila pH &lt; 7,15 lakukan koreksi dengan pemberian larutan natrium bikarbonat [hati-hati koreksi dengan bicarbonat dapat meningkatkan PaCO2] melalui IV-line (walau sebenarnya pemberian natrium bikarbonat masih kontroversial). Koreksi pH arterial harus dilakukan perlahan 1-2 jam&lt;br /&gt;c. Bila sesak nafas, beri O2.&lt;br /&gt;d. Bila tidak tersedia fasilitas yang memadai sebaiknya penderita segera di rujuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Blackwater fever (malarial haemoglobinuria)&lt;br /&gt;Pasien dengan defisiensi G-6-PD dapat terjadi hemolisis intravascular dan hemoglobinuria yang dipresipitasi oleh primakuin dan obat-obat oksidan yang dipakai sebelum terkena malaria. Hemoglobinuria dihasilkan dari masifnya hemolisis. Tidak berhubungan dengan disfungsi renal secara signifikan. Blackwater biasanya sementara dan dapat berubah tanpa komplikasi. Namun dapat juga menjadi gagal ginjal akut dalam kasus-kasus yang berat.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;? Berikan cairan rehidrasi, monitor CVP.&lt;br /&gt;? Bila Ht &lt; 20 %, beri transfusi darah&lt;br /&gt;? Lanjutkan pemberian kemoterapi anti malaria.&lt;br /&gt;? Bila berkembang menjadi ARF, rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas hemodialisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hiperparasitemia.&lt;br /&gt;Umumnya pada penderita yang non-imun, densitas parasit &gt; 5 % dan adanya skizontaemia sering berhubungan dengan malaria berat. Tetapi di daerah endemik tinggi, sebagian anak-anak imun dapat mentoleransi densitas parasit tinggi (20-30 %) sering tanpa gejala.&lt;br /&gt;Penderita dengan parasitemia tinggi akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi berat.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;1. Segera berikan kemoterapi anti malaria inisial.&lt;br /&gt;2. Awasi respon pengobatan dengan memeriksa ulang parasitemianya.&lt;br /&gt;3. Indikasi transfusi tukar (Exchange Blood Transfusion/EBT) adalah :&lt;br /&gt;? Parasitemia &gt; 30 % tanpa komplikasi berat&lt;br /&gt;? Parasitemia &gt; 10 % disertai komplikasi berat lainnya seperti : serebral malaria, ARF, ARDS, jaundice dan anemia berat.&lt;br /&gt;? Parasitemia &gt; 10 % dengan gagal pengobatan setelah 12-24 jam pemberian kemoterapi anti malaria yang optimal.&lt;br /&gt;? Parasitemia &gt; 10 % disertai prognosis buruk (misal : lanjut usia, adanya late stage parasites/skizon pada darah perifer)&lt;br /&gt;4. Pastikan darah transfusi bebas infeksi (malaria, HIV, Hepatitis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENGOBATAN PENCEGAHAN (KEMOPROFILAKSIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat yang dipakai untuk tujuan ini pada umumnya bekerja terutama pada tingkat eritrositer, hanya sedikit yang berefek pada tingkat eksoeritrositer (hati). Obat harus digunakan terus-menerus mulai minimal 1 ? 2 minggu sebelum berangkat sampai 4 ? 6 minggu setelah keluar dari daerah endemis malaria.&lt;br /&gt;OAM yang dipakai dalam kebijakan pengobatan di Indonesia adalah :&lt;br /&gt;Klorokuin : banyak digunakan karena murah, tersedia secara luas, dan relatif aman untuk anak-anak, ibu hamil maupun ibu menyusui. Pada dosis pencegahan obat ini aman digunakan untuk jangka waktu 2-3 tahun. Efek samping : gangguan GI Tract seperti mual, muntah, sakit perut dan diare. Efek samping ini dapat dikurangi dengan meminum obat sesudah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan pada anak :&lt;br /&gt;OAM yang paling aman untuk anak kecil adalah klorokuin. Dosis : 5 mg/KgBB/minggu. Dalam bentuk sediaan tablet rasanya pahit sehingga sebaiknya dicampur dengan makanan atau minuman, dapat juga dipilih yang berbentuk suspensi.&lt;br /&gt;Untuk mencegah gigitan nyamuk sebaiknya memakai kelambu pada waktu tidur.&lt;br /&gt;Obat pengusir nyamuk bentuk repellant yang mengandung DEET sebaiknya tidak digunakan untuk anak berumur &lt; 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan perorangan&lt;br /&gt;Dipakai oleh masing-masing individu yang memerlukan pencegahan terhadap penyakit malaria. Obat yang dipakai : Klorokuin.&lt;br /&gt;Cara pengobatannya :&lt;br /&gt;- Bagi pendatang sementara :&lt;br /&gt;Klorokuin diminum 1 minggu sebelum tiba di daerah malaria, selama berada di daerah malaria dan dilanjutkan selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah malaria.&lt;br /&gt;- Bagi penduduk setempat dan pendatang yang akan menetap :&lt;br /&gt;Pemakaian klorokuin seminggu sekali sampai lebih dari 6 tahun dapat dilakukan tanpa efek samping. Bila transmisi di daerah tersebut hebat sekali atau selama musim penularan, obat diminum 2 kali seminggu. Penggunaan 2 kali seminggu dianjurkan hanya untuk 3 ? 6 bulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis pengobatan pencegahan : Klorokuin 5 mg/KgBB atau 2 tablet untuk dewasa.&lt;br /&gt;Lihat tabel berikut :&lt;br /&gt;Golongan umur (tahun) Jumlah tablet klorokuin (dosis tunggal)&lt;br /&gt;( frekuensi 1 x seminggu )&lt;br /&gt;0 ? 1 ¼&lt;br /&gt;1 ? 4 ½&lt;br /&gt;5 ? 9 1&lt;br /&gt;10 ? 14 1 ½&lt;br /&gt;&gt; 15 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan kelompok&lt;br /&gt;Ditujukan pada sekelompok penduduk, khususnya pendatang non-imun yang sedang berada di daerah endemis malaria. Pencegahan kelompok memerlukan pengawasan yang lebih baik. Obat diberikan melalui unit pelayanan kesehatan, pos-pos pengobatan malaria yang dibentuk sendiri oleh penduduk di wilayah tersebut, atau melalui pos obat desa (POD) yang di dalmnya menyediakan obat-obatan lain selain obat anti malaria.&lt;br /&gt;Dosis dan cara pengobatan sama seperti pengobatan pencegahan perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. PROGNOSIS&lt;br /&gt;1. Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan &amp; kecepatan pengobatan.&lt;br /&gt;2. Pada malaria berat yang tidak ditanggulangi, maka mortalitas yang dilaporkan pada anak-anak 15 %, dewasa 20 %, dan pada kehamilan meningkat sampai 50 %.&lt;br /&gt;3. Prognosis malaria berat dengan kegagalan satu fungsi organ lebih baik daripada kegagalan 2 fungsi organ&lt;br /&gt;? Mortalitas dengan kegagalan 3 fungsi organ, adalah &gt; 50 %&lt;br /&gt;? Mortalitas dengan kegagalan 4 atau lebih fungsi organ, adalah &gt; 75 %&lt;br /&gt;? Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan klinis malaria berat yaitu:&lt;br /&gt;? Kepadatan parasit &lt; 100.000, maka mortalitas &lt; 1 %&lt;br /&gt;? Kepadatan parasit &gt; 100.000, maka mortalitas &gt; 1 %&lt;br /&gt;? Kepadatan parasit &gt; 500.000, maka mortalitas &gt; 50 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. RUJUKAN PENDERITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penderita malaria berat dirujuk / ditangani RS Kabupaten.&lt;br /&gt;Apabila penderita tidak bersedia dirujuk dapat dirawat di puskesmas rawat inap dengan&lt;br /&gt;konsultasi kepada dokter RS Kabupaten.&lt;br /&gt;Bila perlu RS kabupaten dapat pula merujuk kepada RS Propinsi.&lt;br /&gt;Cara merujuk :&lt;br /&gt;1) Setiap merujuk penderita harus disertakan surat rujukan yang berisi tentang diagnosa, riwayat penyakit, pemeriksaan yang telah dilakukan dan tindakan yang sudah diberikan.&lt;br /&gt;2) Apabila dibuat preparat SD malaria, harus diikutsertakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria penderita malaria yang dirawat inap :&lt;br /&gt;Bila salah satu atau lebih dari gejala dibawah ini :&lt;br /&gt;1. Malaria dengan komplikasi&lt;br /&gt;2. Malaria congenital pada bayi&lt;br /&gt;3. Hiperparasitemia. (Parasitemia &gt; 5 %)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2631261929523880933?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2631261929523880933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2631261929523880933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2631261929523880933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2631261929523880933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/12/malaria-dan-penanganannya.html' title='Malaria dan Penanganannya'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SyxGWJzSy_I/AAAAAAAAAJA/Cs129Vj6nBc/s72-c/malaria-lifecycle.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1791162529537023009</id><published>2009-11-17T12:07:00.001+08:00</published><updated>2009-11-17T12:10:13.065+08:00</updated><title type='text'>Karakteristik Dan Tindakan Wanita PSK Tentang HIV Dan AIDS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SwIiGa9JhBI/AAAAAAAAAIw/YTsz6ctHRoE/s1600/virus+hiv.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SwIiGa9JhBI/AAAAAAAAAIw/YTsz6ctHRoE/s200/virus+hiv.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404919996508374034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dunia sejak pertama kali ditemukan HIV dan AIDS tahun 1978 dengan diketahui jalur transmisi penyakit  pada awalnya melaui jalur seksual. Berdasarkan data tahun 2006 dari WHO, penduduk dunia yang terinfeksi HIV dan AIDS mencapai 40 juta jiwa,  Di Indonesia dilaporkan pada akhir tahun 2007 terdapat 11.141 pasien AIDS dan 6.066 orang HIV positif, hingga maret 2008, kasus AIDS sudah mencapai 11.868 yang terjadi di 32 propinsi dan 194 kabupaten kota. Tahun 2007, Propinsi Maluku terdapat 516 kasus HIV dan AIDS,1 kasus diantaranya pada wanita PSK di Desa Bula Kabupaten Seram .&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik dan tindakan wanita PSK tentang HIV dan AIDS di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur tahun 2009, yang mencangkup; umur, pendidikan pengetahuan, frekuensi  melakukan hubungan seksual perminggu, lama kerja sebagai PSK, daerah praktek PSK sebelumnya dan tindakan penggunaan kondom pada wanita PSK. Jenis penelitian yang digunakan survai epidemiologi dengan desain deskriptif yang menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS dan Excel.&lt;br /&gt;Hasil penelitian terlihat bahwa wanita PSK  dengan umur 22 –27 tahun (53%), status janda (68.7%), dengan tingkat pendidikan SLTP (66.3%), dengan pengetahuan cukup tentang HIV dan AIDS (71.1%), frekuensi hubungan seks 3 kali seminggu (50.6%), lama masa kerja 1-3 tahun yaitu 78.3% dan 88.6% adalah pada umur 22-27 tahun, secara umum daerah praktek PSK terakhir/sebelumnya adalah daerah dengan tingkat prevalensi HIV dan AIDS yang tinggi, namun yang terbanyak adalah wanita PSK dengan daerah praktek terakhir Ambon yaitu 71 orang (85.5%), wanita PSK yang tidak menggunakan kondom sebanyak (88.0%) dan umur 22-27 tahun (90.9%) tidak menggunakan kondom/melakukan tindakan berisiko tertular HIV dan AIDS.&lt;br /&gt;Bagi Pemerintah Daerah sebaiknya dapat membatasi berdirinya lokalisasi dan mereduksi masuknya wanita PSK di Desa Bula, karena akan berdampak pada penyebaran HIV dan AIDS di Desa Bula Kecamatan Bula Kabupaten seram Bagian Timur Propinsi Maluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;fitria Wakano,SKM (jur.epid FKM Unhas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1791162529537023009?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1791162529537023009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1791162529537023009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1791162529537023009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1791162529537023009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/11/karakteristik-dan-tindakan-wanita-psk.html' title='Karakteristik Dan Tindakan Wanita PSK Tentang HIV Dan AIDS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SwIiGa9JhBI/AAAAAAAAAIw/YTsz6ctHRoE/s72-c/virus+hiv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-3108836973857391972</id><published>2009-10-30T10:22:00.000+08:00</published><updated>2009-10-30T10:23:24.822+08:00</updated><title type='text'>STUDY TOUR HIMAPID 2009</title><content type='html'>...divisi hubungan masyarakat HIMAPID mengadakan program kerja untuk suatu kegiatan “ STUDY TOUR atau STUDY BANDING” ke Beberapa universitas yang memiliki Fakultas/prodi Ilmu Epidemiologi (Kesehatan Masyarakat) di daerah jawa serta dalam rangka kunjungan Ke Departemen KesehataN RI dan kunjungan ke Sekretariat Jaringan EpidemioLogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan di adakan untuk meningkatkan profesionalisme sebagai calon Tenaga Epidemiolog Demi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. selain itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbagi pengalaman belajar antar mahasiswa kesehatan masyarakat antar Universitas&lt;br /&gt;2. Mengetahui masalah – masalah kesehatan yang berkembang saat ini&lt;br /&gt;3. Mengetahui gambaran baru terhadap perkembangan Tenaga Epidemiologi di Indonesia&lt;br /&gt;4. Menjalin Hubungan dengan Jaringan Epidemiologi Nasional&lt;br /&gt;5. Mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa Jurusan Epidemiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Tema dalam kegiatan ini, yaitu :&lt;br /&gt;“ Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme untuk mengaktulisasikan peran mahasiswa epidemiologi dalam menjawab masalah – masalah kesehatan untuk indonesia sehat “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insya aLLah diadakan pada tanggaL :&lt;br /&gt;29 November s/d 5 Desember 2009&lt;br /&gt;di pandu cakrawaLa traveL...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adapun budget yang harus di kocek,,, gak dalam2 ji...&lt;br /&gt;sebesar Rp. 2.150.000,- (Dua juta seratus lima puluh ribu rupiah)..&lt;br /&gt;dengan fasilitas-fasilitas :&lt;br /&gt;1. Pesawat PP (Surabaya-Makassar-Surabaya)&lt;br /&gt;2. Penginapan HoteL&lt;br /&gt;3. Konsumsi&lt;br /&gt;4. Free Kunjungan ke tempat wisata&lt;br /&gt;5. Kunjungan Ke Universitas&lt;br /&gt;6. Kunjungan Ke DEPKES RI&lt;br /&gt;7. Baju Kaos&lt;br /&gt;8. Pin+Id Card&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang maw daftar buruan!!! Karena terbatas hanya 55 Peserta pendaftaran pertama...&lt;br /&gt;deadLine pendaftaran tgL 10 November 2009*&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-3108836973857391972?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/3108836973857391972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=3108836973857391972' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3108836973857391972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3108836973857391972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/10/study-tour-himapid-2009.html' title='STUDY TOUR HIMAPID 2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2157567544223168056</id><published>2009-10-01T09:48:00.003+08:00</published><updated>2009-10-01T09:56:00.906+08:00</updated><title type='text'>PERSALINAN PREMATUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQME3JkiZI/AAAAAAAAAIo/cAbHaGKJwlA/s1600-h/premature-baby.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQME3JkiZI/AAAAAAAAAIo/cAbHaGKJwlA/s200/premature-baby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387444331905059218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persalinan prematur adalah salah satu persalinan yang tidak normal dari segi umur kehamilan, yaitu persalinan yang terjadi pada umur kandungan kurang dari normal (kurang dari 37 minggu atau 259 hari). Prematur merupakan masalah besar karena dengan berat badan janin yang kurang dan belum cukup umur maka alat-alat vital belum sempurna sehingga mengalami kesulitan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persalinan prematur merupakan sebab kematian neonatal yang terpenting. Hal tersebut dapat terjadi melihat kejadiannya yang kurang lebih 70 % dari semua kelahiran hidup. Diduga adanya pengaruh dari ekonomi karena persalinan prematuri lebih sering terjadi pada golongan dengan penghasilan rendah. Persalinan preterm atau prematur masih merupakan masalah penting dalam obstetri khususnya di bidang perinatologi, karena baik di negara berkembang maupun negara maju penyebab morbiditas dan mortalitas neonatus terbanyak adalah bayi yang lahir preterm. Kira-kira 75% kematian neonatus berasal dari bayi yang lahir preterm atau prematur (Nuada, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data dunia, kelahiran premature mencapai 75-80 % dari seluruh bayi yang meninggal pada usia kurang dari 28 hari. Data dari WHO (2002) menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan terhadap kematian bayi yang dikenal dengan fenomena 2/3. Pertama, fenomena 2/3 kematian bayi pada usia 0-1 tahunan terjadi pada masa neonatal (bayi berumur 0-28 hari). Kedua, 2/3 kematian bayi pada masa neonatal dan terjadi pada hari pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini Indonesia memiliki angka kejadian prematur sekitar 19% dan merupakan penyebab utama kematian perinatal. Kelahiran prematur juga bertanggung jawab langsung terhadap 75 -79 kematian neonatal yang tidak disebabkan oleh kongenital letal. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 71/1000 kelahiran hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995 turun menjadi 51/1000 kelahiran hidup. Dan tahun 1997 menjadi 41,44/1000 kelahiran hidup, sedangkan AKP di Indonesia adalah sekitar 560/100.000 kelahiran hidup (Amiruddin, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diperkirakan kelahiran di Indonesia sebesar 5.000.000 orang per tahun, maka dapat diperhitungkan kematian bayi 56/1000, menjadi sekitar 280.000 per tahun yang artinya sekitar 2,2-2,6 menit bayi meninggal. Sebab-sebab kematian tersebut antara lain asfiksia (49-60%), infeksi (24-34%), BBLR (15-20%), trauma persalinan (2-7%), dan cacat bawaan (1-3%) (Manuaba, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian persalinan prematur sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Djaja dkk (2003) menunjukkan bahwa pola penyakit penyebab kematian pada bayi neonatal dini (0-7 hari) lebih banyak oleh masalah prematuritas dan berat badan lahir rendah (35%) serta asfiksia lahir (33,6%). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpaparan asap rokok serta penggunaan bahan bakar biomassa (kayu bakar) secara tidak langsung mengakibatkan pencemaran udara di rumah tangga juga mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur, terutama pada keterpaparan asap rokok. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Amiruddin (2006) menunjukkan bahwa ibu – ibu yang terpapar rokok baik ibu sendiri yang merokok maupun terpapar oleh orang lain selama mengandung memiliki kemungkinan 2,313 kali lebih besar mengalami persalinan prematur bila dibandingkan dengan ibu – ibu yang pada saat mengandung tidak terpapar rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan oleh Sarbaini dkk pada tahun 2004 menyatakan kemungkinan ibu dengan anemia dalam kehamilan yang mengalami persalinan prematur 3 kali lebih besar daripada ibu yang tidak anemia, persalinan prematur pada ibu dengan riwayat persalinan premature sebelumnya adalah 20,33 kali lebih besar daripada ibu tanpa riwayat persalinan premature sebelumnya, dan persalinan prematur pada kelompok umur ibu yang berisiko adalah 2,259 lebih besar daripada kelompok umur yang tidak berisiko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak perlu dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang jelas dan anggaran yang cukup. Dengan ditetapkannya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kesempatan anak Indonesia untuk hidup sehat, tumbuh, dan berkembang secara optimal menjadi semakin terbuka. Dalam undang-undang itu dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, dan spiritual .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, program kesehatan bayi baru lahir tercakup di dalam program kesehatan ibu. Dalam rencana strategis nasional Making Pregnancy Safer, target dari dampak kesehatan untuk bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian neonatal menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shinta Kurniasih, SKM (Epidemiologi, FKM Unhas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2157567544223168056?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2157567544223168056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2157567544223168056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2157567544223168056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2157567544223168056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/10/persalinan-prematur.html' title='PERSALINAN PREMATUR'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQME3JkiZI/AAAAAAAAAIo/cAbHaGKJwlA/s72-c/premature-baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2056777517258719296</id><published>2009-10-01T09:42:00.001+08:00</published><updated>2009-10-01T09:43:46.362+08:00</updated><title type='text'>TIPS MENCEGAH FLU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQJQ7X5VgI/AAAAAAAAAIg/Ci6uhqFSfxo/s1600-h/BeFluSafeTC_3x4_cmyk_hires.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQJQ7X5VgI/AAAAAAAAAIg/Ci6uhqFSfxo/s200/BeFluSafeTC_3x4_cmyk_hires.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387441240662431234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki musim pancaroba seringkali terjadi perubahan cuaca yang sangat ekstrim. Pagi hari matahari bersinar sangat cerah, sehingga udara siang terasa sangat panas dan membuat kita merasa gerah, namun di sore hari langit berubah menjadi kelihatan mendung dan hujan pun turun dengan derasnya.&lt;br /&gt;Perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat membuat daya tahan tubuh kita menurun dan mennjadi sangat rentan terhadap penyakit. Jika daya tahan tubuhkita sudah menurun, virus yang menyebabkan penyakit batuk, pilek, dan sakit perut seperti diare akan mudah menghampiri dan mulai menyerang kita.&lt;br /&gt;Biasanya dalam kondisi yang demikian, antibiotik menjadi andalan untuk mengatasi gangguan penyakit-penyakit tersebut. Padahal sebenarnya tubuh kita telah memiliki mekanisme sistem kekebalan yang digunakan untuk menangkal faktor atau zat yang berasal dari luar tubuh uang dapat membahayakan kesehatan kita.&lt;br /&gt;Karena kekebalan tubuh bersifat dinamis, dan virus dapat bermutasi, maka kita harus mempunyai gaya hidup yang sehat untu dapat memperkuat pertahanan tubuh kita. Apalagi saat ini banyak bermunculan penyakit-penyakit baru yang berbahaya, seperti virus flu burung.&lt;br /&gt;Flu merupakan penyakit yang di akibatkan oleh infeksi virus, sehingga menyebab- kan peradangan pada pada sistem pernafasan kita. Selama ini, Vitamin C bukan hanya dikenal sebagai primadonanya vitamin, tetapi banyak orang menggunakannya sebagai penangkal flu dan mengobati sariawan.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian Dr. Linus Pauling diketahui bahwa Vitamin C memiliki kemampu-an untuk menghambat partikel virus agar tidak menyebar melalui sel dan jaringan tubuh, selain itu Vitamin C juga mengurangi kekampuan molekul oksigen sampai menjadi radikal bebas dan kemudian menghancurkan asam nukleus virus.&lt;br /&gt;Apabila kita melihat manfaat yang bisa kita peroleh dari Vitamin , rasanya tidak salah jika kita mulai membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin C dalam tubuh kita dengan gaya hidup sehat dan selalu mengkonsomsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C, seperti Jambu Batu/Jambu Kelutuk, Jeruk, Apel, Kapri, daun pepaya dan lain sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips mencegah Flu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun&lt;br /&gt;- Minum banyak air putih, minimal 8 gelas sehari&lt;br /&gt;- Usahakan menghindari orang lain yang terkena flu&lt;br /&gt;- Jaga selalu daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, makan makanan yang bergizi, olahraga teratur dan selalu penuhi kebutuhan vitamin C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;sumber : dechacare.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2056777517258719296?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2056777517258719296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2056777517258719296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2056777517258719296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2056777517258719296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/10/tips-mencegah-flu_01.html' title='TIPS MENCEGAH FLU'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SsQJQ7X5VgI/AAAAAAAAAIg/Ci6uhqFSfxo/s72-c/BeFluSafeTC_3x4_cmyk_hires.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2653775739939774998</id><published>2009-08-14T09:03:00.002+08:00</published><updated>2009-08-14T09:07:18.329+08:00</updated><title type='text'>Strategi Dasar Pemberantasan Penyakit Menular</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoS4lTB9C8I/AAAAAAAAAIQ/T-rWIpW7HQI/s1600-h/p3m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoS4lTB9C8I/AAAAAAAAAIQ/T-rWIpW7HQI/s200/p3m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369619606635613122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     Seseorang dapat menderita sakit, terutama menderita penyakit menular, karena dimulai adanya agen penyakit (kuman) yang masuk dalam tubuh orang tersebut, keadaan ini disebut sebagai terpapar dan terinfeksi. Didalam tubuh kuman berkembang biak, merusak jaringan,  atau menebarkan racun, sehingga pada jumlah kuman yang memadai akan menimbulkan gejala penyakit, keadaan ini disebut menderita sakit. Proses dari keadaan sehat menjadi sakit, karena masuknya agen penyakit kedalam badan, dapat terhambat perkembang biakannya karena adanya imunitas dan daya tahan tubuh orang-orang yang terserang agen penyakit tersebut. Para klinisi akan memahami betul proses terjadinya seseorang yang sehat kemudian menjadi sakit, sekaligus memahami betul agar seseorang yang telah menunjukkan gejala sakit dapat disembuhkan dengan serangkaian kegiatan pengobatan.&lt;br /&gt; Bagi para epidemiologi akan lebih menggali pemahaman mengapa orang yang sehat dapat terpapar suatu agen penyakit yang berasal dari orang sakit, proses ini pada penyakit menular disebut sebagai “tertular”. Penularan dapat terjadi secara langsung dari orang yang menderita sakit kepada orang sehat tanpa perantara lain, misalnya penularan tuberkulosa paru, penyakit menular seksual, campak, inluenza dan sebagainya. Penularan dapat juga terjadi karena agen penyakit yang berasal dari seorang penderita, disebarkan ke lingkungan sekitanya, misalnya agen penyakit keluar dari tubuh orang sakit bersamaan dengan tinja penderita dan menyebar ke tanah, udara atau air, yang kemudian mencemari makanan dan minuman orang sehat. Penularan dapat juga terjadi karena agen penyakit menular pada pembawa penyakit (vektor), kemudian vektor memindahkan agen penyakit kepada orang sehat lainnya, misalnya penularan malaria, demam berdarah, chikungunya melalui vektor nyamuk.&lt;br /&gt; Dengan mencermati proses penularan dan kemampuan tubuh menghadapi penularan agen tersebut, maka dapat diidentifikasi sasaran upaya pemberantasan penyakit menular.  Upaya pemberantasan dengan menerapkan manajemen kasus dan manajemen kesehatan masyarakat (public health).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen kasus dapat diterapkan pada penderita agar dapat cepat sembuh, mencegah kecacatan atau kematian.  Manajemen kasus dapat diterapkan pada seseorang yang diperkirakan telah terpapar atau terinfeksi suatu agen penyakit yang belum menunjukkan gejala penyakit agar tetap sehat, baik dengan obat profilaksis, pemberian serum anti penyakit, perbaikan gizi dan sebagainya. Misalnya, pada infeksi malaria dengan pemberian obat anti malaria, karier difteri mendapat antibiotika, terinfeksi HIV dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pada penderita pnemonia, manajemen kasus menjadi strategi dasar penanggulangan yang paling tepat pada pengungsi, baik dengan cara pengobatan, maupun dengan perbaikan gizi terhadap penderita maupun terhadap anak-anak yang sehat agar tidak terserang pnemonia.   &lt;br /&gt; Manajemen kesehatan masyarakat dimanfaatkan untuk menekan kemungkinan terjadinya penularan dan penyebarluasan penyakit ke orang lain, sehingga angka kesakitan (insidance rate) dan angka kematian (mortality rate) dapat diturunkan. Manajemen kesehatan masyarakat lebih menekankan pada upaya pencegahan penularan dengan cara memutus mata rantai penularan.  Cara pertama adalah dengan melakukan manajemen kasus, baik pengobatan maupun profilaksis. Cara ini dapat secepatnya membersihkan tubuh penderita dari agen penyakit, sehingga penderita atau karier tidak lagi menjadi sumber penularan. Cara kedua, memutus kemungkinan penularan agen penyakit dari penderita ke orang sehat dengan cara isolasi. Misalnya penderita istirahat di rumah dan tidak usah tidak masuk sekolah atau kerja selama sakit, terutama penderita yang penularannya ke orang lain melalui penularan langsung udara, misalnya campak, influenza, difteri dan sebagainya. Penyakit dengan penularan melalaui nyamuk, seperti demam dengue, malaria sebaiknya juga beristirahat di rumah selama periode penularan. Cara ketiga, meningkatkan daya tahan setiap orang dengan cara perbaikan status gizi, sehingga tubuh mampu menahan serangan agen penyakit, atau memproduksi antibodi dengan cepat. Upaya peningkatan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan meningkatkan imunitas secara aktif melalui pemberian imunisasi, misalnya imunisasi campak, difteri, batuk rejan dan sebagainya. Cara keempat, dengan melakukan perbaikan kondisi lingkungan agar tidak rentan menjadi sumber penularan penyakit. Cara yang ditempuh adalah dengan manajemen vektor, seperti pemberantasan sarang nyamuk pada demam dengue dan malaria, manajemen sanitasi lingkungan dan makanan dalam pemberantasan penyakit-penyakit perut, diare, tifus perut dan sebagainya. Cara lain adalah dengan manajemen perilaku sehat. (idn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Modul Manajemen penanggulangan wabah di tempat pengungsian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2653775739939774998?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2653775739939774998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2653775739939774998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2653775739939774998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2653775739939774998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/08/strategi-dasar-pemberantasan-penyakit.html' title='Strategi Dasar Pemberantasan Penyakit Menular'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoS4lTB9C8I/AAAAAAAAAIQ/T-rWIpW7HQI/s72-c/p3m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2917296412891573366</id><published>2009-08-13T17:01:00.003+08:00</published><updated>2009-08-13T17:06:57.085+08:00</updated><title type='text'>Seputar Sectio Caesar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoPXMOdZ9qI/AAAAAAAAAII/aMcIDwc9OV4/s1600-h/baby.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoPXMOdZ9qI/AAAAAAAAAII/aMcIDwc9OV4/s200/baby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369371785795597986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sectio caesar adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. Ada tiga teknik sectio caesar, yaitu transperitonealis, corporal (klasik), dan ekstraperitoneal (Tim FK UI, 2001). Sectio caesar adalah lahirnya janin, plasenta dan selaput ketuban melalui irisan yang dibuat pada dinding perut dan rahim (Alfha, 2008).&lt;br /&gt;Sectio caesar (operasi caesar) berkembang sejak akhir abad ke-19 sampai tiga dekade terakhir pada abad ke-20. Selama periode itu terjadi penurunan angka kematian ibu dari 100% menjadi 2%. Bedah caesar pertama kali disebut sebagai cara melahirkan bayi dalam dunia kedokteran di tahun 1794, namun pada saat itu melahirkan dengan bedah caesar memiliki risiko kematian ibu yang besar. Hal tersebut disebabkan tidak tersedianya peralatan, obat bius, antibiotik, maupun teknik pembedahan yang baik. Oleh karena itu, bedah caesar pada masa itu hanya dilakukan jika persalinan normal (vaginal) mengancam keselamatan ibu dan janin. Namun kini bedah caesar bukanlah hal asing bagi ibu hamil bahkan ada yang mulai memandang bedah caesar sebagai alternatif persalinan yang mudah dan aman, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar dan berasal dari golongan menengah ke atas (Kasdu, 2003 dalam Mutiara, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan di bidang teknologi kedokteran khususnya dalam metode persalinan ini jelas membawa manfaat besar bagi keselamatan ibu dan bayi. Ditemukannya bedah caesar memang dapat mempermudah proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih senang memilih jalan ini walaupun  sebenarnya mereka bisa melahirkan secara normal. Namun faktanya menurut Bensons dan Pernolls, angka kematian pada operasi caesar adalah 40-80 tiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan risiko 25 kali lebih besar dibanding persalinan pervaginam. Bahkan untuk kasus karena infeksi mempunyai angka 80 kali lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan pervaginam (Adjie, 2002).&lt;br /&gt;Pada tahun 1985 WHO mengusulkan bahwa angka persalinan caesar secara nasional tidak melebihi angka 10% dari seluruh persalinan, namun laporan dari beberapa negara justru melebihi angka tersebut. Sebagai contoh angka nasional Amerika Serikat pada tahun 1986 adalah 24,1%, di Amerika Latin seperti Puerto Rico sebesar 28,7%, di Benua Asia seperti di Nanjing (daratan Cina) mencapai 26,6% (Wirakusuma, 1994 dalam Chaerunnisa, 2005).&lt;br /&gt;Sementara pada tahun-tahun belakangan ini jumlah persalinan dengan bedah caesar di negara-negara Eropa seperti Inggris mencapai 50% dari seluruh kelahiran, dan di Benua Asia sendiri contohnya wilayah Karatanaka Utara India pada tahun 1999 telah meningkat sebesar 30% dari seluruh persalinan (Hubli, 1999 dalam Chaerunnisa, 2005). &lt;br /&gt;Makin dikenalnya bedah caesar dan bergesernya pandangan masyarakat akan metode tersebut, diikuti dengan semakin meningkatnya angka persalinan dengan sectio caesar. Di Indonesia sendiri, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Tahun 1997 dan tahun 2002-2003 mencatat angka persalinan bedah caesar secara nasional hanya berjumlah kurang lebih 4% dari jumlah total persalinan (BPS Indonesia, 2003 dalam Mutiara, 2004), namun berbagai survei dan penelitian lain menemukan bahwa persentase persalinan bedah caesar pada rumah sakit-rumah sakit di kota besar seperti Jakarta dan Bali berada jauh di atas angka tersebut. Dan secara umum jumlah persalinan caesar di rumah sakit Pemerintah adalah sekitar 20-25% dari total persalinan, sedangkan di rumah sakit swasta jumlahnya sangat tinggi yaitu sekitar 30-80% dari total persalinan (Mutiara, 2004).&lt;br /&gt;Adapun data untuk wilayah Makassar, Sulawesi Selatan yang tercatat pada RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 1994 dari sejumlah 1358 persalinan, 212 (15,6%) diantaranya dilakukan dengan bedah caesar, dan di RSIA Siti Fatima Makassar terjadi peningkatan dari 5,5% pada tahun 2000 menjadi 8,4% pada tahun 2001, kemudian sebesar 10% dari seluruh persalinan pada tahun 2002 dan 17% pada tahun 2003 (Ahmad, 2004). Kemudian pada tahun 2008 di RSB Pertiwi Makassar tercatat 620 (38,3%) persalinan dilakukan melalui bedah Caesar dari total 1619 persalinan (Data Sekender RSB Pertiwi, 2008). Tingginya prevalensi ini tentu dipengaruhi banyak faktor termasuk indikasi medis yang mewajibkan sang ibu menjalani persalinan dengan bedah caesar.&lt;br /&gt;Beberapa kerugian dari persalinan yang dijalani melalui bedah caesar, yaitu adanya komplikasi lain yang dapat terjadi saat tindakan bedah caesar dengan frekuensi di atas 11%, antara lain cedera kandung kemih, cedera rahim, cedera pada pembuluh darah, cedera pada usus, dan infeksi yaitu infeksi pada rahim/endometritis, alat-alat berkemih, usus, serta infeksi akibat luka operasi (Safitri, 2007).&lt;br /&gt;Pada operasi caesar yang direncanakan angka komplikasinya kurang lebih 4,2% sedangkan untuk operasi caesar darurat (sectio caesar emergency) berangka kurang lebih 19%. Setiap tindakan operasi caesar memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda. Pada operasi kasus persalinan macet dengan kedudukan kepala janin pada akhir jalan lahir misalnya, sering terjadi cedera pada rahim bagian bawah atau cedera pada kandung kemih (robek). Sedangkan pada kasus bekas operasi sebelumnya dimana dapat ditemukan perlekatan organ dalam panggul sering menyulitkan saat mengeluarkan bayi dan dapat pula menyebabkan cedera pada kandung kemih dan usus (Adjie, 2002).&lt;br /&gt;Selain berbahaya bagi ibu persalinan dengan sectio caesar ternyata juga berpengaruh terhadap perkembangan imunitas atau daya tahan tubuh bayi yang dilahirkan, hal ini didasarkan pada penelitian di luar negeri yang menunjukkan bahwa bayi lahir melalui proses caesar memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit seperti diare, asma, dan alergi. Hal ini terjadi karena bayi melalui bedah caesar membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar enam bulan, untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi lahir normal (Conway, 2008). &lt;br /&gt;Alasan-alasan yang menyebabkan semakin meningkatnya persentase persalinan dengan sectio caesar saat ini cukup kompleks. Kasdu mengemukakan bahwa di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, bahwa keputusan ibu hamil untuk melahirkan dengan sectio caesar walau tidak memiliki indikasi medis paling banyak disebabkan oleh adanya ketakutan menghadapi persalinan normal atau yang lebih dikenal sebagai rasa takut akan kelahiran (Kasdu, 2003 dalam Mutiara 2004). Selain itu faktor lain yang juga diduga berpengaruh yakni pelayanan kesehatan khususnya mengenai pelayanan antenatal terutama dari segi kuantitas dan kualitasnya. Hal ini merujuk pada pendapat yang diajukan oleh Sibuea (2007) bahwa selain faktor medis terdapat pula faktor-faktor lain yang secara langsung dapat mengindikasikan dilakukannya bedah caesar yaitu akses terhadap pelayanan kesehatan, perilaku pelayanan kesehatan, dan faktor–faktor yang tidak diketahui atau tidak diperkirakan.&lt;br /&gt;Mengingat bahaya yang ditimbulkan, maka menghindari persalinan melalui sectio caesar adalah penting, untuk itu perlu diperhatikan secara seksama faktor-faktor risiko yang kiranya semakin meningkatkan kejadian sectio caesar tersebut, sehingga dengan diketahuinya faktor-faktor tersebut diharapkan ibu yang sedang hamil dan terutama memiliki risiko untuk menjalani persalinan melalui bedah caesar dapat lebih menjaga dan memelihara kesehatan diri dan kandungannya utamanya melalui pelayanan kesehatan yang optimal. (idn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Nunung P.S, S.KM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2917296412891573366?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2917296412891573366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2917296412891573366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2917296412891573366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2917296412891573366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/08/seputar-sectio-caesar.html' title='Seputar Sectio Caesar'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SoPXMOdZ9qI/AAAAAAAAAII/aMcIDwc9OV4/s72-c/baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1762040345733002114</id><published>2009-08-07T09:11:00.001+08:00</published><updated>2009-08-07T09:13:00.794+08:00</updated><title type='text'>“GAMBARAN EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN NAPZA JENIS LEM PADA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2009 ”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Snt_kgIOnMI/AAAAAAAAAIA/V-e-6c76J2c/s1600-h/anak+jalanan+ngelem.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 96px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Snt_kgIOnMI/AAAAAAAAAIA/V-e-6c76J2c/s200/anak+jalanan+ngelem.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367023646018542786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalah krusial yang muncul seiring dengan meningkatnya jumlah anak jalanan yaitu berdasarkan data Departemen Sosial RI (2006), jumlah anak jalanan di Indonesia dengan perilaku berisiko mencapai 144.889 orang dan sebagian diantaranya pengguna NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya).&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai gambaran epidemiologi tentang kejadian penggunaan NAPZA jenis lem pada anak jalanan di kota Makassar tahun 2009. Jenis penelitian  ini adalah survai epidemiologi dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah semua anak jalanan yang bertempat tinggal di Kota Makassar. Sampel yang terpilih sebanyak 103 orang. Sampel diambil berdasarkan metode ”accidental sampling”.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 anak jalanan yang menggunakan lem sebanyak 27 orang (26,2 %), 22 orang (81,5%) berjenis kelamin laki-laki, 14 orang (42,4%) yang berumur 13 – 16 tahun, 17 orang (51,9%) yang tingkat pendidikannya Sekolah Dasar (SD), 18 orang (36,7%) yang bekerja sebagai penjual asongan, 26 orang (28,6%) yang bertempat tinggal bersama orang tua, 13 orang (37,1%) yang berpenghasilan masing-masing &lt; Rp25.000 dan Rp 25.000 – 50.000, 20 orang (26,3%) yang bekerja selama 6-8 jam perhari, dimana 10 orang (37,1%) frekuensi menghisap lem satu kali seminggu, 12 orang (44,4%) menghisap lem pada malam hari besar, 7 orang (25,9%) yang telah menghisap lem masing-masing selama satu bulan dan dua bulan, 9 anak (33,4%) melakukan aktivitas “ngelem” yaitu di Pantai Losari.&lt;br /&gt;Penelitian ini menyarankan perlunya pemberian informasi dari instansi/dinas pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas kesehatan kepada anak jalanan tentang bahaya dan akibat dari menghisap lem dan pengawasan yang ketat dari orang tua dan pihak-pihak yang mengurusi anak jalanan serta diperlukan upaya-upaya pendampingan sosial bagi anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafika Nursalam, SKM (Epidemiologi FKM Unhas)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1762040345733002114?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1762040345733002114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1762040345733002114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1762040345733002114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1762040345733002114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/08/gambaran-epidemiologi-penggunaan-napza.html' title='“GAMBARAN EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN NAPZA JENIS LEM PADA ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2009 ”'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Snt_kgIOnMI/AAAAAAAAAIA/V-e-6c76J2c/s72-c/anak+jalanan+ngelem.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8852264359697789739</id><published>2009-06-16T15:19:00.001+08:00</published><updated>2009-06-16T15:22:46.973+08:00</updated><title type='text'>Atribut dan Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Kabupaten Maros Tahun 2006-2008</title><content type='html'>Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue famili flaviviridae, dengan genusnya adalah flavivirus. Pada tahun 2006 jumlah kasus DBD sebesar 315 kasus, pada tahun 2007 dengan jumlah kasus DBD sebesar 258 kasus. Pada tahun 2008, periode bulan januari sampai oktober jumlah kasus DBD sebesar 207 kasus. &lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran atribut dan evaluasi pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Kabupaten Maros tahun 2006-2008. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain deskriptif evaluatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2009 dengan wawancara langsung terhadap petugas surveilans DBD di seluruh puskesmas Kab. Maros yang berjumlah 14 responden. &lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi epidemiologi penyakit DBD menurut umur, waktu dan tempat selam tahun 2006-2008 yaitu umur 5-9 tahun (33,6%) terbanyak menderita DBD dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 50,6%, bulan januari dan februari merupakan bulan dengan jumlah kasus terbanyak dan wilayah kerja puskesmas Alliritengae dan puskesmas Carangki merupakan daerah dengan tingkat endemisitas tertinggi pada tahun 2006-2008. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa 57,1% puskesmas telah melakukan kegiatan pengumpulan data dengan baik, kegiatan pencatatan dan pengolahan data telah dilakukan oleh semua puskesmas, kegiatan analisis dan interpretasi data sebesar 92,9%, kegiatan penyebarluasan data/pelaporan sebesar 85,7% dan kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit DBD sebesar 85,7%.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian ini maka diharapkan kepada petugas surveilans puskesmas agar melaksanakan kegiatan surveilans epidemiologi penyakit DBD secara berkesinambungan, kepada petugas surveilans diharapkan untuk mengikuti setiap pelatihan surveilans yang  dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan untuk dapat menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mereka, perlu ditingkatkan upaya pencegahan pada penduduk golongan umur 5-9 tahun serta perlunya diberikan reward bagi petugas surveilans yang memiliki kinerja yang baik sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan lagi.&lt;br /&gt;Kata kunci : surveilans epidemiologi, demam berdarah dengue, puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sitti Fatima,SKM Epidemiologi FKM Unhas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8852264359697789739?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8852264359697789739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8852264359697789739' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8852264359697789739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8852264359697789739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/06/atribut-dan-evaluasi-pelaksanaan.html' title='Atribut dan Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Kabupaten Maros Tahun 2006-2008'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1584880884601367767</id><published>2009-05-24T14:24:00.004+08:00</published><updated>2009-05-24T14:35:56.436+08:00</updated><title type='text'>BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN MATERNAL  DI KABUPATEN BANTAENG TAHUN 2005-2008</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abstrak&lt;br /&gt;Indra Dwinata, Zulkifli A, Ridwan Amiruddin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu negara yang masih belum bisa lepas dari belitan Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian maternal di Indonesia (MMR)  mencapai 248/100.000 kelahiran hidup, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko umur ibu, paritas ibu, penolong persalinan dan Cakupan K4 pelayanan Antenatal terhadap kejadian kematian maternal. &lt;br /&gt;Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan Case Control Study dan diperkuat dengan pendekatan kualitatif melalui Indepth Interview. Penelitian ini membandingkan kelompok kasus semua ibu yang mengalami kejadian kematian maternal di Kabupaten Bantaeng dalam kurung waktu 4 tahun (2005-2008) dengan kelompok kontrol yang tidak  mengalami kejadian kematian maternal. Jumlah sampel sebanyak 130 dengan perbandingan 1:4 kasus 26 orang dan kontrol 104 orang dengan menggunakan formula Stanley Lamesshow. Data dikumpulkan secara primer kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Odds ratio (OR) 95% CI. &lt;br /&gt;Hasil uji statistik bivariat menunjukkan bahwa paritas ibu, penolong persalinan, cakupan K4 pelayanan antenatal (ANC) memiliki hubungan yang bermakna sebagai faktor risiko kejadian kematian maternal dengan nilai masing-masing variabel : paritas ibu (OR 2,728 ; 95%CI 2,124-4,503), penolong persalinan (OR 3,080 ; 95%CI 2,124-4,503), cakupan K4 ANC (OR 3,600; 95% CI 1,446-8,964). Sedangkan variabel umur ibu dengan nilai (OR 1,456 ; 95% CI 0,541-3,919) tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian kematian maternal.&lt;br /&gt;Paritas ibu, Penolong Persalinan, dan Cakupan K4 pelayanan antenatal (ANC) merupakan faktor risiko kejadian kematian maternal sedangkan umur ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian kematian maternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata Kunci : Faktor risiko, kematian maternal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1584880884601367767?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1584880884601367767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1584880884601367767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1584880884601367767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1584880884601367767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/05/beberapa-faktor-risiko-kejadian_24.html' title='BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN MATERNAL  DI KABUPATEN BANTAENG TAHUN 2005-2008'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6642187112172526260</id><published>2009-05-24T14:09:00.002+08:00</published><updated>2009-05-24T14:17:28.468+08:00</updated><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES  MANADO TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ShjmYIKn0yI/AAAAAAAAAH4/Zc2xggHD2dE/s1600-h/1_104100182l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ShjmYIKn0yI/AAAAAAAAAH4/Zc2xggHD2dE/s200/1_104100182l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339270660431008546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      Permasalahan remaja yang berhubungan dengan perilaku seksual sudah semakin banyak, ini tercermin dari banyaknya kasus kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, serta timbulnya berbagai penyakit menular seksual termasuk HIV dan AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pada mahasiswa Politeknik Kesehatan Depkes Manado Tahun 2009.&lt;br /&gt; Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study, Populasi adalah seluruh mahasiswa DIII Politeknik Kesehatan Depkes Manado Tahun Ajaran 2006-2008 sebanyak 1236 orang. Sampel adalah sebagian mahasiswa Politeknik Kesehatan Depkes Manado Tahun Ajaran 2006-2008 yang belum menikah sebanyak 293 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode  proportional stratified random sampling.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Uji analisis yang digunakan yaitu Uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05.&lt;br /&gt; Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual mahasiswa nilai p = (0,001) &lt; α (0,05), ada hubungan antara sikap dengan perilaku seksual mahasiswa nilai p = (0,016) &lt; α (0,05),  ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual mahasiswa nilai p = (0,002)  &lt; α (0,05), ada hubungan antara peran teman bergaul dengan perilaku seksual mahasiswa nilai p =  (0,000) &lt; α (0,05), tidak ada hubungan antara pengawasan tempat tinggal dengan perilaku seksual pada mahasiswa nilai p = ( 0,130)  &gt; α (0,05), ada hubungan antara keterpaparan media massa dengan perilaku seksual mahasiswa nilai p = (0,000) &lt; α (0,05).&lt;br /&gt;Penelitian ini menyarankan perlunya informasi mengenai kesehatan reproduksi terutama masalah seksualitas dengan segala dampak dan risikonya, perlunya orang tua senantiasa menciptakan keharmonisan dan keterbukaan dalam keluarga serta memberikan pengawasan yang intensif bagi pergaulan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata Kunci :Perilaku seksual, mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salma Piter Yunus, Rismayanti, Wahiduddin&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6642187112172526260?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6642187112172526260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6642187112172526260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6642187112172526260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6642187112172526260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES  MANADO TAHUN 2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ShjmYIKn0yI/AAAAAAAAAH4/Zc2xggHD2dE/s72-c/1_104100182l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4651191557050402014</id><published>2009-05-09T11:56:00.001+08:00</published><updated>2009-05-09T12:09:37.789+08:00</updated><title type='text'>”FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU MELAHIRKAN DI RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2008</title><content type='html'>Penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) termasuk preeklampsia sampai saat ini masih merupakan masalah dalam pelayanan obstetri di Indonesia. Angka morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal akibat penyakit ini masih tinggi. Penyebab terjadinya gangguan preeklampsia belum diketahui dengan pasti. Sering diduga preeklampsia terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bermasalah dan akibat terjepitnya pembuluh darah sehingga aliran pembuluh darah pada plasenta menjadi terganggu.&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu melahirkan di RSIA Siti Fatimah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan “Case Control Study”. Sampel kasus adalah semua kasus yang memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari data sekunder. Data dikumpulkan berdasarkan variabel yang diteliti yaitu umur ibu, kehamilan kembar, paritas, riwayat obstetri buruk, dan penyakit penyerta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Odds ratio (OR).&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu, kehamilan kembar, paritas, dan penyakit penyerta memiliki hubungan yang bermakna sebagai faktor risiko kejadian preeklampsia dengan nilai masing-masing variabel : umur ibu OR = 3,144, p=0,000 CI 95% (1,723-5,740), kehamilan kembar OR = 5,303, p=0,043, 95% CI (1,003-28,051), paritas OR = 2,147,p=0,015, 95% CI (1,198-3,846), dan penyakit penyerta OR = 2,237,p=0,013, 95% CI(1,220-4,101). Riwayat obstetri buruk dengan nilai OR = 1,828, p=0,097, 95% CI (0,953-3,505) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian preeklampsia.&lt;br /&gt;Disarankan pada ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya secara rutin dan petugas kesehatan agar melaksanakan pelayanan antenatal secara maksimal sehingga dapat diprediksi sedini mungkin faktor risiko gangguan kehamilan dan persalinan sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dan mengurangi komplikasi sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key word : preeklampsia, umur, kehamilan kembar, paritas,riwayat obstetri, penyakit penyerta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanti Asrianti, Mahasiswa jurusan Epidemiologi FKM Unhas angk. 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4651191557050402014?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4651191557050402014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4651191557050402014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4651191557050402014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4651191557050402014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/05/faktor-risiko-kejadian-preeklampsia.html' title='”FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU MELAHIRKAN DI RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR TAHUN 2008'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-308231100736911249</id><published>2009-04-22T10:38:00.002+08:00</published><updated>2009-04-22T10:46:08.615+08:00</updated><title type='text'>LEPTOSPIRSOSIS</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER13%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dikenal pertama kali sebagai penyakit occupational (penyakit yang diperoleh akibat pekerjaan) pada beberapa pekerja pada tahun 1883. Pada tahun 1886 Weil mengungkapkan manifestasi klinis yang terjadi pada 4 penderita yang mengalami penyakit kuning yang berat, disertai demam, perdarahan dan gangguan ginjal. Sedangkan Inada mengidentifikasikan penyakit ini di jepang pada tahun 1916. (Inada R, Ido Y, et al: Etiology, mode of infection and specific therapy of Weil's disease. J Exp Med 1916; 23: 377-402.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penyakit ini dapat menyerang semua usia, tetapi sebagian besar berusia antara 10-39 tahun. Sebagian besar kasus terjadi pada laki-laki usia pertengahan, mungkin usia ini adalah faktor resiko tinggi tertular penyakit occupational ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Angka kejadian penyakit tergantung musim. Di negara tropis sebagian besar kasus terjadi saat musim hujan, di negara barat terjadi saat akhir musim panas atau awal gugur karena tanah lembab dan bersifat alkalis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Angka kejadian penyakit Leptospira sebenarnya sulit diketahui. Penemuan kasus leptospirosis pada umumnya adalah underdiagnosed, unrreported dan underreported sejak beberapa laporan menunjukkan gejala asimtomatis dan gejala ringan, self limited, salah diagnosis dan nonfatal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Di Amerika Serikat (AS) sendiri tercatat sebanyak 50 sampai 150 kasus leptospirosis setiap tahun. Sebagian besar atau sekitar 50% terjadi di Hawai. Di Indonesia penyakit demam banjir sudah sering dilaporkan di daerah Jawa Tengah seperti Klaten, Demak atau Boyolali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Beberapa tahun terakhir di daerah banjir seperti Jakarta dan Tangerang juga dilaporkan terjadinya penyakit ini. Bakteri leptospira juga banyak berkembang biak di daerah pesisir pasang surut seperti Riau, Jambi dan Kalimantan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai 5-40%. Infeksi ringan jarang terjadi fatal dan diperkirakan 90% termasuk dalam kategori ini. Anak balita, orang lanjut usia dan penderita “immunocompromised” mempunyai resiko tinggi terjadinya kematian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penderita berusia di atas 50 tahun, risiko kematian lebih besar, bisa mencapai 56 persen. Pada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning, risiko kematiannya lebih tinggi lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Paparan terhadap pekerja diperkirakan terjadi pada 30-50% kasus. Kelompok yang berisiko utama adalah para pekerja pertanian, peternakan, penjual hewan, bidang agrikultur, rumah jagal, tukang ledeng, buruh tambang batubara, militer, tukang susu, dan tukang jahit. Risiko ini berlaku juga bagi yang mempunyai hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai, seperti berenang atau rafting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Penelitian menunjukkan pada penjahit prevalensi antibodi leptospira lebih tinggi dibandingkan kontrol. Diduga kelompok ini terkontaminasi terhadap hewan tikus. Tukang susu dapat terkena karena terkena pada wajah saat memerah susu. Penelitian seroprevalensi pada pekerja menunjukan antibodi positif pada rentang 8-29%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Sistem klasifikasi tradisional didasarkan atas patogenitas yang membedakan antara spesies patogen yaitu Leptospira interrogans dan spesies nonpatogen yang hidup bebas, yaitu Leptospira biflexa. Leptospira berbentuk ulir yang rapat, tipis dengan panjang 5-15 mm. Leptospira dapat hidup berminggu-minggu di dalam air, khususnya pada pH basa. (Brooks, 2005)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-308231100736911249?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/308231100736911249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=308231100736911249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/308231100736911249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/308231100736911249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/04/leptospirsosis.html' title='LEPTOSPIRSOSIS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6789029676529469149</id><published>2009-04-22T10:37:00.000+08:00</published><updated>2009-04-22T10:38:10.905+08:00</updated><title type='text'>FRAMBUSIA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER13%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C06%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Arial Rounded MT Bold"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Didunia, pada awal tahun 1950-an diperkirakan banyak kasus frambusia terjadi di Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Tengah serta Kepulauan Pasifik, sebanyak 25 – 150 juta penderita. Setelah WHO memprakarsai kampanye pemberantasan frambusia dalam kurun waktu tahun 1954 – 1963, para peneliti menemukan terjadinya penurunan yang drastic dari jumlah penderita penyakit ini. Namun kemudian kasus frambusia kembali muncul akibat kurangnya fasilitas kesehatan public serta pengobatan yang tidak adekuat. Dewasa ini, diperkirakan sebanyak 100 juta anak-anak beresiko terkena frambusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Selama periode 1990-an, frambusia merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang terdapat hanya di tiga negara di Asia Tenggara, yaitu India, Indonesia dan Timor Leste. Berkat usaha yang gencar dalam pemberantasan frambusia, tidak terdapat lagi laporan mengenai penyakit ini sejak tahun 2004.di India dengan mendeklarasikan pemberantasan penyakit frambusia dengan sasaran tidak adanya lagi laporan mengenai kasus baru dan membebaskan India bebas dari penyakit ini sebelum tahun 2008. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Di Indonesia sendiri, penyakit ini seharusnya, sudah dapat dibasmi sejak Pelita III karena penanganannya sangat sederhana melalui satu kali penyuntikan, namun kenyataannya penyakit ini masih tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia oleh karena metode, organisasi, manajemen pemberantasan yang kurang tepat dan pembiayaan yang kurang atau daerah tersebut selama ini tidak tersentuh oleh pemerataan pembangunan. Paling tepat kalau dikatakan bahwa masih adanya frambusia di suatu wilayah sebagai resultan dari upaya pemberantasan yang kurang memadai dan tidak tersentuhnya daerah tersebut dengan pembangunan sarana dan prasarana wilayah, khususnya didaerah-daerah terpencil seperti di Propinsi Sulawesi Tenggara. Dari empat Kabupaten dan dua Kota, penyakit frambusia ditemukan pada tiga Kabupaten dengan prevalensi frambusia menular sebesar 20,27 per 10.000 penduduk dan prevalensi frambusia tidak menular sebesar 16,65 per 10.000 penduduk. Angka ini jauh lebih tinggi dari kebijakan Departemen Kesehatan yang telah ditetapkan yakni &lt;&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Frambusia termasuk penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena penyakit ini terkait dengan, sanitasi lingkungan yang buruk, kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan diri, kurangnya fasilitas air bersih, lingkungan yang padat penduduk dan kurangnya fasilitas kesehatan umum yang memadai, apalagi di beberapa daerah, pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini masih kurang karena ada anggapan salah bahwa penyakit ini merupakan hal biasa dialami karena sifatnya yang tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Penyakit frambusia ditandai dengan munculnya lesi primer pada kulit berupa kutil (papiloma) pada muka dan anggota gerak, terutama kaki, lesi ini tidak sakit dan bertahan sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Lesi kemudian menyebar membentuk lesi yang khas berbentuk buah frambus (raspberry) dan terjadi ulkus (luka terbuka). Stadium lanjut dari penyakit ini berakhir dengan kerusakan kulit dan tulang di daerah yang terkena dan akan mengakibatkan disabilitas dimana sekitar 10-20 persen dari penderita yang tidak diobati akan cacat seumur hidup dan menimbulkan stigma social, yang tentunya akan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, hal inilah kemudian menjadi tantangan bagi seorang publich health dalam mencegah timbulnya penyakit tersebut dan memperpanjang masa hidup seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6789029676529469149?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6789029676529469149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6789029676529469149' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6789029676529469149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6789029676529469149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/04/frambusia_5524.html' title='FRAMBUSIA'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8512053835678595413</id><published>2009-04-11T09:24:00.004+08:00</published><updated>2009-04-22T10:50:46.462+08:00</updated><title type='text'>Faktor Risiko Stroke</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_0gHGzrXI/AAAAAAAAAHw/qdHk3PYAL1E/s1600-h/stroke_hemorrhage1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_0gHGzrXI/AAAAAAAAAHw/qdHk3PYAL1E/s200/stroke_hemorrhage1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323242117075807602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD NENE MALLOMO KABUPATEN SIDRAP TAHUN2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke merupakan penyakit yang tingkat mortalitas dan morbiditasnya tinggi. Walaupun menurut data epidemiologi akhir-akhir ini cenderung menurun di negara maju tetapi meningkat di negara berkembang. Stroke merupakan salah satu penyebab gangguan otak pada usia produktif dan menempati urutan ketiga penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker dan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di rumah sakit.&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit stroke pada pasien rawat inap di RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan “Case Control Study”. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 136 orang, dengan kasus 68 orang dan control 68 orang atau dengan  perbandingan 1 : 1. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.&lt;br /&gt;Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik atau buku status penderita. Data dikumpulkan berdasarkan variabel yang diteliti yaitu hipertensi, penyakit jantung, hiperkolesterolemia, dan diabetes mellitus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistic Odds ratio (OR) untuk membandingkan antara kasus dan kontrol terhadap faktor risiko.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi, penyakit jantung, hiperkolesterolemia dan diabetes mellitus memiliki hubungan yang bermakna sebagai faktor risiko kejadian penyakit stroke&lt;br /&gt;Disarankan perlunya melakukan kontrol terhadap faktor risiko terjadinya stroke seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sehingga jika ditemukan adanya peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah dapat dilakukan pencegahan secara dini. Perlunya penerapan gaya hidup yang lebih sehat seperti pengaturan pola makan dan menghindari konsumsi garam dan lemak  berlebih Penyuluhan yang lebih intensif dari aparat terkait mengenai faktor risiko kejadian stroke agar masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan sehingga angka morbiditas dan mortalitas stroke dapat diminimalisir.(idn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka : 39 (1996 – 2008)&lt;br /&gt;Kata Kunci : Faktor risiko, Stroke&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPRIANAH (MAHASISWA JUR.EPIDEMIOLOGI FKM UNHAS ANGK.2005)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8512053835678595413?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8512053835678595413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8512053835678595413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8512053835678595413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8512053835678595413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/04/faktor-risiko-stroke.html' title='Faktor Risiko Stroke'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_0gHGzrXI/AAAAAAAAAHw/qdHk3PYAL1E/s72-c/stroke_hemorrhage1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-708784052920755175</id><published>2009-04-11T08:48:00.003+08:00</published><updated>2009-04-11T08:59:57.363+08:00</updated><title type='text'>Imunisasi Campak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_q5dlpJ8I/AAAAAAAAAHo/1iDlKh3KYHo/s1600-h/campak1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 196px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_q5dlpJ8I/AAAAAAAAAHo/1iDlKh3KYHo/s200/campak1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323231557491173314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI CAMPAK PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SABBANGPARU KECAMATAN SABBANGPARU KABUPATEN WAJO TAHUN 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi campak merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin campak kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit campak, yang diberikan pada umur bayi 9-11 bulan.  Faktor yang berhubungan dengan status imunisasi campak pada batita yang diteliti dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu, aktivitas ibu, status anak, dan tempat pencarian pengobatan.&lt;br /&gt; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi campak pada batita di wilayah kerja Puskesmas Sabbangparu Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei (observasional) dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang berkunjung pada Puskesmas Sabbangparu tahun 2007. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Systematic Random Sampling, dengan besar sampel 151 bayi. Pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi program SPSS dan analisis pada penelitian ini adalah univariat dan bivariat. &lt;br /&gt; Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pendidikan ibu (pValue = 0,000, φ = 0,347), pengetahuan ibu (pValue = 0,000, φ = 0,357), aktivitas ibu (pValue = 0,000, φ = 0,439), dan tempat pencarian pengobatan (pValue = 0,000, φ = 0,701) memiliki hubungan dengan status imunisasi campak pada batita. Sedangkan status anak (p Value=0,340) tidak memiliki hubungan dengan status imunisasi campak pada batita.&lt;br /&gt; Perlu disosialisasikan lagi mengenai imunisasi campak dan penyakit campak oleh juru imunisasi dan kader-kader posyandu kepada ibu yang membawa anaknya imunisasi campak baik dipuskesmas maupun di posyandu (idn). &lt;br /&gt;Jumlah Pustaka 36 (1993-2008)&lt;br /&gt;Kata Kunci : Campak&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EKA WULANSARI,SKM (Mahasiswa jurusan Epidemiologi FKM UNHAS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-708784052920755175?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/708784052920755175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=708784052920755175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/708784052920755175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/708784052920755175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/04/imunisasi-campak.html' title='Imunisasi Campak'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sd_q5dlpJ8I/AAAAAAAAAHo/1iDlKh3KYHo/s72-c/campak1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-5921845486017467223</id><published>2009-03-22T14:39:00.003+08:00</published><updated>2009-03-26T06:25:52.559+08:00</updated><title type='text'>Pelatihan SIG HIMAPID</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ScqvaQcIeMI/AAAAAAAAAHg/TUy3_Ik1Nmo/s1600-h/spanduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ScqvaQcIeMI/AAAAAAAAAHg/TUy3_Ik1Nmo/s200/spanduk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317255175688714434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Himpunan Mahaiswa epidemiologi (HIMAPID FKM UNHAS) mengadakan pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Lab.Komputer FKM Unhas, Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20-22 Maret 2009, kegiatan ini dihadiri 35 peserta dan dibimbing oleh salah satu dosen epidemiologi yang sudah ahli dan berpengalaman.&lt;br /&gt;Pelatihan ini merupakan program kerja Himpunan yang bertujuan untuk mengenalkan kepada para peserta sebuah aplikasi yang berfungsi untuk memetakan masalah kesehatan, seperti pemetaan daerah penularan DBD, TBC dan pemetaan masalah kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;Manfaat SIG dibidang Kesehatan masyarakat adalah :&lt;br /&gt;Fungsi Pertama yaitu memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat.&lt;br /&gt;Fugsi kedua yaitu mengdiagnosa dan menginvestigasi masalah serta risiko kesehatan di masyarakat&lt;br /&gt;Fungsi ketiga yaitu menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat mengenai isu-isu kesehatan&lt;br /&gt;Fungsi keempat menggerakkan hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan.&lt;br /&gt;Fungsi kelima membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan.&lt;br /&gt;Kegiatan pelatihan yang bertema SIG sebagai jembatan dalam menjawab tantangan global ini diharapkan mampu memberdayakan para peserta untuk bisa membuat pemetaan masalah kesehatan baik dalam penelitian maupun pada saat didunia kerja nantinya. (idn)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-5921845486017467223?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/5921845486017467223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=5921845486017467223' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/5921845486017467223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/5921845486017467223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/pelatihan-gis-himapid.html' title='Pelatihan SIG HIMAPID'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/ScqvaQcIeMI/AAAAAAAAAHg/TUy3_Ik1Nmo/s72-c/spanduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8234662700715203496</id><published>2009-03-13T09:13:00.002+08:00</published><updated>2009-03-13T09:17:30.397+08:00</updated><title type='text'>Kematian Maternal</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sbm0IAZl7YI/AAAAAAAAAHY/l1YZL8wWVNw/s1600-h/grafik+AKI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sbm0IAZl7YI/AAAAAAAAAHY/l1YZL8wWVNw/s200/grafik+AKI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312475285099507074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ke¬ma¬tian maternal merupakan  kematian dari se¬tiap wanita selama masa kehamilan, bersalin atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya ke¬ha¬milan oleh sebab apapun, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau insidental (faktor kebetulan). Hal ini sesuai dengan defenisi Internasional Statistical Classification of Disease and Related Health Problems (ICD). Angka kematian maternal kemudian didefenisikan sebagai jumlah kematian maternal selama satu periode waktu dalam 100.000 kelahiran hidup. &lt;br /&gt;Data organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun sejumlah 500 orang perempuan meninggal dunia akibat kehamilan dan persalinan, fakta ini mendekati terjadinya satu kematian setiap menit. Diperkirakan 99% kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang (WHO,2007).&lt;br /&gt; Indonesia adalah salah satu negara yang masih belum bisa lepas dari belitan angka kematian ibu (AKI) yang tinggi. Bah¬kan jumlah perempuan Indonesia yang me¬ninggal saat melahirkan mencapai rekor ter¬tinggi di Asia. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian maternal di Indonesia mencapai 248/100.000 kelahiran hidup, itu berarti setiap 100.000 kelahiran hidup masih ada sekitar 248 ibu yang meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Propinsi di Indonesia dengan kasus kematian ibu melahirkan tertinggi adalah Propinsi Papua, yaitu sebesar 730/100.000 kelahiran hidup, diikuti Propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 370/100.000 kelahiran hidup, Propinsi Maluku sebesar 340/100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Sulawesi Selatan berdasarkan profil kesehatan Sulawesi Selatan jumlah kejadian kematian maternal yang dilaporkan pada Tahun 2007 yaitu sebesar 104/100.000 kelahiran hidup (Dinkes Propinsi Sulawesi-Selatan, 2008).&lt;br /&gt;Tingginya angka kematian ibu tersebut berpengaruh terhadap sosial ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan karena satu  atau lebih anak menjadi piatu, penghasilan keluarga berkurang atau hilang sama sekali. Ditambah lagi saat ini jumlah perempuan yang bekerja makin banyak sehingga kontribusi mereka terhadap kesejahteraan keluarga juga meningkat. Setiap tahun diperkirakan satu juta anak meninggal menyusul kematian ibu mereka. Anak-anak yang ibunya meninggal kurang mendapat perhatian dan perawatan dibandingkan dengan yang memiliki ibu yang masih hidup .&lt;br /&gt;Kematian maternal juga sering dipakai sebagai indikator kesejahteraan rakyat atau kualitas pembanguan Manusia (IPM/HDI), hal ini didasarkan angka kematian maternal sangat erat kaitannya dengan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;Telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kematian maternal, seperti Gerakan Sayang Ibu (GSI), Buku KIA, Safe Motherhood: Partnership Family Approach,Penempatan bidan di desa, Maternal and Neonatal Health (MNH), Making Pregnancy Safer (MPS), dan program-program  lainnya. Namun program dan strategi tersebut belum mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu. &lt;br /&gt;Seperti kita ketahui target Millenium Development Goal’s (MDG’s) salah satunya adalah mengurangi angka kematian ibu (AKI) di seluruh dunia sebesar 75% dari tahun 1900 ke 2015. Sebagai gambaran pada tahun 1990 AKI di Indonesia masih sekitar 408/100.000 kelahiran hidup, sesuai target MDG’s di tahun 2015 akan menjadi 102/100.000 kelahiran hidup. Di sisi lain berdasarkan analisis trend penurunan AKI periode 1900 – 2015 ternyata diperkirakan hanya akan mencapai 52-55% sehingga kemungkinan besar target MDG’s tetang AKI di Indonesia sulit tercapai (Bapenas, 2007).&lt;br /&gt;Tingginya angka kematian maternal diatas dipengaruhi oleh banyak faktor dan sangat kompleks, secara garis besar faktor determinan kematian maternal digolongkan menjadi dua faktor besar yaitu faktor medis/langsung dan faktor non-medis/tidak langsung. Faktor medis/langsung disebabkan oleh komplikasi obstetrik atau penyakit kronik yang menjadi lebih berat selama masa kehamilan, sehingga berakhir dengan kematian, yaitu Perdarahan (28%), Eklampsia (24%), Infeksi (11%), Abortus (5%),  partus lama, trauma obstetrik (5%), emboli obstetrik (3%). Sebagian kematian maternal banyak terjadi pada saat persalinan, melahirkan dan sesaat setelah melahirkan (www.pkmi-online.com,2005).&lt;br /&gt;Faktor reproduksi ibu turut menambah besar risiko kematian maternal. Jumlah paritas satu dan Paritas diatas tiga telah terbukti meningkatkan angka kematian maternal dibanding paritas 2-3, selain itu faktor umur ibu melahirkan juga menjadi faktor risiko kematian ibu, dimana usia muda yaitu &lt; 20 tahun dan usia tua ≥35 tahun pada saat melahirkan menjadi faktor risiko kematian maternal, sedangkan jarak antara tiap kehamilan yang dianggap cukup aman adalah 3-4 tahun. Faktor kematian maternal ini kemudian diidentifikasi sebagai 4 Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak kehamilan dan terlalu banyak).&lt;br /&gt;Selain faktor medis dan reproduksi, faktor non-medis turut menambah parah risiko kematian maternal. faktor non-medis/tidak langsung tersebut yaitu kondisi sosial budaya, ekonomi, pendidikan, Kedudukan dan peran wanita, kondisi geografis, dan transportasi, ini kemudian diidentifikasi sebagai tiga terlambat (3T). &lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan penelitian Widarsa, (2002) yang menyatakan bahwa frekuensi ANC &lt; 4 kali memiliki risiko kematian ibu dengan OR 11,7. Pemeriksaan kehamilan yang baik dan tersedianya fasilitas rujukan bagi kasus risiko tinggi dapat menurunkan angka kematian ibu (www.library.usu.ac.id, 2008).&lt;br /&gt;Faktor-faktor diataslah yang kemudian turut berkontribusi dan mempertinggi risiko kematian maternal, padahal pada dasarnya faktor-faktor tersebut dapat mudah untuk dicegah dan dihindarkan. Kematian maternal yang disebabkan oleh faktor-faktor yang seharusnya dapat dihindari, atau peluang yang terlewatkan maupun pelayanan dibawah standar, harus dapat ditemukan masalahnya. Oleh sebab itu penting dilakukan upaya untuk identifikasi seberapa besar faktor risiko tersebut terhadap kejadian kematian maternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indra Dwinata, 05&lt;br /&gt;Jurusan Epidemiologi,FKM Unhas &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8234662700715203496?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8234662700715203496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8234662700715203496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8234662700715203496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8234662700715203496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/kematian-maternal.html' title='Kematian Maternal'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/Sbm0IAZl7YI/AAAAAAAAAHY/l1YZL8wWVNw/s72-c/grafik+AKI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-7250019247909556302</id><published>2009-03-10T19:09:00.002+08:00</published><updated>2009-03-10T19:14:48.457+08:00</updated><title type='text'>Perilaku Berisiko Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZLoDuSuPI/AAAAAAAAAHQ/eTHOM3XkQx0/s1600-h/narkoba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZLoDuSuPI/AAAAAAAAAHQ/eTHOM3XkQx0/s200/narkoba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311515962096400626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agak sulit dipersalahkan, mahasiswa sebagai bagian dari remaja, yang memiliki karakteristik layaknya seperti remaja yaitu penuh rasa ingin tahu, sedang mencari jati diri, emosi labil serta butuh pengarahan, dianggap menjadi kelompok yang sudah mandiri dan bertanggungjawab. Pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dalam aspek fisik, emosi, kognitif, dan sosial. Masa ini merupakan masa yang kritis, yaitu saat untuk berjuang melepaskan ketergantungan kepada orang tua dan berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa.&lt;br /&gt;Pada masa transisi ini mahasiswa atau remaja menjadi rentan terhadap perilaku – perilaku berisiko, masalah yang biasa sering dihadapi, seperti merokok, minum-minuman beralkohol, seks pranikah dan penyalahgunaan narkoba  Yang memberikan efek yang negatif bagi kondisi kesehatan bahkan dapat membawa malapetaka berupa tingginya kejadian penyakit kematian akibat perilaku yang berisiko tersebut (Depkes,2002)&lt;br /&gt;Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), dewasa  ini  kasus perilaku berisiko menunjukkan persentase yang semakin tinggi yaitu diperkirakan terdapat 1,26 miliar perokok dengan  5.000.000 kematian pertahun di seluruh dunia, kematian akibat alkohol sebanyak 1.800.00 pertahun (CDC,2001) Masalah hubungan seksual di kalangan remaja juga merupakan masalah global, karena hampir diseluruh negara di dunia menunjukkan kecenderungan serupa. Di USA setiap tahunnya dilaporkan 500.000 remaja hamil dan 70% diantaranya belum menikah. disamping merebaknya kasus rokok, minum alkohol ,dan seks bebas masalah penyalahgunaan narkoba juga makin merabak berdasarkan Laporan Narkoba Dunia (World Drug Report) jumlah penyalahguna narkoba di dunia sebesar 200juta orang (5% dari populasi dunia) yang terdiri dari : 160,9 juta orang (penyalahguna ganja), 34,1 juta (ATS), 13,7 juta orang (kokain), 15,9juta orang (opiat) dan 10,6 juta orang (heroin). Bianchi (2004) penduduk usia 15-64 tahun (UNODC ,2005).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Data menunjukkan Lebih kurang 1,1 milyar penduduk dunia merokok (World Bank, 1999). Pada tahun 2025, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sampai dengan 1,6 milyar. Dengan jumlah perokok sebanyak 75% dari populasi. WHO melaporkan    bahwa Indonesia adalah salah satu dari lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia (Adiatma ,1992).&lt;br /&gt;Selain itu, salah satu perilaku berisiko yang sangat penting untuk diperhatikan adalah perilaku mengkonsumsi Narkotika. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Narkotika Nasional tahun 2006, didapatkan orang menggunakan narkoba bukan hanya remaja saja, tetapi ada berumur 78 tahun, namun yang rentan memang usia 15-24 tahun, terdapat 83.000 pelajar di negeri ini telah memakai narkoba dan yang lebih memprihatinkan 8.449 orang di antaranya adalah pelajar sekolah dasar. Dan diperoleh sebanyak 63 % penyalahguna narkoba pertama kali mencoba pada usia 15 – 24 tahun. bahkan eksekutif berusia 25-29 tahun juga banyak memakai barang haram tersebut dan pada tahun 2000 tercatat 21 kasus narkoba kalangan anak-anak berusia 15 tahun ke bawah, kemudian meningkat menjadi 25 kasus pada 2001, 23 kasus pada 2002, 67 kasus pada 2003, 71 kasus pada 2004, 109 kasus pada 2005.&lt;br /&gt;Selain itu masalah yang tak kalah pentingya ialah perilaku sex bebas di kalangan remaja, Menurut Okanegara (2007) remaja Indonesia yang berusia 10-24 tahun mencapai 65 juta orang atau 30 persen dari total penduduk Indonesia, sekitar 15-20 persen dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah, 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya, hingga Juni 2006 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun, setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja data kehamilan remaja  Indonesia menunjukkan hamil diluar nikah karena diperkosa sebanyak 3,2 %, karena sama-sama mau sebanyak 12,9 %, dan tidak terduga sebanyak 45 %, seks bebas sendiri mencapai 22,6 % (Ari Saputra,2007).&lt;br /&gt;Sementara itu Berdasarkan hasil kajian Rapid assessment Response of Injecting Drugs User (RAR OF IDUS) tahun 2002 kasus merokok di Sulawesi Selatan  pada pelajar dan mahasiswa sebesar 49,9%, minum- minuman beralkohol 32,7%,seks pra nikah 29,5%  diperkirakan 300 orang pecandu NAPZA yang terdeksi, sedangkan yang tidak terdeteksi bisa jauh lebih banyak dari angka tersebut (Depkes, 2002).&lt;br /&gt;Kenyataan semakin meningkatnya jumlah perokok, minum- minuman beralkohol , seks pra nikah dan  pecandu narkoba telah menyebar sebagai suatu penyakit yang menakutkan, suatu ancaman yang mengerikan bagi kehidupan bangsa dimasa kini dan masa yang akan datang. Berbagai masalah kompleks dapat timbul dari perilaku perilaku tersebut yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan antara lain aspek kesehatan, psikologis, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Dampak umum dari perilaku berisiko di atas dilihat dari merosotnya prestasi belajar, rusaknya keharmonisan keluarga, perkelahian, kahamilan yang tidak diinginkan dan tindak kekerasan serta meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Begitu juga dengan masalah kesehatan yang timbul berupa mewabahnya HIV/ AIDS, meningkatnya penderita gizi buruk, kelainan paru- paru, kelainan fungsi lever dan Hepatitis B serta masih banyak lagi komplikasi perilaku beriko tersebut sehingga perluh perhatian banyak pihak dalam mengendalikan masalah tersebut.(idn)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-7250019247909556302?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/7250019247909556302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=7250019247909556302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7250019247909556302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7250019247909556302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/perilaku-berisiko-mahasiswa.html' title='Perilaku Berisiko Mahasiswa'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZLoDuSuPI/AAAAAAAAAHQ/eTHOM3XkQx0/s72-c/narkoba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4772007052580911024</id><published>2009-03-10T19:03:00.002+08:00</published><updated>2009-03-10T19:09:13.247+08:00</updated><title type='text'>Kesehatan Reproduksi Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZJg6ETj2I/AAAAAAAAAHI/5MxZ8yUKya8/s1600-h/boys+n+girls.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZJg6ETj2I/AAAAAAAAAHI/5MxZ8yUKya8/s200/boys+n+girls.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311513640222035810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zaman globalisasi membuat nilai–nilai moral yang ada dalam masyarakat menjadi semakin berkurang. Pergaulan menjadi semakin bebas sehingga melanggar batas-batas nilai moral dan agama. Hubungan seks yang seharusnya hanya boleh dilakukan dalam ikatan perkawinan sudah dianggap wajar dalam status berpacaran. &lt;br /&gt;Remaja adalah masa peralihan antara tahap anak dan dewasa yang jangka waktunya berbeda-beda tergantung faktor sosial budaya. Cirinya adalah alat-alat reproduksi mulai berfungsi, libido mulai muncul, intelingensi mencapai puncak perkembangannya, emosi sangat stabil, kesetiakawanan yang kuat terhadap teman sebaya dan belum menikah. Masa remaja merupakan masa penggalian jati diri, pada saat penggalian jati diri tersebut muncul rasa ingin tahu yang begitu besar dari diri para remaja. Masalah seks merupakan salah satu hal yang ingin diketahui oleh remaja. Untuk memberikan informasi tentang masalah seks kepada remaja dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan seks. Akan tetapi, orang tua yang merupakan orang yang paling dekat dengan remaja, cenderung tertutup jika berbicara tentang masalah seks dengan putra-putri mereka. Hal ini menyebabkan remaja kurang mendapatkan informasi tentang masalah seks dari orang tua mereka (Jhony, 2002).&lt;br /&gt;Remaja yang sudah berkembang kematangan seksualnya, jika kurang mendapatkan pengarahan dari guru atau orang tua, akan dapat mudah terjebak dalam masalah. Masalah yang dimaksud dalam hal ini terutama dapat terjadi apabila remaja tidak dapat mengendalikan perilaku seksualnya. Akibatnya remaja cenderung untuk melakukan hubungan seks di luar nikah, hubungan seks bebas, melakukan aborsi bagi remaja putri dan melakukan tindak perkosaan (Mulyadi, 2008).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja secara global berlangsung antara usia 13 sampai dengan 21 tahun. Masa remaja ini dibagi menjadi dua, yaitu masa remaja awal usia 13-18 tahun dan masa remaja akhir usia 18-21 tahun (Hurlock, 1992). Pertumbuhan dan perkembangan fisik dan seksual berlangsung sekitar usia 12 tahun. Pada remaja awal khususnya bagi remaja putri rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi (datang bulan) yang pertama (Zulkifli, 1986). Seorang remaja akhir mengalami kematangan seksual (dalam kondisi seks yang optimum) dan telah membentuk pola-pola kencan yang lebih serius dan mendalam dengan lawan jenis atau berpotensi aktif secara seksual, terutama remaja putri akan lebih sensitif dorongan seksualnya dan memiliki rasa ingin tahu sangat besar dari pada remaja putra (Mappiere, 1982).&lt;br /&gt;Mahasiswa yang merupakan bagian dari remaja dan memiliki tanggung jawab di kampus pun lebih banyak tidak peduli akan kondisi yang terjadi, apabila tidak terjadi kasus besar dan tidak menjadi berita besar, aktivitas seksual dianggap hal biasa yang terjadi seiring perkembangan mahasiswa. Padahal kondisi mahasiswa semakin hari semakin membawa perubahan cukup mencengangkan, terutama pada aktivitas seksual yang semakin hari menunjukkan jumlah dan dampak negatif yang signifikan (Krisanto, 2008).&lt;br /&gt;Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan remaja. Remaja yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang prima sehingga dapat menurunkan generasi sehat (Manuaba, 1998).&lt;br /&gt;Ada dua faktor yang mendasari perilaku seks pada remaja. Pertama, harapan untuk kawin dalam usia yang relatif muda (20 tahun) dan kedua, makin derasnya arus informasi yang dapat menimbulkan rangsangan seksual remaja terutama di perkotaan (Manuaba, 1998).&lt;br /&gt;Mengenai golongan remaja, ditemukan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia berumur di bawah 25 tahun, dan sekitar 80% berada di negara berkembang dan di semua belahan dunia sejumlah besar remaja melakukan aktivitas seks pada umur awal, disertai peningkatan proportional terjadi di luar perkawinan. Dalam melakukan kegiatan seks ini, kebanyakan mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi (hanya sekitar 17% wanita 15-19 tahun). Dapat ditambahkan bahwa 15 juta wanita remaja menyumbangkan bayi terhadap kelahiran yang terjadi tiap tahun, yang besarnya 1/5 dari seluruh kelahiran dunia, dan kebanyakan terjadi di negara sedang berkembang (Bustan, 2000).  &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian dari Koordinator Kesehatan Reproduksi Jaringan Epidomologi Nasional, 15% dari 2.224 mahasiswa di 15 Universitas negeri dan swasta telah biasa melakukan hubungan seks diluar nikah (Agustiar, 2007). Hasil survey yang dilakukan Bali Post tahun 2000 di 12 kota di Indonesia yaitu terdapat penerimaan angka kasar sebesar 11% remaja di bawah usia 19 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan berpotensi melakukan aborsi, sedangkan 59,6% remaja di atas 19 tahun juga pernah melakukan hubungan seksual dan berpeluang lebih besar untuk melakukan aborsi (Balipost, 2007).&lt;br /&gt;Hasil survey yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI pada bulan September 2002 di Kota Baturaja Sumatera Selatan terdapat banyaknya tempat-tempat hiburan dan “tempat-tempat persinggahan” atau “peristirahatan” seperti diskotik, tempat karaoke, dan lain-lain yang dihuni oleh remaja dengan usia 18-24 tahun. Berdasarkan penggeledahan yang dilakukan setiap bulan, didapatkan informasi 70% remaja di tempat-tempat tersebut melakukan sex intercourse (hubungan kelamin) dan ketika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan mereka cenderung untuk melakukan aborsi, selebihnya yang 30% bersikap kontra terhadap aborsi dan lebih memilih meneruskan kehamilannya dengan berbagai macam alasan yang bersifat individual (Dokumentasi Kepolisian Baturaja, 2002). Mendukung hal tersebut pada tahun 2003 Kabid Pengendalian Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jawa Barat, Danu Wisastra, mengadakan survey pada 5 kota di Indonesia yaitu Kupang, Palembang, Singkawang, Tasik Malaya, dan  Cirebon.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa 36,35% remaja berusia di atas 18 tahun telah melakukan hubungan seks pranikah dan dari jumlah tersebut 40,1% diantaranya tidak menggunakan alat kontrasepsi dan siap melakukan aborsi jika terjadi kehamilan (BKKBN,2007). &lt;br /&gt;Khusus untuk Sulawesi Selatan pada tahun 2007, kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan. Ini terbukti pada akhir tahun 2006 masih tercatat sekitar 900 kasus HIV/AIDS. Namun,pada Juni 2007 sudah naik menjadi 1.564 kasus dan bahkan melonjak drastis hingga November 2007 dengan 1.630 kasus (Depkes, 2008).&lt;br /&gt;Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, di Sulawesi Selatan angka penderita HIV/AIDS mencapai 1.800 jiwa, dan 70% diantaranya berasal dari Makassar. Populasi pengidap HIV/AIDS di Makassar makin tidak terkendali. Dalam kurun waktu setahun, jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dua kali lipat. Tercatat, di tahun 2006 angka penderita mencapai 786 orang, dan di tahun 2007 meningkat menjadi 1.432 orang atau terjadi peningkatan hampir 100 persen atau sekitar 646 orang (Depkes, 2008).&lt;br /&gt;Di Sulawesi Selatan data yang bersumber dari BKKBN, Pasangan Usia Subur (PUS) tahun 2007 sebanyak 1.219.516 pasangan, sedangkan PUS yang dibawah umur 20 tahun sebanyak 50.952 pasangan atau 4,18% dari seluruh pasangan usia subur. Rendahnya umur perkawinan pertama ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor sosial ekonomi, pengetahuan penduduk yang masih rendah akan masalah pendewasaan perkawinan, dan masih banyaknya orang tua yang takut bila anaknya menjadi perawan tua (BKKBN, 2008).&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Muhammad Jufri, pada tahun 2006 bahwa sebanyak 29,24% mahasiswa di Makassar setuju dengan seks pranikah. Alasan mahasiswa yang setuju dengan budaya ini di antaranya karena kebutuhan dasar, asal tidak hamil, tuntutan zaman dan coba-coba atau latihan. Hasil penelitian lain yang telah diperoleh yaitu sebanyak 68,86% menyatakan pernah bergandengan tangan dengan pasangan, bercium pipi (50%), ciuman bibir (51,88%), saling membelai dengan pasangan (65,26%) meraba payudara (34,90 %) dan senggama (21,69%) (Jufri, 2006).&lt;br /&gt;Hasil survei yang telah dilakukan di UNHAS tahun 2008, mahasiswa sebanyak 3028 orang, penelitian ini menunjukkan bahwa 260 orang (8,6%) mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah dan yang tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah  sebesar 2155 (71,2%). Dari seluruh responden yang di survai terdapat 613 (20,2%) responden yang tidak mengisi kuesioner. Untuk penelitian di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS, dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 413 orang, menunjukkan bahwa 20 orang (6,9%) mahasiswa yang mengaku telah melakukan hubungan seks pranikah dan sisanya tidak pernah melakukan hubungan seks pranikah (HEART, 2008). &lt;br /&gt;Dari berbagai hasil penelitian inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan terjadinya seks menyimpang pada mahasiswa FKM UNHAS tahun 2008.&lt;br /&gt;Tingginya persentase mahasiswa/remaja yang telah melakukan hubungan seks pranikah maka seharusnya remaja putri diberi bimbingan dari lingkungan yang kecil yaitu keluarga supaya remaja terhindar dari perilaku seksual pranikah yang memungkinkan bisa menyebabkan terjadinya kehamilan.(idn)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Febriani Catursari&lt;br /&gt;Jurusan Epidemiologi, FKM Unhas Angk.2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4772007052580911024?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4772007052580911024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4772007052580911024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4772007052580911024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4772007052580911024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/kesehatan-reproduksi-mahasiswa.html' title='Kesehatan Reproduksi Mahasiswa'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SbZJg6ETj2I/AAAAAAAAAHI/5MxZ8yUKya8/s72-c/boys+n+girls.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-5735792325445759495</id><published>2009-03-03T12:20:00.004+08:00</published><updated>2009-03-09T16:16:43.813+08:00</updated><title type='text'>FILARIASIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit Filariasis (Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria limfatik yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak mendapat pengobatan dengan baik dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik pada perempuan maupun laki-laki.&lt;br /&gt;Penderita yang sudah cacat biasanya akan merasa rendah diri (stigma) apalagi dengan adanya anggapan yang keliru dari sebagian masyarakat tentang penyakit ini sebagai penyakit keturunan atau penyakit kutukan. Selain itu dapat menyebabkan penurunan produktifitas karena penderita tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menimbulkan kerugian ekonomi dan menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;Filariasis terdapat di berbagai negara terutama di daerah tropis dan sub tropis seperti India, Banglades, Taiwan, China, Filipina, Afrika, Amerika Latin, Daerah Pasifik dan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, dengan jumlah penderita 120 juta orang yang tersebar di 83 negara. Diperkirakan lebih dari 1 miliar (20% populasi dunia) beresiko untuk terinfeksi.&lt;br /&gt;Seluruh wilayah Indonesia mempunyai resiko untuk penularan Filariasis karena cacing penyebabnya dan nyamuk penularnya tersebar luas. Dengan adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan di tanah air dapat meningkatkan penularan dan penyebarluasan Filariasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini disebabkan karena timbulnya berbagai kerusakan lingkungan seperti banyaknya tambak-tambak ikan yang tidak terawatt, pembabatan hutan, banjir dan lain-lain sehingga dapat memperlias habitat nyamuk penularnya. Selain banyaknya pengungsi dari lokasi yang endemis ke daerah lain yang tidak endemis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Filariasis disebabkan oleh 3 spesies cacing filarial yaitu Wucheria Bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori, dengan vektor ditemukan berbagai spesies nyamuk Culex, Aedes dan Anopheles, Mansonia dan Armigeres. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala dini Filariasis menunjukkan peradangan kelenjar limfa (limfadenitis, limfangitis) yang sifatnya hilang timbul. Gejala lanjut berupa limfoedema dan elephantiasis yang sifatnya menetap dan kronis sehingga Filariasis merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kecacatan, kemiskinan dan masalah-masalah social lainnya karena seumur hidup mereka tidak dapat bekerja secara optimal dan sangat merugikan masyarakat, negara dan menjadi beban keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar Filariasis tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat, diharapkan angka mikrofilaria (Mf rate) mencapai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-5735792325445759495?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/5735792325445759495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=5735792325445759495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/5735792325445759495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/5735792325445759495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/filariasis_03.html' title='FILARIASIS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2075646539428652860</id><published>2009-03-01T17:19:00.008+08:00</published><updated>2009-03-09T16:13:01.573+08:00</updated><title type='text'>SKIZOFRENIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SKIZOFRENIA merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamine yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).&lt;br /&gt;Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.&lt;br /&gt;75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.&lt;br /&gt;Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan Psikolog&lt;br /&gt;Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Gejala-gejala Positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Gejala-gejala Negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktifitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan stres post-traumatik. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala Psikosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2075646539428652860?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2075646539428652860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2075646539428652860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2075646539428652860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2075646539428652860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/03/skizofrenia-merupakan-penyakit-otak.html' title='SKIZOFRENIA'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6406576437749601123</id><published>2009-02-20T15:44:00.003+08:00</published><updated>2009-03-01T17:16:33.359+08:00</updated><title type='text'>SECTIO CAESAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RISIKO RASA TAKUT AKAN KELAHIRAN DAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL (ANC) SERTA DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN PERSALINAN SECTIO CAESAR DI RSB PERTIWI MAKASSAR&lt;br /&gt;TAHUN 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sectio caesar adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding rahim. Di Benua Asia contohnya wilayah Kartanaka Utara India pada tahun 1999 angka persalinan sectio caesar meningkat sebesar 30% dari seluruh persalinan. Di Indonesia angka sectio caesar di rumah sakit Pemerintah sekitar 20-25% sedangkan di rumah sakit swasta sekitar 30-80% dari total persalinan (Mutiara, 2004). Sedangkan di RSB Pertiwi Makassar angka persalinan sectio caesar mencapai 38,3% dari seluruh persalinan pada tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor risiko kejadian persalinan sectio caesar di RSB Pertiwi Makassar tahun 2009. Faktor risiko yang diteliti yaitu rasa takut akan kelahiran, kuantitas dan kualitas pemanfaatan pelayanan antenatal (ANC) serta dukungan keluarga.&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan kasus kontrol dengan sampel ibu bersalin melalui sectio caesar dan secara normal sebanyak 140 responden dimana sampel dipilih dengan metode accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis Odss Ratio (OR) dengan menggunakan program komputer SPSS dimana data disajikan dalam bentuk tabel disertai narasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa rasa takut akan kelahiran merupakan faktor risiko kejadian persalinan sectio caesar dengan nilai OR 5,207 (95% CI 2,425-13,503), demikian pula variabel dukungan keluarga dengan nilai OR 13,850 (95% CI 5,864-32,710). Adapun proporsi risiko tinggi untuk variabel rasa takut akan kelahiran pada kelompok kasus mencapai 54,3% sedangkan untuk kelompok kontrol hanya sebesar 18,6% dan untuk variabel dukungan keluarga proporsi risiko tinggi pada kelompok kasus mencapai 67,1% sedang pada kelompok kontrol sebesar 12,9%. Sedangkan untuk variabel kuantitas dan kualitas pemanfaatan pelayanan antenatal (ANC) diperoleh nilai OR masing-masing sebesar 1,212 (95% CI 0,600-2,447) dan 1,176 (95% CI 0,634-2,592). Karena nilai LL dan UL untuk kedua variabel tersebut mencakup nilai satu maka kedua variabel tersebut bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian persalinan sectio caesar.&lt;br /&gt;Disarankan untuk ibu-ibu hamil terutama mereka dengan usia kehamilan pada trimester ketiga sangat penting untuk memperoleh dukungan yang positif dari orang-orang disekitar mereka. Tujuannya untuk meminimalisir rasa takut akan kelahiran yang sering dialami ibu yaitu dengan memberi dukungan emosional kepada ibu untuk dapat berpikir positif selama masa kehamilannya, utamanya dukungan bahwa mereka akan mampu menjalani persalinan mereka dengan aman dan nyaman meskipun dilakukan secara normal (pervaginam).&lt;br /&gt;Kata Kunci: Persalinan Sectio Caesar, Rasa Takut akan Kelahiran, Pemanfaatan Pelayanan Antenatal (ANC), dan Dukungan Keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nunung Purnama Sunardi&lt;br /&gt;FKM Unhas Jurusan Epidemiologi Angk. 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6406576437749601123?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6406576437749601123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6406576437749601123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6406576437749601123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6406576437749601123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/02/sectio-caesar.html' title='SECTIO CAESAR'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4544659895893029735</id><published>2009-02-16T22:22:00.006+08:00</published><updated>2009-03-01T17:12:41.278+08:00</updated><title type='text'>Pelayanan Antenatal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di Negara Berkembang. Kematian saat kehamilan menjadi faktor utama mortalitas wanita dimasa produktivitasnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian Ibu antara lain adalah pemeriksaan antenatal.&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan cakupan K4 pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Makassar tahun 2009. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional study  dengan menggunakan metode sistematik random sampling, besar sampel 194 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square,dengan α 0,05.&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan K4 pelayanan antenatal masih sangat rendah (47,9%). Dari hasil analisis didapatkan bahwa cakupan K4 pelayanan antenatal lengkap lebih banyak pada tingkat pengetahuan cukup (58,9%), jarak tempat tinggal dekat (48,1%), sikap petugas kesehatan yang baik (47,9%), ibu dengan dengan keluarga yang berperan (48,7%), ibu dengan umur 20-30 tahun (46,5%) dan ibu dengan paritas &lt;1&gt;4 (48,3%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan cakupan K4 pelayanan antenatal, sedangkan jarak tempat tinggal, sikap petugas kesehatan, peran keluarga, umur ibu dan paritas tidak memiliki hubungan dengan cakupan K4 pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamalate.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perlu  adanya penyuluhan dari tenaga kesehatan tentang 5T dan manfaatnya serta ciri-ciri kehamilan yang berisiko terhadap kesakitan dan kematian dalam bentuk komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada ibu hamil dan keluarganya sehingga terjadi peningkatan cakupan K4 pelayanan antenatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Irma Muslimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jurusan Epidemiologi FKM Unhas Angk.2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4544659895893029735?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4544659895893029735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4544659895893029735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4544659895893029735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4544659895893029735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/02/faktor-yang-berhubungan-dengan-cakupan.html' title='Pelayanan Antenatal'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-7077721211617410459</id><published>2009-02-06T14:03:00.005+08:00</published><updated>2009-02-06T14:22:09.394+08:00</updated><title type='text'>RIHLAH HIMAPID COMING SOON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selamat Datang buat adik-adik Jurusan Epidemiologi FKM UNHAS Angkatan 2007. Selamat Bergabung Di HIMAPID, tunjukkan semangat EPID HOLIC kita untuk Himpunan Tercinta. Semoga kita dapat berkarya dan mengembang amanah sebagai epidemiolog dalam menuntaskan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Agent pada Environment dan Host"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; agar kita dapat menentukan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;eterminant, Frekuansi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Distribusi &lt;/span&gt;terhadap &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Time, Place dan Person&lt;/span&gt;. Tidak Terasa Kepengurusan 2008-2009 telah memasuki tengah periode dan berbagai kegiatan yang telah kami gebyarkan untuk memasyarakatkan kesehatan dan kesadaran umat manusia dalam mencegah lebih baik daripada mengobati. Dalam waktu dekat ini, bagian HUMAS HIMAPID akan mengadakan RIHLAH penerimaan anggota baru HIMAPID. Senang rasanya karena  Gubuk HIMAPID akan bertambah ramai. Mudah-mudahan keramaian itu bukan sekedar meramaikan agent-agent yang selama ini jadi musih besar kaum epidemiolog akan tetapi dapat membawa efek baru bagi perkembangan dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;EKSISTENSI HIMAPID&lt;/span&gt; kedepannya. Nantikanlah RIHLAH HIMAPID. Kepada teman-teman pengurus dan senior-senior HIMAPID, tetap semangat.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;(DK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-7077721211617410459?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/7077721211617410459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=7077721211617410459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7077721211617410459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/7077721211617410459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2009/02/rihlah-himapid-coming-soon.html' title='RIHLAH HIMAPID COMING SOON'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8456975802774783627</id><published>2008-12-01T13:59:00.004+08:00</published><updated>2009-02-26T13:09:40.692+08:00</updated><title type='text'>SKIZOFRENIA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser-24%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:620379884; 	mso-list-template-ids:796580078;} @list l1 	{mso-list-id:1437598491; 	mso-list-template-ids:1342210830;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Skizofrenia&lt;/b&gt; merupakan penyakit &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak" title="Otak"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;otak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang timbul akibat ketidakseimbangan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dopamine" title="Dopamine"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dopamine&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halusinasi" title="Halusinasi"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;halusinasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995" title="1995"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1995&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikiater" title="Psikiater"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;psikiater&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikolog" title="Psikolog"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;psikolog&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gejala-gejala      Positif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gejala-gejala      Negatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktifitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan stres post-traumatik. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetik" title="Genetik"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;genetik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikosis" title="Psikosis"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;psikosis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Nash" title="John Nash"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;John Nash&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Doktor" title="Doktor"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;doktor&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika" title="Matematika"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;matematika&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan pemenang hadiah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nobel" title="Nobel"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Nobel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1994" title="1994"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1994&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang mengilhami film &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/A_Beautiful_Mind" title="A Beautiful Mind"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;A Beautiful Mind&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8456975802774783627?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8456975802774783627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8456975802774783627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8456975802774783627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8456975802774783627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/12/skizofrenia.html' title='SKIZOFRENIA'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1688635146674844622</id><published>2008-12-01T13:30:00.007+08:00</published><updated>2008-12-01T14:38:39.656+08:00</updated><title type='text'>SOSIALISASI HARI AIDS SEDUNIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/STOE7I0mOjI/AAAAAAAAAFg/fUWxVNFZl44/s1600-h/PICT0099.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/STOE7I0mOjI/AAAAAAAAAFg/fUWxVNFZl44/s200/PICT0099.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274705740096223794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia (01/12/08) yang bertema&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;" STOP AIDS, KEEP THE PROMISE-LEADERSHIP"&lt;/span&gt;, Himpunan Mahasiswa Epidemiologi (HIMAPID) FKM UNHAS mengadakan berbagai kegiatan. Seperti menghadiri seminar AIDS  (29/11/08)  sebagai bentuk kerjasama dengan KNPI Sul-Sel Dan MHaRC dengan tema&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Be A Pioneer In Your Community"&lt;/span&gt;. Dalam seminar tersebut yang sebagian besar pesertanya adalah siswa SMA sempat terjadi doalog yang seru karena dalam seminar tersebut hadir seorang penderita HIV&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; (ODHA)&lt;/span&gt;. Di Akhir seminar tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi HIV/AIDS  berupa bagi-bagi bunga dan stiker dengan pesan-pesan tentang HIV/AIDS di pantai sekitar pantai Losari makassar. Tujuan dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi suatu sumber penggerak agar setiap individu mau peduli terhadap HIV/AIDS.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/STN_gjHMadI/AAAAAAAAAFY/yf7rT2jeJ3w/s1600-h/PICT0088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/STN_gjHMadI/AAAAAAAAAFY/yf7rT2jeJ3w/s200/PICT0088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274699785738938834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, bertepatan pada hari AIDS sedunia tahun2008 (1/12/) HIMAPID Melanjutkan rangkaian kegiatannya untuk melakukan kampanye di Bundaran Adipura (Depan PLTU Tello) dengan membagikan bunga Sticker, Brosur, dan souvenir yang berisikan pesan singkat tentang pencegahan HIV/AIDS, dan bagaimana menyikapi ODHA. Overall, kegiatan ini berjalan lancar dan kemudian akan dilanjutkan dengan kunjungan ke LSM untuk bertemu dengan ODHA dan sharing bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1688635146674844622?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1688635146674844622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1688635146674844622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1688635146674844622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1688635146674844622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/12/sosialisasi-hari-aids-sedunia.html' title='SOSIALISASI HARI AIDS SEDUNIA'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/STOE7I0mOjI/AAAAAAAAAFg/fUWxVNFZl44/s72-c/PICT0099.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8899624288544005939</id><published>2008-11-12T13:21:00.011+08:00</published><updated>2009-02-06T12:24:22.232+08:00</updated><title type='text'>PIDATO MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-44 12 NOVEMBER 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara ini sebagian besar rakyat kita masih belum menikmati akses pelayanan kesehatan atau masih rendah kualitas pelayanan kesehatan yang diterimanya, diukur dengan masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi gizi kurang dan gizi buruk, yang masih mengancam masyarakat kita terutama bagi masyarakat yang miskin dan masyarakat hampir miskin. Dalam beberapa tahun terakhir pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan masyarakat semakin hari semakin terjamin melalui penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Kita semua mengharapkan bangsa Indonesia dengan keadaan geografis yang begitu luas, terdiri dari daratan, lautan gunung dan lembah dengan ketersediaan akses pelayanan kesehatan yang luas dan berkualitas seharusnya penduduk yang berkualitas, agar mampu mengelola dan memanfaatkan semua potensi dari negara ini secara maksimal. Oleh karena itu, menjadi penting peranan sektor kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas suatu bangsa, disamping peran sektor pendidikan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya peranan kesehatan dalam pembagunan sumberdaya manusia. Karena kemakmuran suatu bangsa tidak hanya dapat diukur dengan pembangunan manusianya. Masalah ini yang ingin kita gaungkan melalui tema HKN ke-44 tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara-saudara sekalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama empat tahun ini berbagai upaya pembangunan kesehatan telah dilakukan. Kita sudah membenahi Puskesmas dan Rumah sakit. Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar, bukan saja secara fisik ditingkatkan tetapi juga meliputi sistem dan SDM-nya, sehingga peranan dan fungsinya dapat dimantapkan sebagai unit kesehatan terdepan, dimana bukan saja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dilaksanakan secara mantap, tetapi kualitas upaya kesehatan perorangan (UKP) juga lebih ditingkatkan. Peningkatan UKP diarahkan untuk peningkatan difasilitas kesehatan terpencil sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal dan tuntas. Peran dalam UKM lebih ditingkatkan terutama dalam membina berbagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang terwadahi dalam bentuk Desa Siaga. Desa Siaga merupakan desa dimana masyarakat memiliki sumber daya serta kemauan dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan kesehatan secara mandiri. Sehingga masyarakat dalam suatu Desa Siaga benar-benar menjadi tanggap terhadap berbagai masalah kesehatan dan sekaligus peduli dalam mengatasi. Kini jumlah Desa Siaga telah mencakup lebih 50% dari jumlah desa yang ada, dan diharapkan pada tahun 2009 seluruh desa di inddonesia telah menjadi desa siaga. Begitu pula SDM strategis tenaga kesehatan medis dan paramedis juga terus ditingkatkan pengelolaanya melalui berbagai program pengangkatan menjadi CPNS, PTT Kerjasama Daerah, dan beasiswa terus ditingkatkan penyebarannya keseluruh pelosok tanah air. Sedangkan Rumah Sakit diarahkan sebagai sarana kesehatan yang mampu mengatasi masalah kesehatan rujukan yang handal, bermutu dan mengutamakan keselamata pasien (Patient Safety). Begitu pula Dana Dekontralisasi maupun tugas Perbantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidan kesehatan untuk daerah, setiap tahun ditingkatkan yang berdampak langsung untuk masyarakat. Semua upaya ini pada hakekatnya adalah untuk semakin memantapkan komitmen negara dalam rangka menjadikan rakyat sehat. Kita berkeyakinan bahwa meningkatnya kualitas bangsa pada gilirannya meningkatkan kemandirian dan ketahanan bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara Saudara Sekalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam momentum peringatan HKN ke-44 tahun 2008 ini kita harus berupaya secara terus menerus untuk melakukan koreksi dan perbaikan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bukan saja upaya kuratif dan rehabilitasi medik, tetapi harus seimbang dengan upaya preventif dan promotif yang melibat aktifkan masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Indonesia Sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masyarakat termasuk sektor swasta dari dunia usaha melalui kemitraan menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan masalah kesehatan disamping peran provider kesehatan dan lintas sektor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian juga yang tidak kalah pentingnya adalah memotivasi dan memberikan penghargaan bagi para kader kesehatan dan masyarakat peduli kesehatan yang telah berjasa dalam menyehatkan masyarakat melalui berbagai upaya kesehatan yang telah dilakukan selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejalan dengan itu, kami mengharapkan berbagai komponen bangsa dalam bentuk aliansi-aliansi gerakan masyarakat sehat dapat berperan aktif dan berkontribusi positif dalam mengatasi masalah kesehatan, siap menjadi barisan terdepan sebagai modal kekuatan bangsa untuk memilihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan mewujudkan kualitas bangsa yang bermartabat. Untuk itu maka prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat hendaknya menjadi kemampuan yang harus dikuasai oleh setiap jajaran kesehatan di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara Saudara Sekalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengakhiri pidato peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 tahun 2008 ini izinkan saya kembali pesan-pesan penting bagi kita semua untuk meningkatkan derajat kesehatan yang berdampak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dan Produktivitas Nasional kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, Pembangunan Kesehatan merupakan perwujudan sehat hak asasi rakyat dan merupakan investasi bagi pembangunan Nasional. Karena itu, semua pelaku pembangunan harus memikirkan kontribusi yang positif terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat sekaligus derajat kesehatan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua, peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan semakin penting. Sekalipun Pemerintah telah memberikan perhatian besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti JAMKESMAS, namun dalam kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya serta meningkatkan kualitas kesehatannya menjadi bagian paling menentukan dalam peningkatan derajat kesehatan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketiga, seluruh jajaran kesehatan pemerintah dan masyarakat, baik manajemen maupun pelayanan, agar terus menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitas bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mari kita wujudkan rakyat sehat menuju bangsa yang sehat dan bermartabat melalui semangat “BERSAMA KITA BISA”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian pesa-pesan untuk peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-44 tahun 2008 yang ingin saya sampikan. Insya Allah, segala upaya yang baik ini akan senantiasa mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyanyang. Terima Kasih atas perhatian saudara, selamat bekerja dan marilah berkerjasama dalam mewujudkan rakyat sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8899624288544005939?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8899624288544005939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8899624288544005939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8899624288544005939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8899624288544005939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/pidato-menteri-kesehatan-republik.html' title='PIDATO MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-44 12 NOVEMBER 2008'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-719126684595836453</id><published>2008-11-12T13:18:00.009+08:00</published><updated>2008-12-13T13:28:28.110+08:00</updated><title type='text'>HARI KESEHATAN NASIONALKE- 44</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SUNGnE8_9iI/AAAAAAAAAFw/_PadaEFTZiM/s1600-h/IMG0007A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SUNGnE8_9iI/AAAAAAAAAFw/_PadaEFTZiM/s200/IMG0007A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279140825366787618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SUNFRoLjAwI/AAAAAAAAAFo/-bB9_wDwBNM/s1600-h/IMG0004A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SUNFRoLjAwI/AAAAAAAAAFo/-bB9_wDwBNM/s200/IMG0004A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279139357354296066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini bertepatan hari Kesehatan Nasional yang ke-44 dengan tema Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat. Dalam rangka memperingati hari ini,HIMAPID  melaksankan  rangkaian kegiatan berupa pameran foto dengan Tema Sehatkah Kampusku. dalam pameran foto kali ini yang bertujuan sebagai sosialisasi kebersihan lingkungan kampus ini menampilkan foto-foto yang sarat dengan sumber berbagai penyakit di sekitar kampus Universitas Hasanuddin. kegiatan yang di laksanakan oleh divisi Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa epidemiologi FKM UNHAS ini merupakan program kerja pertama divisi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-719126684595836453?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/719126684595836453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=719126684595836453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/719126684595836453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/719126684595836453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/hari-kesehatan-nasionalke-44_12.html' title='HARI KESEHATAN NASIONALKE- 44'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SUNGnE8_9iI/AAAAAAAAAFw/_PadaEFTZiM/s72-c/IMG0007A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8684207301830151561</id><published>2008-11-10T15:55:00.005+08:00</published><updated>2009-02-06T12:25:20.277+08:00</updated><title type='text'>KANKER PROSTAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfpT74iJZI/AAAAAAAAAFA/TQ-XZtiGW28/s1600-h/Prostatelead.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 321px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfpT74iJZI/AAAAAAAAAFA/TQ-XZtiGW28/s200/Prostatelead.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266934817934681490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kanker merupakan suatu penyakit akibat adanya pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat melakukan  invasi ke jaringan-jaringan normal atau menyebar ke organ-organ yang jauh. Definisi yang paling sederhana yang dapat diberikan untuk kanker adalah pertumbuhan sel-sel yang kehilangan pengendaliannya. Penyakit kanker dapat diklasifikan menjadi dua bagian, yaitu karsinoma dan retikulosis1 . Salah satu penyakit kanker yang tergolong karsinoma adalah kanker prostat. Kanker prostat adalah  penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali  sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya bahkan dapat mengakibatkan kematian  pada kanker yang telah berada pada stadium lanjut/parah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling umum di kalangan lelaki dan menduduki tempat sebagai penyebab kematian kedua setelah kanker paru di Amerika Serikat. Pada tahun  2003 The American Cancer Society memperkirakan terjadinya 220.900 kasus baru kanker prostat dan 28.900 pria mati karenanya. Data dari 13 Fakultas Kedokteran Negeri di Indonesia menunjukkan kanker prostat termasuk dalam 10 penyakit keganasan tersering pada pria. Di Subbagian Urologi, bagian bedah FKUI/RSCM, selama periode 1995-1998 ditemukan rata-rata 17 kasus pertahun dan menduduki peringkat kedua setelah kanker buli-buli (kandung kemih).10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kelenjar prostat , tempat di mana tumbuh kanker, adalah salah satu kelenjar khusus untuk pria, terletak persis di bawah (leher bawah) kandung kemih (vesica urinaria). Prostat mengelilingi bagian atas pertama saluran kemih (urethra). Salah satu peran prostat dalam perkemihan adalah membantu menyalurkan/menyemprotkan urine keluar dari kandung kemih. Peran utamanya yang penting adalah berkaitan dengan fungsi mengeluarkan semen (cairan sperma) dan hormone seksualnya2, dalam hal ini Prostat adalah penghasil sebagian besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup. Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria, yaitu androgen. Hormon androgen yang utama adalah testosteron3. Secara umum kanker prostat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu kanker yang masih terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sebagai umumnya kanker, diagnosis awal sangat dubutuhkan dalam penanggulngan kanker prostat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sebagai tanda bahaya (Warning sign) kanker prostat adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Sering kali merasa ingin kencing, terutama di malam hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Nyeri atau rasa terbakar (burning) selama miksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Bermasalah sewaktu memulai atau menghentikan kencing, atau kencing lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Urine (air kencing) berdarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Nyeri saat ejakulasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Cairan ejakulasi berdarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Gangguan ereksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Nyeri pinggul atau punggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Faktor Risiko Kanker Prostat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pada kanker prostat walaupun belum ditemukan factor penyebab utamanya, tetapi ada beberapa factor risiko yang diyakini sebagai penyebab terjadinya kanker prostat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor  risiko yang mendapatkan dukungan ilmiah (established risk factors)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; Usia Lanjut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Usia merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun, namun risiko kanker prostat akan meningkat setelah usia 50 tahun. Dua dari tiga kasus kanker prostat ditemukan pada pria usia 65 tahun. Hal ini disebabkan karena risiko penyakit pada usia lanjut meningkat seiring dengan proses penuaan dan menurunnya berbagai fungsi fisiologis tubuh. Semakin lanjut usia, risiko terjadinya kanker prostat meningkat secara bermakna. Pria pada usia 50 tahun sekitar 33% memiliki tumor prostat kecil. Sedangkan pada usia 80 tahun sekitar 70% pria dapat dibuktikan secara histopatologi  memiliki kanker prostat. Menurut American Cancer Society, pada umumnya, kanker prostat berkembang dengan perlahan. Berdasarkan hasil otopsi di Amerika, pria usia lanjut yang meninggal karena suatu penyakit, ternyata juga menderita kanker prostat tetapi mereka tidak menyadarinya. Dalam studi ini juga dijelaskan sekitar 70-90% penderita kanker prostat tersebut berusia 80 tahun.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;• Hormon Testosterone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat. Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;• Ras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Orang dari ras kulit hitam memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terjadi kanker prostat disbanding ras lain. Namun peningktan risiko ini dianggap tidak independen, tetapi berhubungan dengan factor lain (counfounding factors) yang berhubungan dengan ras. Misalnya ditemukan titer hormone testosterone yang tinggi di kalangan kulit hitam berisiko kanker.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;• Riwayat keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Bila ada satu anggota keluarga yang mengidap penyakit ini maka risiko meningkat menjadi dua kali bagi yang lain dan bila ada dua anggota keluarga yang menderita penyakit ini maka risiko penyakit ini menjadi 2-5 kali. Faktor ini berhubungan dengan factor genetic oleh karena itu factor ini merupakan factor yang tidak dapat diubah dan dihindari. Tingginya kanker prostat pada ras tertentu (kaum kulit hitam) membawa kecurigaan adanya peran factor genetic. Salah satu gen yang paling dicurigai penyebab kanker prostat adalah mutasi gen p53. Menurut American Cancer Society, kanker prostat paling jarang di pria Asia dan paling sering terjadi di orang hitam, dan orang Eropa di tengahnya.9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pola makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pola makan merupakan changeable risk factor terjadinya kanker prostat. Konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi utamanya lemak hewani akan meningkatkan resiko terkena kanker prostat. Peranan lemak dalam meningkatkan risiko kanker prostat terjadi dengan beberapa mekanisme. Pertama lemak dapat mempengaruhi kadar testosterone, suatu hormone yang diperlukan untuk sel-sel prostat baik jinak maupun ganas. Pria yang mengkonsumsi sedikit lemak akan mempunyai kadar hormone testosterone yang relative rendah. Kedua, lemak adalah sumber radikal bebas, dan yang ketiga adalah hasil metabolisme asam lemak diduga merupakan zat karsinogenik, contohnya adalah asam lemak tidak jenuh omega-6 yang dapat memacu pertumbuhan sel kanker prostat.12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;• Virus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jenis retrovirus, dikenal sebagai XMRV diidentikasi kemungkinan sebagai penyebab kanker prostat.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Chemoprevention&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berbagai bahan kimiawi obat dan zat lainnya yang diidentifikasi dapat merangsang kanker.  Yang tergolong bahan kimia salah satunya adalah logam berat seperti cadmium yang terdapat pada baterai bekas yang memang bisa memicu kanker prostat. Sama halnya dengan timah hitam atau plumbum, ataupun logam berat yang terdapat pada asap kendaraan bermotor7. Tapi ada juga yang menekan pertumbuhan kanker prostat : difluoromethylornithine (DFMO), isoflavonoids, selenium, vitamin D dan E, and Lycopene.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;• Banyak Duduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Duduk berjam-jam di belakang  meja ternyata meningkatkan risiko kanker prostat. Hal ini didasarkan pada kesimpulan penelitian yang dilakukan ilmuwan di Inggris baru-baru ini. Tim peneliti the university of Athens mencoba menganalisis keterkaitan antara level aktivitas fisik di tempat kerja dan tumbuhnya tumor. Peneliti  menganalisis 320 pasien kanker prostat dan dibandingkan dengan kelompok pria sehat. Seluruh partisipan kemudian ditanyai tentang tipikal pekerjaan mereka. Terungkap, pria yang bekerja sebagai pegawai, guru, atau pekerja kantoran berisiko lebih tinggi ketimbang mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiri atau bergerak ke sanakemari seperti buruh pabrik, tukang roti, dan tukang cukur. Temuan yang dipublikasikan dalam European Journal of Cancer Prevention tersebut juga mengungkapkan, pria yang setiap hari bekerja menetap di dalam kantor berisiko 30 % lebih tinggi mengalami kondisi nonkanker yang disebut benign prostatic hyperflasia (BPH). Setiap pria yang memasuki usia 45 tahun berpeluang mengalami pembesaran kelenjar prostat. Jika pembesaran terjadi secara berlebihan hingga membengkak sebesar buah jeruk, efeknya dapat menekan aliran kemih yang melalui uretra. Kondisi  inilah yang disebut BPH5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8684207301830151561?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8684207301830151561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8684207301830151561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8684207301830151561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8684207301830151561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/kanker-merupakan-suatu-penyakit-akibat.html' title='KANKER PROSTAT'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfpT74iJZI/AAAAAAAAAFA/TQ-XZtiGW28/s72-c/Prostatelead.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1861475410654722059</id><published>2008-11-10T15:49:00.001+08:00</published><updated>2008-11-10T15:51:35.883+08:00</updated><title type='text'>KANKER PROSTAT</title><content type='html'>Kanker merupakan suatu penyakit akibat adanya pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat melakukan  invasi ke jaringan-jaringan normal atau menyebar ke organ-organ yang jauh. Definisi yang paling sederhana yang dapat diberikan untuk kanker adalah pertumbuhan sel-sel yang kehilangan pengendaliannya. Penyakit kanker dapat diklasifikan menjadi dua bagian, yaitu karsinoma dan retikulosis1 . Salah satu penyakit kanker yang tergolong karsinoma adalah kanker prostat. Kanker prostat adalah  penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali  sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya bahkan dapat mengakibatkan kematian  pada kanker yang telah berada pada stadium lanjut/parah. &lt;br /&gt;Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling umum di kalangan lelaki dan menduduki tempat sebagai penyebab kematian kedua setelah kanker paru di Amerika Serikat. Pada tahun  2003 The American Cancer Society memperkirakan terjadinya 220.900 kasus baru kanker prostat dan 28.900 pria mati karenanya. Data dari 13 Fakultas Kedokteran Negeri di Indonesia menunjukkan kanker prostat termasuk dalam 10 penyakit keganasan tersering pada pria. Di Subbagian Urologi, bagian bedah FKUI/RSCM, selama periode 1995-1998 ditemukan rata-rata 17 kasus pertahun dan menduduki peringkat kedua setelah kanker buli-buli (kandung kemih).10&lt;br /&gt;Kelenjar prostat , tempat di mana tumbuh kanker, adalah salah satu kelenjar khusus untuk pria, terletak persis di bawah (leher bawah) kandung kemih (vesica urinaria). Prostat mengelilingi bagian atas pertama saluran kemih (urethra). Salah satu peran prostat dalam perkemihan adalah membantu menyalurkan/menyemprotkan urine keluar dari kandung kemih. Peran utamanya yang penting adalah berkaitan dengan fungsi mengeluarkan semen (cairan sperma) dan hormone seksualnya2, dalam hal ini Prostat adalah penghasil sebagian besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup. Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria, yaitu androgen. Hormon androgen yang utama adalah testosteron3. Secara umum kanker prostat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu kanker yang masih terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut).&lt;br /&gt;Sebagai umumnya kanker, diagnosis awal sangat dubutuhkan dalam penanggulngan kanker prostat. Sebagai tanda bahaya (Warning sign) kanker prostat adalah : &lt;br /&gt;• Sering kali merasa ingin kencing, terutama di malam hari. &lt;br /&gt;• Nyeri atau rasa terbakar (burning) selama miksi.&lt;br /&gt;• Bermasalah sewaktu memulai atau menghentikan kencing, atau kencing lemah.&lt;br /&gt;• Urine (air kencing) berdarah&lt;br /&gt;• Nyeri saat ejakulasi &lt;br /&gt;• Cairan ejakulasi berdarah &lt;br /&gt;• Gangguan ereksi &lt;br /&gt;• Nyeri pinggul atau punggung.11&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Faktor Risiko Kanker Prostat&lt;br /&gt;Pada kanker prostat walaupun belum ditemukan factor penyebab utamanya, tetapi ada beberapa factor risiko yang diyakini sebagai penyebab terjadinya kanker prostat yaitu &lt;br /&gt;: &lt;br /&gt;B.1  Faktor  risiko yang mendapatkan dukungan ilmiah (established risk factors)&lt;br /&gt;• Usia Lanjut&lt;br /&gt;Usia merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun, namun risiko kanker prostat akan meningkat setelah usia 50 tahun. Dua dari tiga kasus kanker prostat ditemukan pada pria usia 65 tahun. Hal ini disebabkan karena risiko penyakit pada usia lanjut meningkat seiring dengan proses penuaan dan menurunnya berbagai fungsi fisiologis tubuh. Semakin lanjut usia, risiko terjadinya kanker prostat meningkat secara bermakna. Pria pada usia 50 tahun sekitar 33% memiliki tumor prostat kecil. Sedangkan pada usia 80 tahun sekitar 70% pria dapat dibuktikan secara histopatologi  memiliki kanker prostat. Menurut American Cancer Society, pada umumnya, kanker prostat berkembang dengan perlahan. Berdasarkan hasil otopsi di Amerika, pria usia lanjut yang meninggal karena suatu penyakit, ternyata juga menderita kanker prostat tetapi mereka tidak menyadarinya. Dalam studi ini juga dijelaskan sekitar 70-90% penderita kanker prostat tersebut berusia 80 tahun.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hormon Testosterone&lt;br /&gt;Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat. Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ras&lt;br /&gt;Orang dari ras kulit hitam memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terjadi kanker prostat disbanding ras lain. Namun peningktan risiko ini dianggap tidak independen, tetapi berhubungan dengan factor lain (counfounding factors) yang berhubungan dengan ras. Misalnya ditemukan titer hormone testosterone yang tinggi di kalangan kulit hitam berisiko kanker.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Riwayat keluarga&lt;br /&gt;Bila ada satu anggota keluarga yang mengidap penyakit ini maka risiko meningkat menjadi dua kali bagi yang lain dan bila ada dua anggota keluarga yang menderita penyakit ini maka risiko penyakit ini menjadi 2-5 kali. Faktor ini berhubungan dengan factor genetic oleh karena itu factor ini merupakan factor yang tidak dapat diubah dan dihindari. Tingginya kanker prostat pada ras tertentu (kaum kulit hitam) membawa kecurigaan adanya peran factor genetic. Salah satu gen yang paling dicurigai penyebab kanker prostat adalah mutasi gen p53. Menurut American Cancer Society, kanker prostat paling jarang di pria Asia dan paling sering terjadi di orang hitam, dan orang Eropa di tengahnya.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pola makan&lt;br /&gt;Pola makan merupakan changeable risk factor terjadinya kanker prostat. Konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi utamanya lemak hewani akan meningkatkan resiko terkena kanker prostat. Peranan lemak dalam meningkatkan risiko kanker prostat terjadi dengan beberapa mekanisme. Pertama lemak dapat mempengaruhi kadar testosterone, suatu hormone yang diperlukan untuk sel-sel prostat baik jinak maupun ganas. Pria yang mengkonsumsi sedikit lemak akan mempunyai kadar hormone testosterone yang relative rendah. Kedua, lemak adalah sumber radikal bebas, dan yang ketiga adalah hasil metabolisme asam lemak diduga merupakan zat karsinogenik, contohnya adalah asam lemak tidak jenuh omega-6 yang dapat memacu pertumbuhan sel kanker prostat.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Virus&lt;br /&gt;Jenis retrovirus, dikenal sebagai XMRV diidentikasi kemungkinan sebagai penyebab kanker prostat.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Chemoprevention&lt;br /&gt;Berbagai bahan kimiawi obat dan zat lainnya yang diidentifikasi dapat merangsang kanker.  Yang tergolong bahan kimia salah satunya adalah logam berat seperti cadmium yang terdapat pada baterai bekas yang memang bisa memicu kanker prostat. Sama halnya dengan timah hitam atau plumbum, ataupun logam berat yang terdapat pada asap kendaraan bermotor7. Tapi ada juga yang menekan pertumbuhan kanker prostat : difluoromethylornithine (DFMO), isoflavonoids, selenium, vitamin D dan E, and Lycopene.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Banyak Duduk&lt;br /&gt;Duduk berjam-jam di belakang  meja ternyata meningkatkan risiko kanker prostat. Hal ini didasarkan pada kesimpulan penelitian yang dilakukan ilmuwan di Inggris baru-baru ini. Tim peneliti the university of Athens mencoba menganalisis keterkaitan antara level aktivitas fisik di tempat kerja dan tumbuhnya tumor. Peneliti  menganalisis 320 pasien kanker prostat dan dibandingkan dengan kelompok pria sehat. Seluruh partisipan kemudian ditanyai tentang tipikal pekerjaan mereka. Terungkap, pria yang bekerja sebagai pegawai, guru, atau pekerja kantoran berisiko lebih tinggi ketimbang mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiri atau bergerak ke sanakemari seperti buruh pabrik, tukang roti, dan tukang cukur. Temuan yang dipublikasikan dalam European Journal of Cancer Prevention tersebut juga mengungkapkan, pria yang setiap hari bekerja menetap di dalam kantor berisiko 30 % lebih tinggi mengalami kondisi nonkanker yang disebut benign prostatic hyperflasia (BPH). Setiap pria yang memasuki usia 45 tahun berpeluang mengalami pembesaran kelenjar prostat. Jika pembesaran terjadi secara berlebihan hingga membengkak sebesar buah jeruk, efeknya dapat menekan aliran kemih yang melalui uretra. Kondisi  inilah yang disebut BPH5.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1861475410654722059?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1861475410654722059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1861475410654722059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1861475410654722059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1861475410654722059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/kanker-prostat.html' title='KANKER PROSTAT'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8454764122069952673</id><published>2008-11-10T15:14:00.002+08:00</published><updated>2008-11-10T15:41:34.750+08:00</updated><title type='text'>DIABETES MELITUS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfg-0hPCFI/AAAAAAAAAEI/2h22NvMbCxw/s1600-h/New+Picture+%281%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfg-0hPCFI/AAAAAAAAAEI/2h22NvMbCxw/s200/New+Picture+%281%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266925659087636562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diabetes mellitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan menurunnya hormone insulin yang diuproduksi oleh kelenjar pancreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna, sehingga kadar glukosa di dalam tubuh akan meningkat. Gula yang meliputi polisakarida, oligosakarida, disakarida, dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang keseluruhan aktivitas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi tenaga oleh hormon insulin tersebut. Karenanya, penderita diabetes mellitus (diabetesi) biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan penglihatan menjadi kabur. Gejala lain akibat adanya kadar glukosa yang terlalu tinggi akan menjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya homon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sekelompok sel beta pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam tubuh diabetesi tidak bias diserap semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel. Akibatnya, penderita akan kekurangan energi sehingga penderita mudah lelah dan berat badan terus menurun. Kadar glukosa yang berlebih tersebut dikeluarkan melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Gula bersifat menarik air, sehingga penderita banyak mengeluarkan urine dan selalu merasa kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO juga mendefinisikan diabetes mellitus sebagai penyakit kronis yang terjadi akibat dari ketidak mampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksinya dengan efektif. Secara transport aktif, insulin berperan sebagai fasilitator pada jaringan jaringan tertentu. Insulin merupakan hormon anabolik utama yang meningkatkan cadangan energi. Pada semua sel, insulin meningkatkan kerja enzim yang mengubah glukosa menjadi bentuk cadangan energi yang lebih stabil (glikogen). Hiperglikemia pada diabetes mellitus merupakan hasil dari ketidak cukupan sekresi insulin oleh sel beta pulau Langerhans atau ketidak mampuan sekresi insulin untuk menstimulasi pengambilan gula darah seluler. Dengan demikian, diabetes mellitus merupakan hasil dari ketidaksesuaian sekresi atau kerja insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Kelompok berdasarkan gejala Klinis atau Medis&lt;br /&gt;1. Diabetes Mellitus (DM)&lt;br /&gt;-  DM tipe1 atau DMT1 (Diabetes Mellitus Tergantung Insulin)&lt;br /&gt;Sebagian besar sel beta pulau langerhans yang memproduksi insulin dalam pankreas mengalami kerusakan. Akibatnya, kadar insulin menjadi kurang atau tidak ada&lt;br /&gt;-  DM tipe 2 atau DMTTI (Diabetes Mellitus Tidak Tergantung Insulin)&lt;br /&gt;Sebagian kecil sel beta pulau langerhans yang memproduksi insulin dalam pankresas mengalami kerusakan. Kelompok ini terdiri dari diabetis gemuk (non-obes) dan gemuk (obes)&lt;br /&gt;- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DMTM (Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi)&lt;br /&gt;Disebabkan kekurangan nutrisi atau gizi diabetesi.&lt;br /&gt;-  Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu.&lt;br /&gt;Tertentu ke dalam kelompok ini adalah penyakit pankreas, penyakit hormonal, keadaan yang disebabkan oleh obat atau zat kimia, gangguan reseptor insulin, dan sindrom genetik tertentu atau gejala-gejala penyakit ketutunan seperrti diabetes mellitus.&lt;br /&gt;2. Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)&lt;br /&gt;Gangguan ini terjadi pada kelompok tidak gemuk, gemuk, dan berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu.&lt;br /&gt;3. Diabetes Mellitus pada Kehamilan (Gestational DM)&lt;br /&gt;Dialami seseorang yang baru menderita diabetes mellitus setelah hamil. Padahal sebelumnya kadar glukosa darah dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.&lt;br /&gt;Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.&lt;br /&gt;Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah.&lt;br /&gt;Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ tubuh lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes tipe 1&lt;br /&gt;• Faktor Genetik&lt;br /&gt;Penderita diabetes mellitus tidak mewarisi diabetes tipe 1 itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe 1. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tiupe antigen HLA.&lt;br /&gt;• Faktor-faktor imunologi&lt;br /&gt;Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnyta seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi sel-sel pulau langerhans dan insulin endogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Faktor lingkungan&lt;br /&gt;Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.&lt;br /&gt;Diabetes tipe 2&lt;br /&gt;Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe 2 masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjainya resistensi insulin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8454764122069952673?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8454764122069952673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8454764122069952673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8454764122069952673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8454764122069952673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/diabetes-melitus.html' title='DIABETES MELITUS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfg-0hPCFI/AAAAAAAAAEI/2h22NvMbCxw/s72-c/New+Picture+%281%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-1467320054214625034</id><published>2008-11-10T14:57:00.003+08:00</published><updated>2008-11-10T15:03:27.499+08:00</updated><title type='text'>PENYAKIT JANTUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfcjovD25I/AAAAAAAAAEA/HTdvq_LcS7M/s1600-h/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfcjovD25I/AAAAAAAAAEA/HTdvq_LcS7M/s200/New+Picture.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266920794021419922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jantung adalah salah satu organ tubuh yang vital. Jantung kiri berfungsi memompa darah bersih (kaya oksigen/zat asam) ke seluruh tubuh, sedangkan jantung kanan menampung darah kotor (rendah oksigen, kaya kargon dioksida/zat asam arang), yang kemudian dialirkan ke paru-paru untuk dibersihkan. Jantung normal besarnya segenggam tangan kiri pemiliknya. Jantung berdenyut 60-80 kali per menit, denyutan bertambah cepat pada saat aktifitas atau emosi, agar kebutuhan tubuh akan energi dapat terpenuhi. Andaikan denyutan jantung 70 kali per menit, maka dalam 1 jam jantung berdenyut 4200 kali atau 100.800 kali sehari semalam. Tiap kali berdenyut dipompakan darah sekitar 70 cc, jadi dalam 24 jam jantung memompakan darah sebanyak kira-kira 7000 liter.&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan energi otot jantung, tersedia pembuluh darah/arteri koroner yang mengalirkan darah sarat nutrisi. pembuluh ini keluar dari pangkal pembuluh darah utama/aorta, ada dua yakni arteri koroner kiri (LCA) dan arteri koroner kanan (RCA) (gambar 1). Masing-masing arteri koroner ini bercabang-cabang halus ke seluruh otot jantung, untuk mensuplai energi kimiawi.&lt;br /&gt;Penyakit jantung koroner (PJK) sebagai salah satu bentuk dari penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), merupakan penyakit yang melibatkan gangguan pembuluh darah koroner, pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan zat makanan pada  jantung. Akibat adanya penyempitan ini, maka dengan sendirinya suplai energi kimiawi ke otot jantung (miokard) berkurang, sehingga terjadilah gangguan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Kondisi dimana otot jantung mengalami kekurangan energi kimiawi disebut iskemia miokard. Bila iskemia berlangsung terus maka terjadilah kerusakan sel otot jantung, kondisi ini disebut infark miokard.&lt;br /&gt;Penyumbatan pembuluh darah koroner terjadi akibat adanya proses aterosklerosis (perkapuran), yang diawali dengan penimbunan lemak pada lapisan-lapisan pembuluh darah/arteri koroner. Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol) membuat saluran pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah kurang lancar. Plak kolesterol pada dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, meninggalkan “luka” pada dinding pembuluh darah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah. Karena pembuluh darah sudah mengalami penyempitan dan pengerasan oleh plak kolesterol, maka bekuan darah ini mudah menyumbat pembuluh darah secara total. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-1467320054214625034?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/1467320054214625034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=1467320054214625034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1467320054214625034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/1467320054214625034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/jantung-adalah-salah-satu-organ-tubuh.html' title='PENYAKIT JANTUNG'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfcjovD25I/AAAAAAAAAEA/HTdvq_LcS7M/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-379667932604927657</id><published>2008-11-07T09:42:00.002+08:00</published><updated>2008-11-07T09:50:17.465+08:00</updated><title type='text'>Jalan Kaki itu Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SROeutOGx8I/AAAAAAAAADw/omjYhsN9n54/s1600-h/jalan+kaki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SROeutOGx8I/AAAAAAAAADw/omjYhsN9n54/s200/jalan+kaki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265726914576172994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalan kaki merupakan cara mudah dan murah untuk sehat&lt;/b&gt;. Namun, untuk memperoleh hasil yang maksimal bagi kesehatan, perlu diketahui bagaimana posisi kaki dan langkah yang tepat saat berjalan. Hampir semua jenis aktivitas fisik dapat meningkatkan sistem kardiovaskular dan kesehatan secara menyeluruh. Anda bisa memilih berjalan kaki, berkebun, renang, lompat tali atau bersepeda. Tapi, lakukanlah secara perlahan dan jangan terlalu ngoyo menjalaninya, serta dilakukan secara rutin. Karena lebih baik melakukan sesuatu yang kecil secara rutin dan terus menerus aripada sama sekali tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;Manfaat berjalan kaki bisa menyebabkan berkurangnya risiko kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan tekanan darah tinggi, memberikan efek positif terhadap sistem kekebalan dan mengurangi risiko kanker. Keuntungan lain berolahraga adalah memperkuat jantung, meningkatkan fungsi paru-paru, meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut dan mengedarkan oksigen, memperkuat otot dan memperbaiki pergerakan sendi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalan kaki juga bisa memperbaiki suasana hati dan bahkan mampu mengatasi depresi ringan sampai sedang. Dan yang pasti, jika Anda aktif maka risiko untuk mengalami stroke adalah sangat rendah. Tidak ada kata terlambat untuk berolahraga. Pada usia berapapun suatu program olahraga mulai dilakukan, pasti akan meningkatkan derajat kesehatan anda. Aktivitas fisik juga membantu para lansia tetap aktif lebih lama. Jika anda rutin berjalan kaki selama 3- 4 jam seminggu maka risiko kematian, apapun penyebabnya akan turun hingga 54 persen. &lt;br /&gt;Sebuah studi yang melibatkan lebih 11.000 pria yang berjalan kaki setiap pagi selama 30 menit perhari, lima kali seminggu, memiliki risiko yang lebih kecil terserang stroke. Manfaat lain dari jalan kaki adalah bisa meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat); menurunkan jumlah trigliserida (salah satu bentuk lemak yang beredar dalam aliran darah.&lt;br /&gt;Namun, untuk memperoleh manfaat dari jalan kaki tersebut di atas, perlu dipelajari posisi kaki dan langkah yang benar saat berjalan. Maggie Spilner dalam bukunya 'The Complete Book of Walking' memberikan tips-tips berjalan kaki dengan benar agar anda bisa mengalami perubahan dalam postur dan semakin kuat berjalan, serta memberi manfaat maksimal bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menarik punggung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsi menarik punggung adalah mencegah tubuh menjadi bungkuk. Silangkan kedua tangan pada pergelangan di depan tubuh, tepat pada pinggang. Kemudian angkat tangan ke atas kepala, seakan-akan anda akan membuka baju. Angkat setinggi-tingginya. Kemudian turunkan tangan, dan biarkan bahu kembali ke tempatnya. Lakukanlah gerakan ini berulangulang selama anda berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Putaran pendulum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsinya adalah mengencangkan panggul, sehingga langkah menjadi lebih luwes. Berpeganglah pada sesuatu yang kokoh guna menopang tubuh anda. Berdirilah dengan kaki kanan, dan ayunkan kaki kiri ke depan dan ke belakang sebanyak 8 - 10 kali, tanpa menjejakkan kaki ke tanah. Lakukanlah hal yang sama pada kaki kanan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meregangkan tumit dan jari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsinya adalah melemaskan kaki dan lutut. Berdirilah dengan kedua kaki pararel, jarak antara kedua telapak kaki adalah satu sepatu. Tekuk lutut anda, dan bergeraklah majumundur menggunakan telapak kaki dari tumit hingga jemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyepak pasir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk meningkatkan daya dorong. Berdirilah tegak, sentuh tanah dengan salah satu kaki seakan anda sedang menendang pasir di belakang tubuh, seperti anjing sedang menggali lobang. Gunakan seluruh kaki anda, dari panggung hingga bokong. Jangan mencondongkan tubuh terlalu ke depan. Lakukanlah hal ini untuk kedua kaki secara bergantian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUMBER : Era Muslim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-379667932604927657?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/379667932604927657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=379667932604927657' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/379667932604927657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/379667932604927657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/jalan-kaki-itu-sehat.html' title='Jalan Kaki itu Sehat'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SROeutOGx8I/AAAAAAAAADw/omjYhsN9n54/s72-c/jalan+kaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4407682932107525656</id><published>2008-11-05T09:50:00.004+08:00</published><updated>2008-11-05T10:03:11.631+08:00</updated><title type='text'>Polio Masalahnya dan cara pencegahannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRD-r2QBU1I/AAAAAAAAADo/1Sei4NYIeQo/s1600-h/Polio.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRD-r2QBU1I/AAAAAAAAADo/1Sei4NYIeQo/s200/Polio.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264987993646650194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kasus polio menjadi isu krusial  dan topik  perbincangan publik, khususnya bagi kalangan pemerhati kesehatan pada anak usia balita. Tidak hanya daerah perkotaan, bahkan menyebar di beberapa daerah pedesaan. Maraknya penyakit polio membuat masyarakat menjadi resah, mengingat  penyakit menular  berdampak negatif pada anak usia balita. Oleh sebab itu membutuhkan perhatian yang sangat serius.    &lt;br /&gt;    Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dengan predileksi pada sel anterior masa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak dan akibat kerusakan bagian susunan saraf tersebut  akan terjadi kelumpuhan dan atrofi otot&lt;br /&gt;Underwood pada tahun 1787 mengungkapkan poliomyelitis sebagai penyakit paralysis akut pada anak. Pada abad XIX, Kussmaul menamai penyakit ini sebagai poliomeilitis akut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Heini (1940), seorang ahli bedah tulang dari Jerman pertama kali menggambarkan gejala klinis polio dan pada tahun 1890 Medin dari Swedia melaporkan gambarkan epidemiologi penyakit ini, sehingga penyakit ini sering di sebut penyakit Heini dan Medin. Tahun 1909, Lansteiner dan Popper berhasil memindahkan penyebab poliomeilitis ke otak orang dengan cara inokulasi. Kemudian Enders dkk (1949), berhasil membiakkan virus polio ke dalam sel secara invivo. Penemuan ini merupakan awal perkembangan virologi sehingga  gambaran epidemiologi dan patogenesis penyakit ini semakin jelas. &lt;br /&gt; Tahun 1988, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mensahkan resolusi untuk menghapus polio sebelum tahun 2000. Pada saat itu masih terdapat sekitar 350 ribu kasus polio di seluruh dunia. Meskipun pada tahun 2000, polio belum terbasmi, tetapi jumlah kasusnya telah berkurang hingga di bawah 500. Polio tidak ada lagi di Asia Timur, Amerika Latin, Timur Tengah atau Eropa, tetapi masih terdapat di sejumlah kecil di India dan Pakistan sedangkan di Nigeria, penyakit ini masih terus berjangkit karena pemerintah yang mencurigai vaksin polio yang diberikan dapat mengurangi fertilitas dan menyebarkan HIV. Tahun 2004, pemerintah Nigeria meminta WHO untuk melakukan vaksinasi lagi setelah penyakit polio kembali menyebar ke seluruh Nigeria dan 10 negara tetangganya. Konflik internal dan perang saudara di Sudan dan Pantai Gading juga mempersulit pemberian vaksin polio.&lt;br /&gt;Meskipun banyak usaha telah dilakukan, pada tahun 2004 angka infeksi polio meningkat menjadi 1.185 di 17 negara dari 784 di 15 negara pada tahun 2003. Sebagian penderita berada di Asia dan 1.037 ada di Afrika. Nigeria memiliki 763 penderita, India 129, dan Sudan 112.&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 september 2006 ditemukan kasus liar poliovirus tipe I  di Kenya, pada saat itu ditemukan 216 kasus yang dibawa oleh pendatang dari Somalia yang merupakan negara tetangga dari Kenya.&lt;br /&gt;Di Indonesia perkembangan KLB Polio sejak ditemukannya kasus polio pertama Maret 2005 lalu setelah 10 tahun (1995-2005) tidak ditemukannya lagi kasus polio. Namun penyakit polio ini kembali mewabah di indonesia tahun 2005. Hingga tanggal 21 november 2005, ditemukan 295 kasus polio yang terdapat di 40 kabupaten yang ada di 10 propinsi yakni Banten, Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, sumut, Jawa Timur, Sumatera Selatan, DKI, Riau, dan Aceh.    &lt;br /&gt;Penyakit polio umumnya menyerang anak-anak balita, karena itu imunisasi bagi mereka sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap ancaman kematian dan kelumpuhan. Tetapi tidak semua kelumpuhan disebabkan oleh virus polio. Anak balita yang sudah di imunisasi polio secara berulang-ulang minimal 6 kali akan menjadi kebal terhadap virus.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JENIS-JENIS POLIO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.Polio Non-Paralisis&lt;br /&gt;Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, saki perut, lesu dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;2.Polio Paralisis Spinal&lt;br /&gt;Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah poliovirus menyerang usus, virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. Poliovirus menyerang saraf tulang belakang dan neuron motor -- yang mengontrol gerak fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat -- menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan neuron motor. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas -- kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;3.Polio Bulbar&lt;br /&gt;Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. &lt;br /&gt;Tanpa alat bantu pernapasan, polio bulbar dapat menyebabkan kematian. Lima hingga sepuluh persen penderta yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim 'perintah bernapas' ke paru-paru. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi penelanan; korban dapat 'tenggelam' dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotan atau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelum masuk ke dalam paru-paru. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderita telah menggunakan 'paru-paru besi' (iron lung). Alat ini membantu paru-paru yang lemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung. Kalau tekanan udara ditambah, paru-paru akan mengempis, kalau tekanan udara dikurangi, paru-paru akan mengembang. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paru-paru. Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan koma dan kematian.&lt;br /&gt;Tingkat kematian karena polio bulbar berkisar 25-75% tergantung usia penderita. Hingga saat ini, mereka yang bertahan hidup dari polio jenis ini harus hidup dengan paru-paru besi atau alat bantu pernapasan. Polio bulbar dan spinal sering menyerang bersamaan dan merupakan sub kelas dari polio paralisis. Polio paralisis tidak bersifat permanen. Penderita yang sembuh dapat memiliki fungsi tubuh yang mendekati normal.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E.GAMBARAN KLINIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanda klinik penyakit polio pada manusia sangat jelas sehingga penyakit ini telah dikenal sejak 4.000 sebelum Masehi dari pahatan dan lukisan dinding di piramida Mesir. Sebagian terbesar (90 persen) infeksi virus polio akan menyebabkan inapparent infection, sedangkan 5 persen akan menampilkan gejala abortive infection, 1 persen non-paralytic, sedangkan sisanya menunjukkan tanda klinik paralitik.&lt;br /&gt;Penderita yang menunjukkan tanda klinik paralitik, 30 persen akan sembuh, 30 persen menunjukkan kelumpuhan ringan, 30 persen menunjukkan kelumpuhan berat, dan 10 persen menunjukkan gejala yang berat dan bisa menimbulkan kematian. Masa inkubasi biasanya berkisar 3-35 hari. Penderita sebelum masa ditemukannya vaksin, terutama berusia di bawah 5 tahun. Setelah adanya perbaikan sanitasi serta penemuan vaksin, penderita bergeser usianya pada kelompok anak berusia di atas 5 tahun.&lt;br /&gt;Pada stadium akut (sejak adanya gejala klinis hingga 2 minggu) ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat, jarang lebih dari 10 hari, kadang disertai sakit kepala dan muntah.&lt;br /&gt;Kelumpuhan terjadi dalam seminggu dari permulaan sakit. Kelumpuhan ini terjadi sebagai akibat dari kerusakan sel-sel motor neuron di Medula spinalis (tulang belakang) yang disebabkan karena invasi virus.Kelumpuhan ini bersifat asimetris sehingga cenderung menimbulkan deformitas (gangguan bentuk tubuh) yang cenderung menetap atau bahkan menjadi lebih berat. Sebagian terbesar kelumpuhan akan mengenai tungkai (78,6 persen), sedangkan 41,4 persen akan mengenai lengan. Kelumpuhan ini akan berjalan bertahap dan memakan waktu 2 hari s/d 2 bulan).&lt;br /&gt;Pada stadium sub-akut (2 minggu s/d 2 bulan) ditandai dengan menghilangnya demam dalam waktu 24 jam atau kadang suhu tidak terlalu tinggi. Kadang disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan. Kelumpuhan anggota gerak yang layuh dan biasanya pada salah satu sisi.&lt;br /&gt;Stadium Konvalescent (2 bulan s/d 2 tahun) ditandai dengan pulihnya kekuatan otot yang lemah. Sekitar 50-70 persen dari fungsi otot pulih dalam waktu 6-9 bulan setelah fase akut. Selanjutnya, sesudah usia 2 tahun diperkirakan tidak terjadi lagi perbaikan kekuatan otot. Stadium kronik atau lebih 2 tahun dari gejala awal penyakit biasanya menunjukkan kekuatan otot yang mencapai tingkat menetap dan kelumpuhan otot yang ada bersifat permanen.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENCEGAHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam World Health Assembly tahun 1998 yang diikuti oleh sebagian besar negara di penjuru dunia dibuat kesepakatan untuk melakukan Eradikasi Polio (Erapo) tahun 2000, artinya dunia bebas polio tahun 2000. Program Eropa pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan cakupan imunisasi yang tinggi dan menyeluruh. Kemudian diikuti dengan Pekan Imunisasi Nasional yang telah dilakukan Depkes tahun 1995, 1996, dan 1997. Pemberian imunisasi polio yang sesuai dengan rekomendasi WHO adalah diberikan sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu. Kemudian diulang usia 1½ tahun, 5 tahun, dan usia 15 tahun&lt;br /&gt;     Upaya ketiga adalah Survailance Acute Flaccid Paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai lumpuh layuh pada usia di bawah 15 tahun harus diperiksa tinjanya untuk memastikan karena polio atau bukan.&lt;br /&gt;Tindakan lainnya adalah melakukan Mopping Up, artinya pemberian vaksinasi massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak di bawah 5 tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya.&lt;br /&gt;Tampaknya dengan era globalisasi di mana mobilitas penduduk dunia antarnegara sangat tinggi dan cepat mengakibatkan kesulitan mengendalikan penyebaran virus ini.&lt;br /&gt;Selain pencegahan dengan vaksinasi polio, harus disertai dengan peningkatan sanitasi lingkungan dan higienis sanitasi perorangan untuk mengurangi penyebaran virus yang kembali mengkhawatirkan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4407682932107525656?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4407682932107525656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4407682932107525656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4407682932107525656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4407682932107525656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/polio-masalahnya-dan-cara-pencegahannya.html' title='Polio Masalahnya dan cara pencegahannya'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRD-r2QBU1I/AAAAAAAAADo/1Sei4NYIeQo/s72-c/Polio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8977666891877344490</id><published>2008-11-04T21:49:00.004+08:00</published><updated>2008-11-10T14:50:17.812+08:00</updated><title type='text'>RAPAT KERJA (RAKER)  HIMPUNAN MAHASISWA EPIDEMIOLOGI (HIMAPID) FKM UNHAS PERIODE 2008-2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfZQN_YvHI/AAAAAAAAAD4/DblI7jLorXY/s1600-h/Foto167.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfZQN_YvHI/AAAAAAAAAD4/DblI7jLorXY/s200/Foto167.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266917161889741938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapat Kerja (Raker)  Himpunan Mahasiswa Epidemiologi (Himapid) FKM Unhas Periode 2008-2009 yang dilaksanakan pada hari Juma’t hingga Sabtu (31 oktober-1 November 2009) di Tanjung Bayang ini merupakan suatu rangkaian kegiatan HIMAPID dalam rangka menyusun program-program kerja ke depannya. Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta yang semuanya adalah mahasiswa FKM UNHAS jurusan epidemiologi ini mengisahkan sebuah moment sejarah tersendiri&lt;br /&gt;Wahiduddin, SKM.,M.kes selaku dosen pembimbing menyempatkan diri untuk memberi sepatah kata demi kelancaran dan suksesnya kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau menghimbau kepada seluruh peserta untuk tetap eksis dan semangta dalam mengikuti acara hingga akhir.  Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM dan Rismawati, SKM., MKM selaku dosen pendamping juga menyempatkan diri dalam kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;Nur Akbar Bahar yang akrab disapa “AB”  selaku ketua HIMAPID periode 2008-2009 dalam sambutannya mengucapkan  terimah kasih kepada seluruh anggota dan Team Work atas kerjasamanya yang tidak ia duga sebelumnya. Rapat pun berlangsung dengan antusias hingga dini hari dan dilanjutkan keesokan harinya. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapan terang “DK”, koordinator kegiatan tersebut. Adapun kendalanya hanya bersifat teknis saja, lanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8977666891877344490?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8977666891877344490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8977666891877344490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8977666891877344490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8977666891877344490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/rapat-kerja-raker-himpunan-mahasiswa.html' title='RAPAT KERJA (RAKER)  HIMPUNAN MAHASISWA EPIDEMIOLOGI (HIMAPID) FKM UNHAS PERIODE 2008-2009'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SRfZQN_YvHI/AAAAAAAAAD4/DblI7jLorXY/s72-c/Foto167.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-886759668670355702</id><published>2008-11-02T13:16:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T13:44:14.465+08:00</updated><title type='text'>Osteoporosis, bagaimana mencegahnya ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ0-Cl_EcjI/AAAAAAAAADg/p165SSztBPQ/s1600-h/osteoporosis_nenek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ0-Cl_EcjI/AAAAAAAAADg/p165SSztBPQ/s200/osteoporosis_nenek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263931753743282738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memperingati hari Osteoporosis Nasional yang jatuh pada tanggal 02 November ini&lt;/b&gt;, tim redaksi Himapid coba ingin membahas sedikit masalah osteoporosis. &lt;br /&gt;OSTEOPOROSIS selama ini diidentikkan dengan penyakit orangtua, padahal tanpa olahraga teratur, osteoporosis juga bisa menyerang usia muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan dari rutinitas sehari-hari terkadang membuat banyak orang berpikir dua kali untuk berolahraga. Selain waktu yang semakin sempit, berolahraga dianggap sebagai kegiatan yang melelahkan. Padahal, dengan olahraga teratur, banyak penyakit bisa dicegah. &lt;br /&gt;Mulai jantung koroner hingga osteoporosis yang selama ini diidentikkan dengan penyakit orangtua. Ternyata, saat ini osteoporosis bisa pula menyerang anak muda karena gaya hidup yang salah, termasuk jarang berolahraga dan melakukan aktivitas fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Osteoporis merupakan suatu keadaan dimana kepadatan tulang mulai berkurang dan disertai kerusakan mikroarsitektur tulang, sehingga tulang akan menjadi rapuh dan mudah patah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis dapat terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun resiko terjadinya osteoporosis pada wanita lebih tinggi karena mengalami menopause (&gt; 45 tahun). Yaitu masa dimana terjadi penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh (= masa berhenti haid). Sedangkan pada pria osteoporosis terjadi di usia lanjut ( &gt; 70 th).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis disebabkan gangguan metabolisme tulang, yaitu kerja sel penghancur tulang melebihi kerja sel pembentuk tulang. Akibatnya lama kelamaan tulang menjadi keropos. Gangguan ini dapat terjadi secara fisiologis akibat proses penuaan yang disertai dengan menurunnya hormon, kurang asupan kalsium dan vitamin D, disertai dengan faktor-faktor pendukung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala yang timbul bervariasi, namun umumnya terjadi tanpa gejala, sehingga seringkali seseorang tidak menyadari dirinya menderita osteoporosis sampai terjadinya patah tulang. &lt;br /&gt;Untuk mengetahui secara dini terjadinya osteoporosis, dapat digunakan beberapa pemeriksaan seperti :&lt;br /&gt;Pengukuran kepadatan massa tulang (Bone Mineral Density/BMD) dengan Densitometer. &lt;br /&gt;Pemeriksaan Laboratorium dengan mengukur petanda biokimiawi untuk mengetahui keseimbangan pembentukan dan penghancuran tulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat yang ditimbulkan dari osteoporosis yaitu mudah terjadi patah tulang, meskipun hanya karena trauma ringan ataupun saat mengangkat beban berlebih. Tubuh makin lama makin membungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini fakta seputar penyakit osteoporosis yang dapat membukakan mata dan meningkatkan kesadaran akan ancaman penyakit osteoporosis. &lt;br /&gt;Studi di dunia: &lt;br /&gt;•Satu diantara tiga wanita di atas usia 50 tahun dan satu diantara lima pria di atas 50 tahun menderita osteoporosis.&lt;br /&gt;•Penderita osteoporosis di Eropa, Jepang, Amerika sebanyak 75 juta penduduk, sedangkan China 84 juta penduduk.&lt;br /&gt;•Ada 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Risiko kematian akibat patah tulang pinggul sama dengan kanker payudara. (Studi Cummings et al, 1989)&lt;br /&gt;Studi di Indonesia:&lt;br /&gt;•Prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 tahun untuk wanita sebanyak 18-36%, sedangkan pria 20-27%, untuk umur di atas 70 tahun untuk wanita 53,6%, pria 38%.&lt;br /&gt;•Lebih dari 50% keretakan osteoporosis pinggang di seluruh dunia kemungkinan terjadi di Asia pada 2050. (Yayasan Osteoporosis Internasional)&lt;br /&gt;•Mereka yang terserang rata-rata berusia di atas 50 tahun. (Yayasan Osteoporosis Internasional)&lt;br /&gt;•Satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di Indonesia terserang osteoporosis atau keretakan tulang. (Yayasan Osteoporosis Internasional)&lt;br /&gt;•Dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. (DEPKES, 2006)&lt;br /&gt;•Jumlah penderita osteoporosis di Indonesia jauh lebih besar dari data terakhir Depkes, yang mematok angka 19,7% dari seluruh penduduk dengan alasan perokok di negeri ini urutan ke-2 dunia setelah China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta diatas untuk itu perlu diketahui bagaimana cara mencegah terjadinya osteoporosis. Antara lain : &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalsium yang cukup&lt;/b&gt;; kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang, karena itu kebutuhan akan kalsium harus dipenuhi. Sumber kalsium yang terbaik adalah makanan, tetapi bila tidak mencukupi maka diperlukan tambahan kalsium dari suplemen kalsium. &lt;br /&gt;Makanan yang banyak mengandung kalsium : susu, keju, yogurt. Kebutuhan kalsium usia &gt; 50 th : 800-1200 mg. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Vitamin D&lt;/b&gt;; diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium pada usus, sehingga asupan kalsium dapat digunakan tubuh dengan maksimal. Kebutuhan vitamin D usia &gt; 50 th : 5 mcg. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bifosfonat&lt;/b&gt;; obat golongan bifosfonat bekerja dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang secara berlebihan. Berberapa jenis obat golongan bifosfonat seperti alendronate, dapat digunakan untuk mencegah terjadinya osteoporosis. &lt;br /&gt;Olahraga yang teratur; dianjurkan untuk melakukan weight bearing / olahraga yang memberikan tekanan pada tulang. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memperbaiki kebiasaan hidup&lt;/b&gt;; menghindari rokok, alkohol, dan kopi yang berlebihan karena dapat mengganggu pembentukan tulang. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemeriksaan tulang&lt;/b&gt;; melakukan pemeriksaan tulang untuk mengetahui osteoporosis secara dini. &lt;br /&gt;Terkait dengan gencarnya iklan susu yang mengandung kalsium, tidak sepenuhnya susu yang dipromosikan tersebut mampu memenuhi kebutuhan kalsium bagi tubuh apalagi tulang. Sebab, jika terlalu banyak mengkonsumsi susu berkalsium, hal ini akan mempengaruhi batu ginjal. Karena, untuk memenuhi kebutuhan kalsium dari susu, minimal setiap hari harus minum susu sebanyak 16 gelas. Konsumsi susu sebanyak itu jelas tidak mungkin dilakukan.&lt;br /&gt;Sayuran hijau, sayur-sayuran berdaun lebar, tahu, ikan sarden, dan salmon juga merupakan sumber makanan yang mengandung kalsium. Atau silahkan memakan pizza dan roti keju panggang karena di sana juga terdapat kalsium. Perlu pula mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak antioksidan seperti vitamin A yang terdapat dalam wortel, kentang, pepaya, labu, bunga kol, kangkung, semangka. Vitamin C yang terdapat dalam jeruk, pepaya, kecambah brussels, kangkung, strawberry, atau vitamin E yang terdapat dalam minyak nabati, tauge, mineral selenium yang terdapat dalam bawang putih, kubis, wortel, lobak, bunga kol, salada, mentimun, ikan, mineral seng yang terdapat dalam hati clan daging hewani, kacang-kacangan dan lain-lain. Jadi, tidak ada salahnya memanjakan tulang Anda, demi tampil tegap di hari tua. ® Irw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan osteoporosis :&lt;br /&gt;Terapi hormon pengganti; terapi hormon pengganti pada wanita post menopause. Terapi ini selain dapat mengobati osteoporosis, juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup wanita. &lt;br /&gt;Kalsium dan vitamin D; asupan kalsium dan vitamin D harus memenuhi kebutuhan tubuh. &lt;br /&gt;Bifosfonat; obat golongan bifosfonat selain dapat digunakan untuk pencegahan osteoporosis juga dapat digunakan untuk mengobati osteoporosis karena kerjanya yang spesifik menghambat terjadinya pengeroposan tulang dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…Ayo CEGAH OSTEOPOROSIS untuk masa depan yang lebih baik&lt;br /&gt;www.f-buzz.com&lt;br /&gt;www.medicastore.com&lt;br /&gt;buklet "Mengenal Osteoporosis", Novell Pharmaceutical Laboratories&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-886759668670355702?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/886759668670355702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=886759668670355702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/886759668670355702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/886759668670355702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/11/osteoporosis-bagaimana-mencegahnya.html' title='Osteoporosis, bagaimana mencegahnya ?'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ0-Cl_EcjI/AAAAAAAAADg/p165SSztBPQ/s72-c/osteoporosis_nenek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4903297475912279776</id><published>2008-10-31T09:16:00.000+08:00</published><updated>2008-10-31T09:22:32.629+08:00</updated><title type='text'>Surveilans Epidemiologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpdx4F_PCI/AAAAAAAAAC8/bTY5G2r3Pxc/s1600-h/EPIDEMIOLOGY.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpdx4F_PCI/AAAAAAAAAC8/bTY5G2r3Pxc/s200/EPIDEMIOLOGY.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263122225988320290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istilah &lt;b&gt;Surveillance&lt;/b&gt; sudah dikenal oleh banyak orang, namun dalam aplikasinya banyak orang menganggap bahwa surveilans identik dengan pengumpulan data dan penyelidikan KLB, hal inilah yang menyebabkan aplikasi system surveilans di Indonesia belm berjalan optimal, padahal system ini dibuat cukup baik untuk mengatasi masalah kesehatan.&lt;br /&gt;Istilah Surveillance sebenarnya berasal dari bahasa perancis yang berarti mengamati tentang sesuatu, Istilah ini awalnya dipakai dalam bidang penyelidikan/intelligent untuk mematamatai orang yang dicurugai, yang dapat membahayakan&lt;br /&gt;Menurut The Centers for Disease Control (CDC) Surveilans kesehatan masyarakat adalah &lt;em&gt;“The ongoing systematic Collection, analysis and interpretation of Health data essential to the planning, implementation, and evaluation of public health practice, closely integrated with the timely dissemination of these data to those who need to know. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Prof.Nur Nasry Noor (1997) Guru Besar Epidemiologi FKM Unhas mengatakan bahwa “Surveilans Epidemiologi adalah pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu. Baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangannya.”&lt;br /&gt;Surveilans Kesehatan masyarakat semula hanya dikenal dalam bidang epidemiologi, namun dengan berkembangnya berbagai macam teori dan aplikasi diluar bidang epidemiologi, maka surveilans menjadi cabang ilmu tersendiri yang diterapkan luas dalam kesehatan masyarakat. Surveilans sendiri mencakup masalah borbiditas, mortalitas,masalah gizi, demografi, Peny. Menular, Peny. Tidak menular, Demografi,Pelayanan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan beberapa factor risiko pada individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Surveilans Epidemiologi :&lt;br /&gt;1.Deteksi Perubahan akut dari penyakit yang terjadi dan distribusinya&lt;br /&gt;2.Identifikasi dan perhitungan trend dan pola penyakit&lt;br /&gt;3.Identifikasi kelompok risiko tinggi menurut waktu, orang dan tempat&lt;br /&gt;4.Identifikasi factor risiko dan penyebab lainnya&lt;br /&gt;5.Deteksi perubahan pelayanan kesehatan yang terjadi&lt;br /&gt;6.Dapat memonitoring kecenderungan penyakit endemis&lt;br /&gt;7.Mempelajari riwayat alamiah penyakit dan epidemiologinya&lt;br /&gt;8.Memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi kebutuhan pelayanan kesehatan dimasa  datang&lt;br /&gt;9.Membantu menetapkan masalah kesehatan prioritas dan prioritas sasaran program pada tahap perencanaan&lt;br /&gt;Inti Kegiatan surveilans pada AKhirnya adalah bagaimana data yang sudah dikumpul, dianalisis, dan dilaporkan ke stakeholder atau pemegang kebijakan untuk ditindaklanjuti dalam pembuatan program intervensi yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4903297475912279776?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4903297475912279776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4903297475912279776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4903297475912279776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4903297475912279776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/surveilans-epidemiologi.html' title='Surveilans Epidemiologi'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpdx4F_PCI/AAAAAAAAAC8/bTY5G2r3Pxc/s72-c/EPIDEMIOLOGY.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-20139429648033246</id><published>2008-10-31T08:58:00.000+08:00</published><updated>2008-10-31T09:15:36.641+08:00</updated><title type='text'>JENIS PENYAKIT KELAMIN AKIBAT  IMS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpbD21x1wI/AAAAAAAAAC0/s728_QNE2D4/s1600-h/2595.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpbD21x1wI/AAAAAAAAAC0/s728_QNE2D4/s200/2595.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263119236354660098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.GONORE Nama lain Kencing nanah, uretritis spesifik , GO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoea. Terjadi di seluruh dunia; menyerang laki-laki dan perempuan semua usia, terutama kelompok dewasa muda. Jenis yang kebal obat sekarang muncul secara umum di mana-mana. Selama beberapa bulan, pasien yang tidak diobati bisa menulari orang lain. Terinfeksi dengan klamidia pada saat yang bersamaan juga bukanlah hal yang janggal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada laki-laki dan perempuan, infeksi ini bisa tanpa gejala. Pada laki-laki, cairan yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi. Biasanya orang menderita sakit waktu kencing. Bila orang melakukan seks anal, mungkin juga keluar cairan yang sama dari dubur.&lt;br /&gt;Pada perempuan, gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak terdeteksi. Mungkin ada perasaan tidak enak waktu kencing. Selain itu, mungkin ada sedikit cairan dari dan sedikit gangguan di vagina. Infeksi yang kronis umum terjadi dan bisa menyebabkan kemandulan.&lt;br /&gt;Bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore, matanya merah dan bengkak. Dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental. Kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera diberikan.&lt;br /&gt;Diagnosis adalah dengan pemeriksaan mikroskopik gram-strain dari smear yang diambil dari cairan itu atau pun dengan cara pembiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Klamidia Nama lain Uretritis non-gonore, uretritis non-spesifik (UNS)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Antara 35-50 persen dari kasus penyakit kelamin non-gonore diperkirakan disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, yang terjadi secara umum di seluruh dunia. Pada perempuan, penyakit ini bisa menyebabkan radang leher rahim mucopurulent walaupun infeksi biasanya tanpa gejala. Infeksi klamidia yang terjadi berulang kali biasanya bisa menyebabkan penyakit peradangan leher rahim kronis dan kemandulan. Penularan terjadi lewat sanggama. Penyakit ini bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan semua usia, terutama dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti gonore. Perbedaannya adalah banyak perempuan yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun. Komplikasi yang menyebabkan kemandulan pada perempuan juga umum terjadi. Infeksi mata mungkin menyerang bayi yang dilahirkan oleh perempuan yang terinfeksi. Diagnosis biasanya didasari oleh tidak adanya kuman penyebab gonore pada smear atau pada pembiakan cairan dari leher rahim atau dari uretra (lubang kencing). Hal ini bisa dipastikan dengan mengetes cairan smear untuk melihat adanya antigen klamidia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Sifilis Nama lain Raja singa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh Treponema pallidium,yaitu sebuah spirochete (bakteri yang berbentuk spiral). Terjadi di seluruh dunia, terutama menyerang dewasa muda usia 20-35 tahun. lebih lazim terjadi di dacrah perkotaan. Baru-baru ini ada kenaikan jumlah kasus di beberapa negara industri yang dihubungkan dengan penggunaan narkoba dan pelacuran. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka (yang bernanah atau yang membengkak) di kulit dengan selaput lendir atau dengan cairan tubuh (air mani, darah, cairan vagina) selama sanggama. Penularan bisa terjadi melalui tranfusi darah bila donor berada dalam tahap awal infeksi tersebut. Infeksi bisa ditularkan dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang belum lahir. Hal ini merupakan penyebab penting terjadinya kelahiran bayi yang meninggal di daerah daerah endermis.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah luka mula-mula muncul beberapa minggu setelah tertular. luka ini biasanya merupakan borok yang tidak sakit di daerah tempat hubungan pertama kali terjadi (penis, leher rahim, dubur, dinding belakang kerongkongan/faring). Kuman kemudian memasuki aliran darah; dalam waktu 1-3 bulan muncul tahap kedua. Tahap ini ditandai dengan ruam yang menyebar dan pembengkakan kelenjar. Setelah masa laten selama 5-20 tahun dengan sedikit atau tanpa gejala, tahap ketiga dari sifilis ini bisa termasuk penyakit-penyakit yang menyerang susunan saraf pusat atau sistem kardiovaskular, yang bisa mcnyebabkan kelumpuhan dan kematian muda. Diagnosis laboratorium biasanya dilakukan dengan memakai tes serologi dari darah atau cairan serebrospinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Cancriod Nama lain Ulkus mole&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh Haemophilus ducreyi, sebuah bakteri. Sangat lazim terjadi di daerah tropis dan Sub-tropis di dunia. Lebih sering terjadi pada laki-laki. Luka cankroid sangat menular.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ditandai dengan adanya luka yang bcrnanah atau memborok yang akut dan sakit dibagian kelamin, biasanya Satu dan diamcternva berukuran kurang dari 1cm. Luka itu biasanya muncul 3-5 hari setelah tertular, dan ditandai dengan adanya pembengkakan yang sakit dari kelenjar setempat. Pada perempuan, cankroid umumnva terjadi tanpa gejala. Diagnosis bisa dipastikan melalui pembiakan cairan dari luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.LimfogranulomaVenerum Nama lain LGV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh jenis Chlamydia trachomatis yang berbeda dari jenis yang menyebabkan peradangan saluran kencing dan leher rahim. Terjadi di seluruh dunia tapi lebih umum terjadi di daerah tropis dan sub-tropis. Tidak begitu umum didiagnosis pada perempuan. Namun demikian, hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya tingkat infeksi tanpa gejala pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah luka kecil yang tidak sakit di daerah kemaluan (biasanya tidak diperhatikan) biasanya diikuti oleh pembengkakan yang menyakitkan dan parah dari kelenjar dan jaringan-jaringan di sekitarnya. Hal ini terjadi antara 5-30 hari setelah penularan pertama. Diagnosis dilakukan dengan cara pembiakan cairan dari luka atau pembuktian akan adanya kuman dengan sebuah tes antigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Infeksi Trikomona&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah infeksi umum yang terjadi terus-menerus di saluran kencing perempuan. Infeksi ini disebabkan olch protozoa Trichomonas vaginalis. Terjadi di seluruh dunia, dan terutama didiagnosis pada perempuan berusia 16-35 tahun.&lt;br /&gt;Gejala dan tanda&lt;br /&gt;Pada perempuan, infeksi ini menyebabkan peradangan di vagina sehingga banyak mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan berbau tidak enak. Walaupun begitu, infeksi ini biasanya tidak memiliki gejala; dalam jumlah kecil biasanya ada gejala berupa peradangan saluran kencing. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik dari cairan serta identitikasi adanya parasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Herpes kelamin Nama lain Herpes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Terjadi di seluruh dunia, dan antibodi tipe 2 ini ditemukan pada 20-90 persen orang dewasa. Keluasan sangat berhubungan dengan usia pertama kali bersanggama serta jumlah pasangan seks selama hidup. Infeksi pertama biasanya terjadi pada masa rcmaja atau segera setelah dimulainya kegiatan seks. Pengulangan infeksi adalah hal yang biasa. Melahirkan lewat vagina pada perempuan hamil dengan infeksi aktif di kemaluan (terutama yang primer), memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi yang parah pada anak yang baru dilahirkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Herpes akan kelihatan 2-30 hari sesudah bersanggama. Gejala yang paling umum adalah bintil-bintil kecil berisi cairan yang terasa sakit, di alat kelamin/dubur atau mulut. Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu, dan kemudian hilang. Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Sebelum bintil-bintil muncul, alat kelamin akan terasa gatal atau panas. Pada waktu bintil-bintilnya ada, orang tersebut kemungkinan mengalami gejala seperti flu.Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati, perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan. Penanganan stres dan gizi juga telah dibuktikan sebagai hal yang penting dalam usaha mengurangi dampak herpes di kemaluan, dan kemungkinannya muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Kutil kelamin Nama lain Kutil anogenital&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kutil-kutil ini ditemukan di daerah kemaluan dan/atau di sekitar dubur. Terjadi di seluruh dunia. Seperti infeksi menular seksual lainnya, infeksi ini bisa dihubungkan dengan meningkatnya risiko infeksi HIV (misalnya, sebuah penelitian dilakukan di Thailand telah menunjukkan peningkatan dalam penularan HIV dari perempuan ke laki-laki sebanyak 16 kali bila ada kutil di daerah kemaluan/dubur ini). Penyakit ini disebabkan oleh virus papilloma pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.Granuloma Inguinale Nama lain Donovanosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Epidemiologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Infeksi ini biasanya jarang terjadi di negara-negara industri, tetapi menjadi endemi di banyak negara tropis dan sub-tropis (terutama di India bagian selatan, Papua Nugini, Afrika tengah, timur dan selatan, negara-negara Karibia, Amerika selatan, dan Australia tengah dan utara). Mungkin disebabkan oleh Donovania granulomatis.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gejala dan tanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah luka kecil di kulit di bagian kemaluan akan menyebar, lama kelamaan membentuk sebuah massa granulomatous (benjolan-benjolan kecil) yang bisa menyebabkan kerusakan berat pada organ-organ kemaluan. Diagnosis laboratorium biasanya dilakukan dengan mengidentifikasi adanya "bakteri Donovan" di dalam smear yang menjalani pemeriksaan mikroskopik Giemsa stain.&lt;br /&gt;Infeksi ini biasanya sangat kebal tcrhadap pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul JEN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-20139429648033246?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/20139429648033246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=20139429648033246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/20139429648033246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/20139429648033246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/jenis-penyakit-kelamin-akibat-ims.html' title='JENIS PENYAKIT KELAMIN AKIBAT  IMS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpbD21x1wI/AAAAAAAAAC0/s728_QNE2D4/s72-c/2595.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-3810500100023493476</id><published>2008-10-31T08:26:00.000+08:00</published><updated>2008-10-31T08:48:18.532+08:00</updated><title type='text'>Infeksi Menular Seksual ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpUpZegr_I/AAAAAAAAACs/EQca238LMaE/s1600-h/17266.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpUpZegr_I/AAAAAAAAACs/EQca238LMaE/s200/17266.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263112184726073330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;INFEKSI MENULAR SEKSUAL ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita membutuhkan informasi tentang IMS? &lt;br /&gt;Jika kita melakukan hubungan seksual dengan orang lain, walaupun hanya sekali, kita dapat terkena IMS.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa hubungan organ-organ reproduksi dengan IMS?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan IMS membahayakan organ-organ reproduksi. Pada wanita, IMS menghancurkan diding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-tanda infeksi. Pada pria, yang terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing. Jika IMS tidak diobati dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal dari penis dan berakibat sakit pada waktu buang air kecil. IMS yang tidak diobati dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan menyebabkan kemandulan baik pada pria atau wanita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa gejala IMS yang paling umum?&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;IMS kadang tidak memiliki gejala. Gejala yang mungkin muncul termasuk:&lt;p&gt;&lt;br /&gt;1.Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerahmudaan. Keputihan bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;2.Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing, biasanya disebabkan oleh IMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat disebabkan oleh IMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.&lt;p&gt; &lt;br /&gt;3.Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka tersebut dapat terasa sakit atau tidak.&lt;p&gt; &lt;br /&gt;4.Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin&lt;p&gt; &lt;br /&gt;5.Kemerahan di sekitar alat kelamin&lt;p&gt; &lt;br /&gt;6.Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar&lt;p&gt; &lt;br /&gt;7.Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan dengan menstruasi&lt;p&gt; &lt;br /&gt;8. Bercak darah setelah hubungan seksual&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana kita bisa terinfeksi IMS?&lt;/b&gt;&lt;p&gt;  &lt;br /&gt;Kebanyakan IMS didapat dari hubungan seks yang tidak aman. Yang dimaksud dengan seks yang tidak aman, adalah:&lt;p&gt;&lt;br /&gt;1.Melakukan hubungan seksual lewat vagina tanpa kondom (penis di dalam vagina)&lt;p&gt; &lt;br /&gt;2.Melakukan hubungan seksual lewat anus tanpa kondom (penis di dalam anus)&lt;p&gt; &lt;br /&gt;3.Hubugan seksual lewat oral atau karaoke (penis di dalam mulut tanpa kondom atau&lt;p&gt; mulut menyentuh alat kelamin wanita)&lt;p&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adakah cara lain orang dapat tertular IMS?&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;Cara lain seseorang dapat tertular IMS juga melalui:&lt;br /&gt;1.Darah&lt;br /&gt;Dari tansfusi darah yang terinfeksi, menggunakan jarum suntik bersama, atau benda tajam lainnya ke bagian tubuh untuk menggunakan obat atau membuat tato.  &lt;br /&gt;2.Ibu hamil kepada bayinya&lt;br /&gt;Penularan selama kehamilan, selama proses kelahiran. Setelah lahir, HIV bisa menular melalui menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana mencegahnya ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Konsep ABC (Abstinace, Be faithful, Condom). Abstinance, hindari hubungan seksual pra nikah. Bila sudah menikah, jadilah setia pada satu pasangannya (Be Faithful), bila kedua konsep tersebut  tidak bisa dilakukan, pakailah condom saat berhubungan seksual.&lt;br /&gt;1.Cari informasi yangbenar sebanyak mungkin tentang resiko tertular IMS&lt;br /&gt;2.Lakukan kegiatan-kegiatan positif&lt;br /&gt;3.Jangan malu untuk bertanya tentang apapun yang berkaitan dengan perilaku seksual&lt;br /&gt;4.Harus berani menolak bila ada yang mengajak berhubungan seksual&lt;br /&gt;5.Kendalikan diri bila berdekatan dengan teman dekat&lt;br /&gt;6.Menahan diri saat pacaran, hindari sikap yang menimbulkan rangsangan &lt;br /&gt;Bersikap waspada jika mendapat perlakuan yang mencurigakan seperti diajak pergi ke tempat sepi dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul Kespro JEN, 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-3810500100023493476?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/3810500100023493476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=3810500100023493476' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3810500100023493476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/3810500100023493476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/infeksi-menular-seksual.html' title='Infeksi Menular Seksual ?'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQpUpZegr_I/AAAAAAAAACs/EQca238LMaE/s72-c/17266.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-88472030978812215</id><published>2008-10-27T13:22:00.001+08:00</published><updated>2008-10-27T13:29:27.008+08:00</updated><title type='text'>Kanker Serviks</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVRPjiyeQI/AAAAAAAAACU/kMX3tv58I9Q/s1600-h/kanker_serviks.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVRPjiyeQI/AAAAAAAAACU/kMX3tv58I9Q/s200/kanker_serviks.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261701067333335298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).&lt;/b&gt; Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi yang terus menerus dari human papillomavirus (HPV) tipe onkogenik (yang berpotensi menyebabkan kanker). Telah terbukti bahwa HPV merupakan sebab mutlak terjadinya kanker serviks - angka prevalensi didunia mengenai karsinoma serviks adalah 99,7 %.&lt;br /&gt;Kanker serviks merupakan kanker yang terbanyak diderita wanita-wanita di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Di negara maju kanker ini menduduki urutan ke-10 dan bila digabung maka ia menduduki urutan ke-5. Sebagaimana kanker umumnya maka kanker serviks akan menimbulkan masalah-masalah berupa kesakitan (morbiditas), penderitaan, kematian, finansial/ekonomi maupun lingkungan bahkan pemerintah. Dengan demikian penanggulangan kanker umumnya dan kanker serviks khususnya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Akibat serius dari penyakit ini adalah kematian. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makin tinggi stadium penyakitnya makin sedikit penderita yang dapat bertahan hidup/survive. Penyebab utama tingginya angka kejadian kanker serviks di negara berkembang karena tidak adanya program skrining yang efektif bagi wanita dengan sosial-ekonomi rendah.&lt;br /&gt; Setiap tahun diperkirakan terdapat 500.000 kasus kanker serviks baru di seluruh dunia, 77 % di antaranya ada di negara-negara sedang berkembang. Di Indonesia diperkirakan sekitar 90-100 kanker baru di antara 100.000 penduduk pertahunnya, atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun, dengan kanker serviks menempati urutan pertama di antara kanker pada wanita. Studi epidemiologik menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko terjadi-nya kanker serviks meliputi hubungan seksual pada usia dini (&lt;20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, merokok, trauma kronis pada serviks uteri dan higiene genitalia. Lebih dari separuh penderita kanker serviks berada dalam stadium lanjut yang memerlukan fasilitas khusus untuk pengobatan seperti peralatan radioterapi yang hanya tersedia di beberapa kota besar saja. Di samping mahal, pengobatan terhadap kanker stadium lanjut memberikan hasil yang tidak memuaskan dengan harapan hidup 5 tahun yang rendah. Mengingat beratnya akibat yang ditimbulkan oleh kanker serviks dipandang dari segi harapan hidup, lamanya penderitaan, serta tingginya biaya pengobatan, sudah sepatutnya apabila kita memberikan perhatian yang lebih besar mengenai latar belakang dari penyakit yang sudah terlalu banyak meminta korban itu, dan segala aspek yang berkaitan dengan penyakit tersebut serta upaya-upaya preventif yang dapat dilakukan&lt;br /&gt;Perkembangan penderita kanker mulut rahim (Karsinoma Serviks) pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, karena perilaku seksual yang tidak sehat yang dilakukan pasangan suami-istri. Selain itu, karena ketidaktahuan masyarakat terhadap gejala yang timbul juga menyebabkan penderita penyakit ini jumlahnya mengalami peningkatan, Penyakit kanker mulut rahim terjadi karena Human Papillomavirus (HPV) dan ini terjadi saat proses hubungan seksual pasangan suami dan istri.&lt;br /&gt;Insidens kanker serviks meningkat sejak usia 25-34 tahun dan menunjukkan puncaknya pada usia 35-44 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo, dan 45-54 tahun di Indonesia. Laporan FIGO pada tahun 1998 menunjukkan kelompok usia 30-39 tahun dan 60-69 tahun terbagi sama banyaknya. Secara keseluruhan, stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok usia 30-39 tahun sedang untuk stadium IB dan II lebih sering ditemukan pada kelompok usia 40-49 tahun. Kelompok usia 60-69 tahun merupakan proporsi tertinggi pada stadium III dan IV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.Faktor Risiko Kanker Serviks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perilaku seksual&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Banyak faktor yang disebut-sebut mempengaruhi terjadinya kanker serviks. Telaah pada berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa golongan wanita yang mulai melakukan hubungan seksual pada usia &lt; 20 tahun atau mempunyai pasangan seksual yang berganti-ganti lebih berisiko untuk menderita kanker serviks. Tinjauan kepustakaan mengenai etiologi kanker leher rahim menunjukkan bahwa faktor risiko lain yang penting adalah hubungan seksual suami dengan wanita tuna susila (WTS) dan dari sumber itu membawa penyebab kanker (karsinogen) kepada isterinya. Data epidemiologi yang tersusun sampai akhir abad 20, menyingkap kemungkinan adanya hubungan antara kanker serviks dengan agen yang dapat menimbulkan infeksi. Karsinogen ini bekerja di daerah transformasi, menghasilkan suatu gradasi kelainan permulaan keganasan, dan paling berbahaya bila terpapar dalam waktu 10 tahun setelah menarche. Keterlibatan peranan pria terlihat dari adanya kolerasi antara kejadian kanker serviks dengan kanker penis di wilayah tertentu. Lebih jauh meningkatnya kejadian tumor pada wanita monogami yang suaminya sering berhubungan seksual dengan banyak wanita lain menimbulkan konsep "Pria Berisiko Tinggi" sebagai vektor dari agen yang dapat menimbulkan infeksi. Banyak penyebab yang dapat menimbulkan kanker serviks, tetapi penyakit ini sebaiknya digolongkan ke dalam penyakit akibat hubungan seksual (PHS). Penyakit kelamin dan keganasan serviks keduanya saling berkaitan secara bebas, dan diduga terdapat korelasi non-kausal antara beberapa penyakit akibat hubungan seksual dengan kanker serviks. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kontrasepsi&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kondom dan diafragma dapat memberikan perlindungan. Kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko relatif 1,53 kali. WHO melaporkan risiko relatif pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai dengan lamanya pemakaian. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tembakau mengandung bahan-bahan karsinogen baik yang dihisap sebagai rokok/sigaret atau dikunyah. Asap rokok menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbon heterocyclic nitrosamines. Pada wanita perokok konsentrasi nikotin pada getah serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Efek langsung bahan-bahan tersebut pada serviks adalah menurunkan status imun lokal sehingga dapat menjadi kokarsinogen infeksi virus. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nutrisi&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Banyak sayur dan buah mengandung bahan-bahan anti-oksidan dan berkhasiat mencegah kanker misalnya advokat, brokoli, kol, wortel, jeruk, anggur, bawang, bayam, tomat. Dari beberapa penelitian ternyata defisiensi asam folat (folic acid), vitamin C, vitamin E, beta karoten/retinol dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Vitamin E, vitamin C dan beta karoten mempunyai khasiat antioksidan yang kuat. Antioksidan dapat melindungi DNA/RNA terhadap pengaruh buruk radikal bebas yang terbentuk akibat oksidasi karsinogen bahan kimia. Vitamin E banyak terdapat dalam minyak nabati (kedelai, jagung, biji-bijian dan kacang-kacangan). Vitamin C banyak terdapat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-88472030978812215?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/88472030978812215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=88472030978812215' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/88472030978812215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/88472030978812215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/kanker-leher-rahim-kanker-serviks.html' title='Kanker Serviks'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVRPjiyeQI/AAAAAAAAACU/kMX3tv58I9Q/s72-c/kanker_serviks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-4499596153575401257</id><published>2008-10-27T13:15:00.000+08:00</published><updated>2008-10-27T13:25:51.230+08:00</updated><title type='text'>Epidemiologi PJK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVPj555xLI/AAAAAAAAACM/RZiHtbpCFzI/s1600-h/HeartAttack.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVPj555xLI/AAAAAAAAACM/RZiHtbpCFzI/s200/HeartAttack.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261699217909990578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyakit kardiovaskuler (PKV) terutama penyakit jantung koroner merupakan penyakit revalen dan menjadi pembunuh utama di negara-negara industri. Penyakit jantung koroner merupakan permasalahan kesehatan yang dihadapi sebagian besar negara di dunia. Oleh karena itu, diagnosis dan terapi penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di banyak negara tersebut terus berkembang. Selama bertahun-tahun epidemiologi kesehatan umumnya berkecimpung dalam menangani masalah penyakit menular. Hal ini tidak dapat disangkal dari sejarah ilmu epidemiologi itu sendiri, yang berkaitan dengan penanggulangan penyakit menular. Namun, perkembangan kesehatan melaju begitu cepat seiring dengan perkembangan dunia industri dan teknologi di era modernisasi dan globalisasi.&lt;br /&gt; Berbagai transisi yang ada, baik transisi demografik, sosio-ekonomi maupun epidemiologi telah menimbulkan pergeseran-pergeseran, termasuk dalam bidang kesehatan. Angka kematian menurun dan usia harapan hidup secara umum makin panjang, pola penyakit dan penyebab kematian telah berubah. Penyakit-penyakit yang mematikan bukan lagi penyakit menular, namun telah bergeser kearah Penyakit-penyakit tak menular, misalnya stroke, penyakit jantung koroner dan lainnya. Beberapa publikasi menyebutkan Penyakit-penyakit infeksi (akut) telah makin sedikit prevalensinya, sedangkan penyakit kronik justru meningkat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan dan masih menjadi masalah, baik di negara maju maupun berkembang Di belahan negara dunia, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung, 407000 orang mengalami operasi peralihan, 300000 orang menjalani angioplasti. Di Eropa diperhitungkan 20.000-40.-000 orang dari 1 juta penduduk menderita PJK. Penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat, yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. &lt;br /&gt;  Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation) memprediksi penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada tahun 2010. Saat ini, sedikitnya 78% kematian global akibat penyakit jantung terjadi pada kalangan masyarakat miskin dan menengah. Berdasarkan kondisi itu, dalam keadaan ekonomi terpuruk maka upaya pencegahan merupakan hal terpenting untuk menurunkan penyakit kardiovaskuler pada 2010. Di negara berkembang dari tahun 1990 sampai 2020, angka kematian akibat penyakit jantung koroner akan meningkat 137 % pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48% pada laki-laki dan 29% pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomer satu di dunia. &lt;br /&gt; Indonesia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan beragam. Tentu saja mulai dari infeksi klasik dan modern, penyakit degeneratif serta penyakit psikososial yang menjadikan Indonesia saat ini yang menghadapi " threeple burden diseases". Namun tetap saja penyebab angka kematian terbesar adalah akibat penyakit jantung koroner – "the silence killer". Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26%. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %. kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di negara kita. &lt;br /&gt; Di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan laporan dari Rumah Sakit, kasus tertinggi Penyakit Jantung Koroner adalah di Kota Semarang yaitu sebesar 4.784 kasus (26,00%) dibanding dengan jumlah keseluruhan kasus Penyakit Jantung Koroner di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Apabila dilihat berdasarkan jumlah kasus keseluruhan PTM lain di Kabupaten Klaten adalah 3,82%. Sedangkan kasus tertinggi kedua adalah Kabupaten Banyumas yaitu sebesar 2.004 kasus (10,89%) dan apabila dibanding dengan jumlah keseluruhan PTM lain di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 9,87%. Kasus ini paling sedikit dijumpai di Kabupaten Tegal yaitu 2 kasus (0,01%). Sedangkan kabupaten Semarang dan Kabupaten Cilacap belum melaporkan. Rata-rata kasus Jantung Koroner di Jawa Tengah adalah 525,62 kasus.&lt;br /&gt;Beberapa hasil penelitian telah dilakukan terkait dengan penyakit jantung koroner dan factor-faktor yang berpengaruh. Salah satunya yaitu, penelitian tentang Pengembangan Model Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) pada Kelompok Pengambil Keputusan (Lanjutan ). Para pejabat pengambil keputusan di Indonesia adalah kelompok masyarakat penting karena kelompok inilah otak dari baik tidaknya situasi dan kondisi pembangunan. Namun, kelompok ini sering terpapar pada faktor risiko penyakit jantung koroner. Untuk mendapatkan suatu model dalam menurunkan faktor risiko tersebut di atas telah dilakukan suatu survei sehingga diperoleh data dasar mengenai keadaan (a). fisik(elektrokardiografik = EKG dan tekanan darah); (b). antropometrik (tinggi dan berat badan); (c). pemeriksaan darah terhadap kadar kolesterol, gula darah, asam urat; dan (d). paparan asap rokok. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa faktor risiko terhadap terjadinya penyakit jantung koroner yang paling mencolok ditunjukan oleh kadar kolesterol tinggi (70,4%) disusul oleh kegemukan (28,6%); kadar asam urat tinggi (27,7%) dan EKG tidak normal (21,4%). Data tentang kadar kolesterol darah tinggi, kegemukan, kadar asam urat darah tinggi dan EKG tidak normal digunakan sebagai data dasar untuk membuat model menurunkan faktor risiko terhadap terjadinya. (Ganda Siburian, 2001).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-4499596153575401257?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/4499596153575401257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=4499596153575401257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4499596153575401257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/4499596153575401257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/penyakit-kardiovaskuler-pkv-terutama.html' title='Epidemiologi PJK'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQVPj555xLI/AAAAAAAAACM/RZiHtbpCFzI/s72-c/HeartAttack.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2940514374274934522</id><published>2008-10-06T12:20:00.000+08:00</published><updated>2008-10-06T12:23:09.664+08:00</updated><title type='text'>WAJAH BARU HIMAPID</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Epidemilogi (HIMAPID) FKM Universitas Hasanuddin yang dilaksanakan pada Hari Minggu (21/09) membawa performa baru tersendiri. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Jurusan Epidemiologi ini berlangsung penuh semangat antusias menantikan figur pengemudi roda HIMAPID kedepannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Indra Dwinata, ketua HIMAPID periode 2007-2008 menyampaikan Laporan Pertanggung Jawabannya (LPJ) penuh hikmah dengan berbagai sanggahan-sanggahan dari peserta MUBES. Ia pun bersama dengan pengurus lainnya menanggapi sanggahan-sanggahan tersebut hingga pada akhirnya 100% LPJ-nya diterima oleh peserta MEBES. Dengan diterimanya LPJ tersebut maka berakhir pulalah roda kendaraan yang telah ia kemudi selama satu kali periode tersebut. Pengabdiannya yang tulus membawa HIMAPID naik daun dengan terlaksananya program HEART-nya (Health Education and Reproduktive Teenager). Sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;organisasi penelitian kesehatan reprouksi mahasiswa yang masih bernaung di HIMAPID kerja sama dengan Jaringan Epidemiologi Nasinal (JEN) dan Ford Fondation (ff). Satu-satunya warisan yang Ia persembahkan ke pengurusan selanjutnya adalah sebuah logo baru yagn juga adalah logo pertama selama kurang lebih 10 tahun himapid konsisten sebagai himpunan&lt;i style=""&gt;. (Logo dapat dilihat pada edisi berikunya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Saat yang paling dinanti-nantikan tentunya adalah pemilihan calon ketua HIMAPID periode 2008-2009. Dari sekian banyak bakal calon yang diusung hanya 2 yang menyatakan kesediaanya. Peroses pemilihan pun berlangsung dengan tertib dan pada akhirnya melahirkan Nur Akbar Bahar, mahasiswa jurusan epidemiologi angkatan 2006 sebagai motorik HIMAPID yang didampingi oleh Ilham Salam yang juga mahasiswa jurusan epidemiologi FKM Unhas angkatan 2006. Suasana forum seketika saja gaduh dengan ucapan selamat kepada kedua Idol HIMAPID tersebut, termasuk ucapan dari salah satu dosen pembimbing, Wahiddudin, SKM., M.kes, satu-satunya dosen yang setia mengikuti acara dari awal hingga akhir. Acara pun ditutup dengan buka puasa bersama oleh Jurusan Epidemiologi FKM UNHAS.&lt;i style=""&gt;(Citizen By:”Dhika”)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2940514374274934522?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2940514374274934522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2940514374274934522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2940514374274934522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2940514374274934522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/10/wajah-baru-himapid.html' title='WAJAH BARU HIMAPID'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2208760158389253937</id><published>2008-06-01T11:21:00.000+08:00</published><updated>2008-06-01T11:28:10.827+08:00</updated><title type='text'>Forum KesPro Mahasiswa "HEART"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SEIWb7RQS-I/AAAAAAAAABI/rSgGwZ9v_vA/s1600-h/boys+n+girls.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SEIWb7RQS-I/AAAAAAAAABI/rSgGwZ9v_vA/s200/boys+n+girls.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206748788216056802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;HEART (Health Education Of Reproductive Teenagers)&lt;/b&gt; ad/ suatu forum yang concern terhadap persoalan kesehatan reproduksi khususnya kesehatan reproduksi remaja dan mahasiswa. Terbentuk pada tanggal 3 Maret 2008 di Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) yang merupakan hasil kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Epidemiologi (HIMAPID) FKM Unhas dengan Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN) dan Ford Foundation (ff).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Latar Belakang terbentuknya adalah karena &lt;span style=""&gt;Masih tingginya Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia, dibuktikan dengan penelitian dari PKBI di 5 kota besar di Indonesia yang melibatkan sekitar 2.479 siswa SMU dan Mahasiswa sebagai responden yang berusia antara 15-24 tahun sekitar 64,44% sudah pernah melakukan perilaku seksual pra nikah. Hal ini disebabkan masih tidak memadainya pengetahuan mereka tentang kespro serta pengaruh pergaulan di tempat kost- kostan mereka.(Yahya, 2001). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemerhati Kespro Mahasiswa di Tingkatan Fakultas dan Universitas Belum ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada bentuk Kerjasama yang baik antara Ford Foundation, Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN), Jurusan Epidemiologi untuk Melakukan Penelitian PRA Kesehatan Reproduksi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh karena itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kami dari TIM KesPro Mahasiswa ingin men&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;coba mengaplikasikan hasil pelatihan yang diberikan JEN dengan mengadakan penelitian PRA&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; KesPro&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;melibatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;mahasiswa &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;FKM Unhas &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;menjadi obyek penelitian tersebut. Untuk ikut berperan aktif mewujudkan kesehatan reproduksi yang baik bagi mahasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Tujuannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tujuan Umum &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Mengetahui faktor risiko dan besarnya kesadaran Akan pentingnya Kesehatan Reproduksi di kalangan Mahasiswa Unhas &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tujuan Khusus&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual dikalangan mahasiswa Unhas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mensosialisasikan pentingnya Kespro&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikalangan Mahasiswa Unhas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menumbuhkan kesadaran &amp;amp; partisipasi Mahasiswa untuk menangani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesehatan Reproduksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melakukan proses regenerasi untuk pengembangan Kespro Mahasiswa di Unhas &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2208760158389253937?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2208760158389253937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2208760158389253937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2208760158389253937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2208760158389253937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/05/forum-kespro-mahasiswa-heart.html' title='Forum KesPro Mahasiswa &quot;HEART&quot;'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SEIWb7RQS-I/AAAAAAAAABI/rSgGwZ9v_vA/s72-c/boys+n+girls.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-8236344915749095353</id><published>2008-05-04T17:25:00.000+08:00</published><updated>2008-05-04T17:35:01.232+08:00</updated><title type='text'>TB Paru dan Strategi DOTS</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SB2DBlAoAiI/AAAAAAAAABA/Gxvyh2OhvLo/s1600-h/TB%20Alert[1].gif"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196453608193262114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SB2DBlAoAiI/AAAAAAAAABA/Gxvyh2OhvLo/s200/TB%2520Alert%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TB masih menjadi masalah utama kesehatan di Indonesia, dan sebagian besar Negara-negara di dunia. Dengan meningkatnya penderita HIV/AIDS keendrungan permasalahan TB semakin meningkat. Diperkirakan di Indonesia Terjadi 500.000 kasus baru TB paru dan 175.000 meninggal dunia setiap tahunnya. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai Peringkat-3 penyumbang penderita TB di dunia, setelah India dan Cina.&lt;br /&gt;Pemberantasan TB paru secara nasional di Indonesia telah berlangsung kurang lebih 40 tahun sejak tahun 1969, namun hasilnya belum memuaskan. Penyakit Tuberkulosa adalah penyakit infeksi biasa dimana kuman penyebabnya telah diketahui dan obat-obat untuk mengatasinya cukup efektif dan telah mengalami kemajuan pesat. Tetapi penanggulangannya dan pemberantasannya sampai saat ini belum memuaskan&lt;br /&gt;Apalagi disaat sekarang ini Negara kita mengalami krisis berkepanjangan dalam tahun-tahun terakhir ini, bahkan dinegara-negara maju pun masalah ini munul kembali karena penyakit HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Banyak factor yang mempengaruhi keberadaan penyakit ini, disamping factor medis, factor sosio ekonomi, budaya, sikap dan perilaku orang terhadap penyakit ini sangat mempengaruhi keberhasilan dalam penanggulangan penyakit ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Sarana&lt;br /&gt;Tersedianya obat yang cukup dan kontinyu&lt;br /&gt;Oedikasi petugas pelayanan kesehatan yang baik&lt;br /&gt;pemberian regimen OAT yang adekuat&lt;br /&gt;Faktor Penderita&lt;br /&gt;Pengetahuan dan sikap penderita terhadap TB&lt;br /&gt;Menjaga kondisi tubuh yang baik dengan makanan bergizi, cukup istirahat, hidup teratur dan tidak minum Olkohol&lt;br /&gt;Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dgn tidak membuang dahak sembarangan&lt;br /&gt;Faktor Keluarga dan Masyarakat&lt;br /&gt;Dukungan keluarga sangat menunjang keberhasilan pengobatan seseorang dengan selalu mengingatkan penderita agar makan obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TB PARU &amp;amp; DOTS&lt;br /&gt;Penemuan penderita dan pengobatannya merupakan suatu kunci penting dalam menangani tuberkulosis paru, oleh karena itu kedua fase ini haruslah ditangani dengan seksama. Proses penemuan penderita (case finding) tidaklah sesederhana sebagaimana kelihatannya. Melalui berbagai tahapan harus dijalani sampai ditemukannya satu orang penderita, mulai dari jenis gejala yang timbul sampai ke mana penderita pergi berobat untuk mengatasi gejala tersebut.&lt;br /&gt;Direct Observe Treatment, Short-Cource (DOTS) merupakan strategi penanganan TB yang direkomendasikan WHO yang sudah teruji keampuhannya di berbagai negara dalam mendeteksi dan menyembuhkan penderita TB, baik sebagai kasus per individu maupun bentuk komuniti dalam program nasional.&lt;br /&gt;Sampai saat ini di Indonesia tampaknya belum semua pihak terkait memahami secara utuh mengenai apa itu DOTS serta bagaimana pelaksanaannya. Secara umum DOTS memang lebih mengarah ke suatu program yang bersifat nasional, namun bila disimak dari uraian kata DOTS itu sendiri, pengertian DOTS dapat diterapkan dalam kasus per kasus TB yaitu dimulai dari memfokuskan perhatian (direct attention) dalam usaha menemukan/mendiagnosis penderita secara baik dan akurat, utamanya melalui pemeriksaan mikroskopik. Selanjutnya setiap penderita harus diawasi (observed) dalam meminum obatnya yaitu obat diminum didepan seorang pengawas, dan inilah yang dikenal sebagai Directly Observed Therapy (DOT). Penderita juga harus menerima pengobatan (treatment) dalam sistem pengelolaan, penyediaan obat anti tuberkulosis yang tertata dengan baik, termasuk pemberian regimen OAT yang adekuat yakni melalui pengobatan jangka pendek (short cource) sesuai dengan klasifikasi dan tipe masing-masing kasus. Harus disertai sistem evaluasi yang dapat menilai hasil-hasil pengobatan kasus per kasus maupun penampilan program secara keseluruhan, yaitu dalam bentuk pencatatan dan pelaporan yang baku dan seragam. Paling penting lagi adalah adanya dukungan atau kesepakatan (komitmen) dari berbagai pihak untuk menjadikan strategi sebagaimana diuraikan di atas menjadi prioritas dalam penatalaksanaan TB.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-8236344915749095353?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/8236344915749095353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=8236344915749095353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8236344915749095353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/8236344915749095353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/05/tb-paru-dan-strategi-dots.html' title='TB Paru dan Strategi DOTS'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SB2DBlAoAiI/AAAAAAAAABA/Gxvyh2OhvLo/s72-c/TB%2520Alert%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-6353586955817967088</id><published>2008-04-14T09:40:00.000+08:00</published><updated>2008-04-24T11:40:17.957+08:00</updated><title type='text'>KesPro Mahasiswa (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\idn\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="flower_by_secsolgun"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 564px; top: -84px; width: 684px; height: 828px;"&gt;&lt;img src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cidn%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1027" height="828" width="684" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -2;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -72px; top: -84px; width: 672px; height: 828px;"&gt;&lt;img src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cidn%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_image003.jpg" shapes="_x0000_s1026" height="828" width="672" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Agak sulit dipersalahkan, &lt;b style=""&gt;mahasiswa&lt;/b&gt; sebagai bagian dari remaja, yang memiliki karakteristik layaknya seperti remaja yaitu penuh rasa ingin tahu, sedang mencari jati diri, emosi labil serta butuh pengarahan, dianggap menjadi kelompok yang sudah mandiri dan bertanggungjawab. Kampus, yang notabene menjadi penanggungjawab mahasiswa pun lebih banyak tidak peduli akan kondisi yang terjadi, apabila tidak terjadi kasus besar dan tidak menjadi berita besar, aktivitas seksual dianggap hal biasa yang terjadi seiring perkembangan mahasiswa. Padahal kondisi mahasiswa semakin hari semakin membawa perubahan cukup mencengangkan, terutama pada aktivitas seksual yang semakin hari menunjukkan jumlah dan dampak negatif yang signifikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\idn\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="flower_by_secsolgun"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masih tingginya Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia, dibuktikan dengan penelitian dari PKBI di 5 kota besar di Indonesia yang melibatkan sekitar 2.479 siswa SMU dan Mahasiswa sebagai responden yang berusia antara 15-24 tahun sekitar &lt;b style=""&gt;64,44%&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;sudah pernah melakukan perilaku seksual pra nikah&lt;/b&gt;. Hal ini disebabkan masih tidak memadainya pengetahuan mereka tentang kespro serta pengaruh pergaulan di tempat kost- kostan mereka.(Yahya, 2001). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Perilaku seks merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual baik dengan lawan jenis maupun sejenis, mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku seperti berfantasi, masturbasi, berpegangan tangan, ciuman, berpelukan, petting dan berhubungan intim (Bustan, 2000)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Permasalahan seksual yang umum dihadapi oleh mahasiswa adalah dorongan seksual yang meningkat sementara secara normative mereka yang belum menikah, belum diijinkan untuk melakukan hubungan seksual, sementara itu usia kematangan seksual (biologis) mereka semakin cepat. Dilain pihak, usia pernikahan malah semakin mundur (karena perubahan tuntutan sosial, kesadaran orang tua, akan pendidikan dan karir pekerjaan semakin tinggi). Selain itu usia kematangan seksual (biologis) ternyata belum diimbangi oleh kematangan psikososial/ memahami resiko dan siap menerimahnya, kemampuan mengelolah dorongan dan kemampuan mengambil keputusan secara matang) akibatnya kadang- kadang rasa ingin tahu sangat kuat, keinginan beresplorasi dan memenuhi dorongan seksual mengalahkan pengalaman tentang norma, kontrol diri, pemikiran rasional sehingga tampil dalam bentuk coba- coba berhubungan seks akhirnya ketagihan (Iman, 1999).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Maka dari itu, ide untuk meningkatkan kesehatan seksual di kalangan mahasiswa kami dari &lt;b style=""&gt;HIMAPID&lt;/b&gt; bekerjasama dengan &lt;b style=""&gt;Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN)&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;Ford Foundation&lt;/b&gt; mencoba membuat suatu kelompok study khusus mengkaji dan mengadakan penelitian masalah KesPro Mahasiswa yang bertujuan untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mengetahui faktor risiko dan besarnya kesadaran Akan pentingnya Kesehatan Reproduksi di kalangan Mahasiswa Unhas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;To be Continued....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-6353586955817967088?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/6353586955817967088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=6353586955817967088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6353586955817967088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/6353586955817967088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2008/04/agak-sulit-dipersalahkan-mahasiswa.html' title='KesPro Mahasiswa (1)'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-2274991927722395475</id><published>2007-12-24T19:46:00.000+08:00</published><updated>2007-12-24T19:48:10.660+08:00</updated><title type='text'>STROKE Penyakit Pembunuh No.3</title><content type='html'>Stroke adalah penyakit neurologis terbanyak sehingga merupakan masalah kesehatan yang serius karena berdampak pada kecacatan, kematian, dan biaya. Hal ini dikarenakan karena mulai banyak terjadi pada usia produktif. Walaupun begitu sroke merupakan penyakt yang cukup preventable (dapat dicegah).&lt;br /&gt;Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.&lt;br /&gt;Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. &lt;br /&gt;Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.  Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.&lt;br /&gt; Banyak factor yang memungkinkan seseorang terkena stroke, antara lain : Hipertensi, Transient Inchemic attack (TIA), Hipercholesterolemia, Diabetes Melitus, Merokok, Obesitas, dan penyakit kardiofaskuler, selain itu Faktor Usia, Ras, Jenis Kelamin , riwayat keluarga juga turut menjadi faktor  risiko kejadian Stroke, &lt;br /&gt;Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).&lt;br /&gt;CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.&lt;br /&gt;Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.&lt;br /&gt;Upaya Preventif (Pencegahan) yang dapat dilakukan adalah :&lt;br /&gt; Gaya hidup : reduksi stress, makanan rendah garam, lemak dan kalori&lt;br /&gt; Kesadaran akan lingkungan kerja yang menyebabkan stress kerja&lt;br /&gt; Perhatian terhadap faktor risiko biologis sejak dini&lt;br /&gt; Pelayanan kesehatan, health education dan pemeriksaan hipertensi dan kontrol gula darah secara teratur&lt;br /&gt; Hindari rokok, dan perbanyak berolahraga&lt;br /&gt; Mengkonsumsi makanan seimbang yang mengandung unsur gizi dan protein, karbohidrat, sel vitamin dan  mineral&lt;br /&gt;Gampang Khan....Lebih baik mencegah daripada mengobati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-2274991927722395475?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/2274991927722395475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=2274991927722395475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2274991927722395475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/2274991927722395475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2007/12/stroke-penyakit-pembunuh-no3.html' title='STROKE Penyakit Pembunuh No.3'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-269079950927059253</id><published>2007-12-24T19:35:00.001+08:00</published><updated>2007-12-24T19:39:01.779+08:00</updated><title type='text'>Peringatan Hari AIDS Se-Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/R2-aDpi3fNI/AAAAAAAAAAM/c31F6xZe7JA/s1600-h/S5030076+%28600+x+450%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/R2-aDpi3fNI/AAAAAAAAAAM/c31F6xZe7JA/s320/S5030076+%28600+x+450%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147502286590147794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Pada Tanggal 1 Desember 2007 kemarin, kita semua merayakan hari HIV/AIDS se-Dunia, berbagai Organisasi kesehatan, LSM dan ORMAS, serga lembaga kemahasiswaan juga turut andil dalam memperingati hari AIDS Se-Dunia ini, tak terkecuali kami dari Himpunan Mahasiswa Epidemiologi (HIMAPID) FKM Unhas.Peringatan Hari AIDS sendiri menjadi Program kerja rutin yang kami laksanakan tiap tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Seperti diketahui bersama, permasalahan HIV dan AIDS bukan saja menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah nasional akan tetapi sudah menjadi masalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;global karena lebih dari 40 juta jiwa manusia di dunia hidup dengan HIV. Di Indonesia tidak ada provinsi yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS, bahkan Diperkirakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat ini HIV dan AIDS sudah menjangkit di lebih dari separuh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Berdasarkan data resmi dari Departemen Kesehatan R.I pada akhir Juni 2007 secara kumulatif jumlah orang dengan HIV dan AIDS tercatat sebanyak 14.628 kasus yang terdiri dari 5.813 kasus HIV dan 9.689 kasus AIDS. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, yaitu sebanyak 53,9%. Kemudian disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 27,7%. Sedangkan faktor penyebabnya telah bergeser dimana kelompok pengguna Nafza suntik (Penasun) menjadi penyebab utama (49,1%), disusul oleh kelompok heteroseksual (42,1%), dan homoseksual (4,1%).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Namun demikian prevalensi HIV dan AIDS yang kelihatannya masih rendah harus terus diwaspadai karena UNAIDS memperkirakan jumlah orang dengan HIV dan AIDS di Indonesia sudah mencapai 160.000 – 216.000 orang. Disamping itu Indonesia juga tergolong sebagai negara dengan epidemi HIV dan AIDS terkonsentrasi, dimana pada wilayah-wilayah tertentu prevalensinya sudah mencapai 5 persen atau lebih. Bahkan Provinsi Papua tergolong sebagai daerah &lt;i&gt;generalized epidemic &lt;/i&gt;dimana masyarakat umum pengidap HIV dan AIDS sudah lebih dari 1 persen. Menurut perkiraan UNAIDS di dunia ini setiap hari terdapat lebih dari 5.000 orang pengidap baru HIV dan AIDS yang berusia antara 15-24 tahun, hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif di bawah usia 15 tahun tertular dari ibunya, serta sekitar 1.400 anak di bawah usia 15 tahun meninggal akibat mengalami fase AIDS. Data ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjukkan kepada kita betapa besar resiko yang dihadapi kelompok penduduk usia muda saat ini di Indonesia. Hal ini terjadi akibat masih kurang seriusnya penanganan masalah, sehingga timbul kesenjangan yang serius antara kebutuhan dan ketersediaan pelayanan untuk HIV dan AIDS. Banyak faktor penyebab terjadinya epidemi yang begitu cepat, antara lain faktor globalisasi, dimana arus informasi dan mobilitas penduduk begitu cepat menembus batasantar negara di dunia. Sementara ikatan kekeluargaan, nilai-nilai budaya dalam masyarakat, dan ketaatan beragama sudah mengalami erosi, yang berakibat pada kurang diterapkannya fungsi-fungsi keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hampir 12 juta laki-laki dan perempuan di bawah usia 24 tahun positif HIV di seluruh dunia. Dengan peningkatan jumlah setiap harinya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Dengan melihat data tersebut kami Mahasiswa yang tergabung di &lt;b style=""&gt;Himpunan Mahasiswa Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin&lt;/b&gt; terpanggil untuk memberikan perhatian kepada generasi muda (Remaja) yang merupakan kelompok yang paling rentan secara fisik dan psikis terhadap infeksi. Dengan Mengadakan suatu Kampanye HIV/AIDS ke Sekolah untuk memberikan sedikit pemahan dan penyuluhan kepada Generasi Muda untuk bergerak bersama-sama Menanggulangi HIV/AIDS sejak usia dini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Adapun Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan adalah TALK SHOW “Peran Generasi Muda dalam Penanggulangan HIV/AIDS” yang dihadiri oleh 100 siswa/siswi dari SMA KArtika Wirabuana 1 dan beberapa SMA di Makassar lainnya. Acara ini berlangsung dengan baik, antusias peserta juga sangat bagus terlihat dari animo peserta untuk bertanya, dan pertanyaan juga lumayan buat susah para pematerI loh…Pemateri ini kami panggil dari LSM yang bergerak khusus pada permasalahan HIV/AIDS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Selain itu HIMAPID juga mengadakan street campaign (kampanye di jalan) yang dipusatkan di Monumen Mandala Makassar, kegiatan berupa pembagian bunga sebagai bentuk solidaritas terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) serta leaflet mengenai pengetahuan tentang HIV/AIDS. Harapan kami Masyarakat mampu mengetahui lebih banyak lagi &amp;amp; memproteksi diri dan keluarganya terhadap penyakit menular mematikan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Kegiatan ini juga dirangkai dengan HIMAPID ON AIR, yang disiarkan dari Healthy Radio 90.5 fm, menyampaikan informasi-informasi tentang HIV/AIDS kepada para pendengar radio di Makassar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;Rangkaian Kegiatan ini paling tidak sedikit memberi masukan kepada pelajar &amp;amp; masyarakat pada umumnya tentang bahaya penyakit menular HIV/AIDS. Sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya menanggulangi penyakit HIV/AIDS ini secara bersama-sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" &gt;STOP HIV/AIDS,INGAT JANJI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:georgia;font-size:12;"  &gt;STOP HIV/AIDS, DENGAN KASIH SAYANG DAN KETELADANAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-269079950927059253?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/269079950927059253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=269079950927059253' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/269079950927059253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/269079950927059253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2007/12/peringatan-hari-aids-se-dunia.html' title='Peringatan Hari AIDS Se-Dunia'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/R2-aDpi3fNI/AAAAAAAAAAM/c31F6xZe7JA/s72-c/S5030076+%28600+x+450%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1245445224943293366.post-321059115288182238</id><published>2007-12-22T12:53:00.000+08:00</published><updated>2007-12-22T12:55:31.091+08:00</updated><title type='text'>EPIDEMIOLOGI ROKOK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak pengetahuan tentang bahaya merokok dan kerugian yang ditimbulkan oleh tingkah laku merokok, namun tingkah laku ini tetap saja dilakukan. Lebih-lebih yang mencolok adalah merokok di tempat-tempat yang jelas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpampang himbauan untuk tidak merokok. Meski semua orang tahu akan bahaya merokok,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih ditolerir oleh masyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam asap rokok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdapat 4000 zat kimia yang berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah &lt;b style=""&gt;Nikotin &lt;/b&gt;yang bersifat adiktif dan &lt;b style=""&gt;Tar&lt;/b&gt; yang bersifat karsinogenik (&lt;i style=""&gt;Asril Bahar, harian umum republika, selasa 26 maret 2002:19&lt;/i&gt;). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg Nikotin dan setelah dibakar Nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 %. Walau demikan jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk sampai ke otak manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Rokok adalah salah satu produk konsumen terlaris di dunia. Rokok memiliki sangat banyak pembeli yang loyal serta memiliki arus perdagangan yang berkembang pesat. Perusahaan–perusahaan yang memproduksinya membanggakan laba yang fantastis, kendali politik dan prestise. Tembakau atau rokok termasuk zat adiktif karena menimbulkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan). Oleh karena itu tembakau ( rokok) termasuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam golongan NAZA. Dari penelitian yang dilakukan oleh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Prof. Dr. dr. H. Dadang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hawari menunjukkan bahwa tembakau/ rokok adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pintu pertama narkotika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Rokok merupakan pembunuh No.3 setelah jantung koroner&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&amp;amp; kanker .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;1 batang rokok umur memendek 12 menit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;10.000/hari mati karena merokok (dunia).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;57.000 orang/ tahun mati karena merokok (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kenaikan konsumsi rokok &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tertinggi di dunia (44%).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Selanjutnya dikemukakan bahwa bagi mereka yang tidak merokok pun tetapi terkena asap rokok dari mereka yang merokok (perokok pasif) juga akan mengalami gangguan kesehatan dengan resiko yang sama. Oleh karena itu tembakau&lt;br /&gt;(rokok) disebut pula sebagai racun menular. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa kasus yang dapat kita lihat akan bahaya rokok antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Seorang penyair saint toile yang berasal dari Negara latin meninggal dunia pada tahun 1667, setelah teman-temannya menambahkan tembakau pada gelas anggurnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Seorang ibu mengepulkan asap ke kepala tiga anaknya dengan tujuan untuk mengobati ketombe mereka, namun hasil yang didapatkannya, ketiganya meninggal akibat usahanya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Seorang pencuri mati mengenaskan setelah ia berusaha melarikan tembakau dengan cara melekatkan ke seluruh tubuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; peneliti menggunakan kelinci kecil sebagai uji coba dan menyuntiknya dengan zat Nikotin. Kelinci tesebut terhuyung dan kemudian mati seketika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dua anak kecil berTaruh siapa yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling banyak bisa merokok, dan salah satu dari mereka meninggal sebelum ia mencapai hisapan batang rokoknya yang ke-17 dan seorang lainnya meninggal sebelum sempat menyelesaikan rokoknya yang ke-18.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bila seseorang disuntik Nikotin 7 mg, maka ia akan langsung mati di tempat sedangkan satu batang rokok ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;normal umumnya mengandung 2 mg Nikotin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Lebih kurang 1,1 milyar penduduk dunia merokok (World Bank, 1999). Pada tahun 2025, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sampai dengan 1,6 milyar. Dengan jumlah perokok sebanyak 75% dari populasi. WHO melaporkan &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bahwa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; adalah salah satu dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; negara yang terbanyak perokoknya di dunia (Adiatma ,1992).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Hal diatas tidak dapat dikatakan prestasi yang membangggakan. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peringatan Hari Anti Tembakau Internasional (31 Mei 2006), &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; masih dihadapkan sebagai Negara yang termasuk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; besar konsumsi rokok dunia. Sehubungan dengan kebiasaan merokok, ada yang aneh dengan bangsa kita ini, jika negara lain menunjukkan trend penurunan kebiasaan merokok, di Indonesia justru memperlihatkan kenaikan, meski dililit problem ekonomi. Lebih celaka lagi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk konsumsi rokok justru jauh lebih besar dibandingkan anggaran kesehatan perkapita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuah survey yang dijabarkan oleh Dr. Martha Tilaar tentang perokok di In -donesia menurut jenis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelamin menyatakan bahwa jumlah perokok di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; memang masih lebih banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di kalangan pria ( 60 %&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pria merokok ) dan wanita yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merokok 10 %. Sebelumnya dari survey yang dilakukan menurut Medika Jurnal Kedokteran Indonesia Maret 2006, bahwa laki-laki remaja lebih banyak menjadi perokok dan hampir dua pertiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kelompok umur produktif adalah perokok. Selama 5 tahun telah terjadi peningkatan, pada pria prevalensi perokok tertinggi adalah kelompok umur 25 &amp;amp;29 tahun. Hal ini terjadi karena jumlah perokok pemula lebih jauh lebih banyak dari perokok yang berhasil berhenti merokok dalam satu rentang populasi penduduk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pakar penyakit paru FKUI Prof. Dr. Hadiarto Mengunnegoro, Sp.P., menyatakan jumlah perokok aktif Indonesia naik dari 22,5% pada tahun 1990-an menjadi 60% jumlah penduduk tahun 2000. WHO&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memperkirakan bahwa 59% pria berusia diatas 10 tahun di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah menjadi perokok harian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Diperkirakan bahwa konsumsi rokok &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan ke-4 setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RRC (1679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar). Dalam 10 tahun terakhir konsumsi rokok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; mengalami peningkatan sebsesar 44,1 % dan jumlah perokok di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sekitar 70 %. Yang lebih menyedihkan lagi 60 % diantara perokok adalah kelompok yang berpenghasilan rendah. Tingginya komsumsi merokok dipercaya bakal menimbulkan implikasi negative yang sangat luas tidak saja terhadap kualitas kesehatan tetapi juga menyangkut kehidupan sosial ekonomi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut WHO rata-rata orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; menggunakan 15 % uangnya untuk membeli rokok, memang bukan angka yang luar biasa jika dibandingkan dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang perokok tiap tahunnya sangat besar. Dengan asumsi sehari rata-rata seorang perokok menghabiskan sebungkus rokok dengan harga Rp 5000,-per bungkus dalam sebulan ia harus mengeluarkan uang Rp 150.000,- dan dalam setahun Rp 1.825.000.-. uang sebanyak itu bisa kita hemat jika kebiasaan merokok dikurangi atau bahkan dihentikan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1245445224943293366-321059115288182238?l=himapid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://himapid.blogspot.com/feeds/321059115288182238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1245445224943293366&amp;postID=321059115288182238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/321059115288182238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1245445224943293366/posts/default/321059115288182238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://himapid.blogspot.com/2007/12/epidemiologi-rokok.html' title='EPIDEMIOLOGI ROKOK'/><author><name>HIMAPID</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06316192141337818323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_zsTK97SbXMk/SQ09KIAjxvI/AAAAAAAAADI/kylKRnCc3uE/S220/himapid+logo+fix.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
